web analytics
  

Alun-alun Bandung Tempo Doeloe

Sabtu, 20 Oktober 2018 23:18 WIB Andres Fatubun
Bandung Baheula - Baheula, Alun-alun Bandung Tempo Doeloe, Alun-alun kota Bandung, Bandung baheula

Alun-alun Bandung di tahun 1925 digunakan untuk pertandingan sepakbola.

BANDUNGAYOBANDUNG.COM – Alun-alun memang sering dijumpai di berbagai kota, karena keberadaan alun-alun merupakan satu kesatuan dengan Masjid Agung dan bangunan pemerintahan lainnya.

Alun-alun biasa digunakan masyarakat sebagai tempat berkumpul dengan berbagai kepentingannya. Pernyataan tersebut diungkapkan, Kartika, dosen Program Studi Sejarah Universitas Padjadjaran juga sebagai kurator di Museum Kota Bandung, Sabtu (20/10/2018).

Menurut catatan sejarah, lebih dari 50 tahun wilayah Priangan dan sebagian dari Jawa Barat, pernah berada di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram. Salah satunya yaitu alun-alun yang merupakan sisa pengaruh Mataram yang masih kuat

“Dulu Alun-alun masih berbentuk sederhana, bentuknya tanah lapang. Seperti alun-alun di banyak kota, bagian tengah alun-alun Bandung ditanami sepasang pohon beringin. Bangunan yang ada di dekat sana ada pendopo, masjid agung dsb,” jelas Kartika kepada Ayobandung, Sabtu (20/10/2018).

Pohon beringin yang berada di Alun-alun Bandung ini biasanya dijadikan orang untuk tempat berteduh. Namun, masa pendudukan Jepang, pohon beringin tersebut tumbang. Itu merupakan tanda kejatuhan Belanda pada saat masa penjajahan.

Menurut buku yang ditulis Haryoto Kunto,Semerbak Bunga di Bandung Raya, wajah lama Alun-alun Bandung sungguh berbeda dengan keadaan sekarang.

Alun-alun menampilkan wajah tradisional Indonesia. Dilihat dari bentuk fisiknya, alun-alun tergolong sebagai “plein”, lahan terbuka yang berguna bagi bermacam-macam acara.

Alun-alun tempo doeloe, lebih menonjol fungsinya sebagai pusat administratif dan sosial-kultural bagi penduduk pribumi. Sedangkan tempat khusus social-centre bagi masyarakat Eropa, terletak sekitar Jl. Braga. Karena pada masa sebelum perang, di Kota Bandung terdapat dua pusat kegiatan masyarakat, alun-alun untuk penduduk pribumi, sedangkan wilayah Jl. Braga untuk bangsa Eropa.

Hal lain juga disampaikan Kartika yang mengutip pernyataan Haryoto Kunto.

“Alun-alun merupakan tempat yang paling demokratis dalam sebuah kota. Karena tanpa memandang status jabatan, agama, dan suku bangsa. Setiap warga boleh hadir di tempat itu, mulai dari ulama, tentara, hansip, pedagang asongan, tukang foto, sampai copet, gelandangan dan pengemis, semua campur baur di tempat itu,” katanya.

Pada saat itu Alun-alun Bandung tidak ada penerangan, akibatnya seringkali disalahgunakan oleh berbagai pihak.Seiring berjalannya waktu, daerah sekitar alun-alun mulai mengalami kemacetan. Banyak kendaraan umum yang tidak tertib dan banyak pula kendaraan yang parkir sembarangan di area alun-alun.

Namun, kini Alun-alun Bandung menjelma menjadi tempat yang indah dan instagramable. 

Setiap tempat pasti berubah, tapi hal itu tidak akan pernah mengubah kenangan yang pernah terjadi didalamnya. Perlu diketahui, Alun-alun Bandung merupakan taman pertama di Bandung. (Wulan Apriani)

 

Editor: Andres Fatubun

terbaru

R.A. Wiranatakusumah II (Dalem Kaum I) “Pendiri Kota Bandung”

Baheula Kamis, 4 Maret 2021 | 10:07 WIB

Sebagai pendiri Kota Bandung, R.A. Wiranatakusumah II mengubah kawasan hutan dan rawa menjadi pusat kota.

Bandung Baheula - Baheula, R.A. Wiranatakusumah II (Dalem Kaum I) “Pendiri Kota Bandung”, mengenal tokoh pendiri bandung,siapa saja tokoh pendiri bandung,tokoh terkenal pendiri bandung,R.A. Wiranatakusumah II,Dalem Kaum I,Bapak Pendiri Kota Bandung

RESENSI BUKU: Lika-Liku Kaum Merah di Bandung

Baheula Rabu, 3 Maret 2021 | 15:46 WIB

Masih banyak lagi cerita menarik tentang kehidupan kaum merah di buku ini. Ini penting dipelajari, terutama bagi mereka...

Bandung Baheula - Baheula, RESENSI BUKU: Lika-Liku Kaum Merah di Bandung, Bandung di Persimpangan Kiri Jalan,Hafidz Azhar,Resensi Buku,aktivis komunis di Bandung,pergerakan kaum komunis di Bandung,Sarekat Islam,Wiranatakoesoemah V

17 Februari: Lahirnya Inggit Garnasih, Tulang Punggung Soekarno

Baheula Rabu, 17 Februari 2021 | 13:49 WIB

Dalam kaidah roman sejarah, ia adalah pendamping yang menuntun pembentukan karakter pemimpin dari Soekarno.

Bandung Baheula - Baheula, 17 Februari: Lahirnya Inggit Garnasih, Tulang Punggung Soekarno, Sejarah Hari Ini,Inggit Garnasih,Ir. Soekarno,Bandung

Tabir Sejarah Pecinan, Mula Pembatasan terhadap Tionghoa

Baheula Kamis, 11 Februari 2021 | 15:51 WIB

Setelah tahun 1740, setelah keadaan tentram kembali, dikeluarkan peraturan yang mengharuskan orang Tionghoa tinggal di k...

Bandung Baheula - Baheula, Tabir Sejarah Pecinan, Mula Pembatasan terhadap Tionghoa, Pecinan,Bandung,Tionghoa,Kolonial Belanda,Orang Eropa,Pribumi,Jakarta

Sejarawan Singkap Trik Jago Dagang Orang Tionghoa kepada Pribumi

Baheula Rabu, 10 Februari 2021 | 16:30 WIB

Orang Tionghoa punya faktor yang tidak dimiliki oleh Eropa terhadap Pribumi. Hal inilah yang membuat mereka jago dalam d...

Bandung Baheula - Baheula, Sejarawan Singkap Trik Jago Dagang Orang Tionghoa kepada Pribumi, Sejarawan,Trik jago dagang orang Tionghoa,Sejarah,Historis,Tionghoa,Bandung,Orang Eropa,Pribumi,Kolonialis Belanda

Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda

Baheula Kamis, 4 Februari 2021 | 17:05 WIB

Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda

Bandung Baheula - Baheula, Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda, Abettoir Tjimahi,Rumah Potong Hewan (RPH),rumah jagal Hindia Belanda,rumah jagal Cimahi,Bandung Baheula,rumah jagal Belanda di Cimahi

Mengenal Swara dalam Aksara Sunda

Baheula Jumat, 15 Januari 2021 | 10:35 WIB

Sebetulnya belajar aksara bahasa sunda itu mudah dan praktis. Pasalnya aksara sunda memiliki huruf-huruf yang cara menul...

Bandung Baheula - Baheula, Mengenal Swara dalam Aksara Sunda, Aksara Sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda swara,Bahasa Sunda

Nyonya Homann, Pemilik Hotel Savoy Homann

Baheula Kamis, 19 November 2020 | 13:08 WIB

Banyak sekali tulisan tentang Hotel Savoy Homann menyebutkan majunya hotel legendaris di pusat Kota Bandung itu akibat p...

Bandung Baheula - Baheula, Nyonya Homann, Pemilik Hotel Savoy Homann, Nyonya Homann,Hotel Savoy Homann,delpher,Jacoba van Hogezand,Hotel Homann Bandung
dewanpers