web analytics
  

Disdik: Perbaikan Sarana Prasarana Pendidikan Bukan Prioritas

Kamis, 25 Oktober 2018 19:15 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Disdik: Perbaikan Sarana Prasarana Pendidikan Bukan Prioritas, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan, Perbaikan Sarana Pendidikan, Sekolah Rusak,

Sejumlah murid SD belajar di ruang kelas yang sudah rusak dan keropo. (ANTARA FOTO)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menyebut perbaikan sarana prasarana pendidikan tidak bisa menjadi program prioritas dinas.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Juhana mengatakan, sistem penganggaran menyebabkan sarana prasarana pendidikan tidak bisa menjadi progam prioritas dinas.

Dia menyebut, pelaksanaan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dikembalikan kepada wilayah masing-masing. "Pelaksanaan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, tergantung dari ajuan masyarakat yang disampaikan dalam Musrenbang," tutur Juhana, Kamis (25/10/2018).

AYO BACA : DPRD: Perencanaan Disdik Kabupaten Bandung Buruk!

Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, kata Juhana, setiap tahun dianggarkan. Namun, prosedurnya harus ada ajuan dari wilayah melalui Musrenbang. "Semua kepala sekolah harus intens berkomunikasi dengan Pemdes untuk mengusulkan perbaikan ruang kelas melalui Musrenbang," katanya.

Menurutnya, dari sekitar 1.700 sekolah SD dan SMP di Kabupaten Bandung, sekitar 30% membutuhkan perbaikan. Dengan demikian, pihaknya melalui UPT akan melakukan pendataan sekolah yang membutuhkan perbaikan.

"Saya mengimbau kepada kepala sekolah untuk intens berkomunikasi dengan pemerintah desa agar masuk usulan perbaikan pada tahun 2019 nanti," ungkapnya.

AYO BACA : Wabup Bandung Minta Pembangunan Infrastruktur Sekolah Diperhatikan Serius

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan menyebut program infrastruktur untuk perbaikan sekolah rusak yang ada di Kabupaten Bandung harus menjadi prioritas utama dan menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

"Beberapa waktu lalu saya merespons pengaduan masyarakat dan berkunjung ke sekolah yang kondisi bangunannya dikeluhkan masyakat. Kami sangat miris melihat kondisi ruang kelas yang rusak," katanya.

Dengan adanya temuan tersebut, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan beberapa SKPD untuk membahas cara menanggulangi perbaikan sarana prasana pendidikan yang menjadi prioritas pada tahun 2019.

Menurutnya, sistem penganggaran dikembalikan kewilayahan dengan sistem musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). Pihaknya mengimbau kepada masyarakat melalui pemerintah desa dan kecamatan untuk memasukkan program perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dalam pengajuan musrenbang.

"Agar perbaikan sarana dan prasarana pendidikan menjadi prioritas, pemerintah desa harus memasukkan program perbaikan sarana pendidikan sesuai kondisi lapangan," tutupnya.

AYO BACA : Eks Pejabat Dinas Pendidikan Kab Bandung Jadi Tersangka Dugaan Korupsi

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers