web analytics
  

Kenali Jenis Kesenian Benjang

Sabtu, 20 Oktober 2018 07:51 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Baheula - Baheula, Kenali Jenis Kesenian Benjang, Benjang, benjang Helaran, benjang gulat

Rombongan seni benjang sedang melakukan arak-arakan rajawali. (Sri Rahayu)

CIBIRU, AYOBANDUNG.COM -- Benjang merupakan kesenian asli Tatar Sunda yang diketahui sudah ada sejak abad ke-17. Kesenian ini sangat identik dengan olahraga tradisional yang dibalut dengan iringan musik. Akan tetapi, terdapat dua jenis kesenian benjang yang bebeda.

Menurut salah satu pegiat seni benjang, Adin, terdapat dua jenis kesenian benjang, yakni benjang gulat dan benjang helaran.

Benjang gulat merupakan olahraga tradisional, sedangkan benjang helaran berupa  arak-arakan yang di dalamnya terdapat bangbarongan, kuda lumping, atau jampana,” ungkapnya.

Perbedaan benjang gulat dan helaran juga terletak pada cara penyajian dua kesenian tersebut. Kesenian benjang gulat sedikit mirip dengan olahraga tradisional asal Jepang, yakni Sumo. Namun keunikan benjang gulat terletak pada ibingan atau tarian yang dilakukan sebelum memulai bergulat.

Menurut salah satu pebenjang asal Cilengkrang, Agus, ada tiga tahap yang dilakukan ketika ngibing.

"Tahapan dalam ibing ada golempang, puyuh ngungkukbeureum panon, dan julang ngapak,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, setelah melakukan ngibing para pebenjang harus membuka bajunya dan hanya menyisakan celana pendek yang ia kenakan. Hal tersebut mengartikan bahwa pebenjang tidak membawa senjata atau barang lain yang dapat membahayakan lawannya.

Iringan musik tradisional juga turut mewarnai kesenian benjang ini. Tak hanya ketika ngibing, tapi juga selama benjang berlangsung. Alat musik yang digunakan yakni terbang, kendang, kecrek, dan terompet.

Lain benjang gulat, lain pula benjang helaran. Seni ini menampilkan arak-arakan bangbarongan, kuda lumping, dan jampana. Tak hanya itu, benjang helaran juga tak jarang dipadupadankan dengan kesenian kuda renggong untuk memeriahkan arak-arakan. Alat musik yang digunakan dalam benjang helaran tak jauh berbeda dengan alat musik benjang gulat. Hanya saja dalam benjang helaran terdapat bedug dan gong. Dalam benjang helaran juga terdapat sinden yang bernyanyi selama pertunjukan berlangsung.

Hal yang lebih menarik lagi dalam benjang helaran yakni ketika beberapa orang dari rombongan benjang mengalami kesurupan. Hal tersebut tak ayal membuat kesenian ini semakin ramai untuk dipertontonkan.

Inovasi Benjang Gulat dan Helaran
Seiring berkembangnya zaman, dua kesenian ini terus membuat inovasi. Tak jarang arena benjang gulat yang dulunya dilakukan di atas tanah beralaskan jerami beralih ke panggung yang dilengkapi dengan matras. Selain itu, benjang gulat yang awalnya hanya diiringi oleh musik saat ini diwarnai dengan lantunan kawih.

Inovasi lain disuguhkan dalam pertunjukan benjang helaran. Arak-arakan yang awalnya hanya mempertunjukkan bangbarongan, kuda lumping, ataupun jampana, menampilkan warna baru dengan mengkolaborasikan benjang helaran dengan lengser ataupun kuda renggong. Tak hanya itu, jampana pun disulap menjadi berbagai bentuk. Bentuk yang paling sering dipertunjukkan yakni bentuk burung rajawali.

Sebagai pegiat seni benjang, Adin berharap inovasi ini dapat mempertahankan eksistensi kesenian benjang.

“Dengan tidak mengesampingkan esensi seni benjang, inovasi ini diharapkan dapat memberikan kesan baru dan menarik,” pungkasnya. (Siti Rahayu)

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Mengintip Lagi Kelamnya Penjara Banceuy di Bandung Tahun 1930-an

Baheula Senin, 10 Mei 2021 | 17:35 WIB

Tak jauh dari keramaian Jalan Braga dan Asia Arfrika, di pusat Kota Bandung, tersisa situs sejarah terpencil.

Bandung Baheula - Baheula, Mengintip Lagi Kelamnya Penjara Banceuy di Bandung Tahun 1930-an, penjara banceuy,Bandung,Tahun 1930-an,Soekarno,Sejarah

Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega

Baheula Kamis, 6 Mei 2021 | 16:25 WIB

Sang jenius berusaha untuk mendarat darurat di Lapangan Tegalega, Bandung, namun gagal.

Bandung Baheula - Baheula, Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega, Nurtanio Pringgoadisuryo,Tegalega,Kota Bandung,Pesawat,Kecelakaan,Kerusakan Mesin,Jokowi

Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung 

Baheula Rabu, 5 Mei 2021 | 16:40 WIB

Di samping kultur sepak bola yang sudah mendarah daging, Bandung sebetulnya punya klub bisbol legendaris yang layak diba...

Bandung Baheula - Baheula, Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung , Sejarah Bisbol Bandung,Rebocco,Red Fox,Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia,Perbasasi Bandung

Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung

Baheula Selasa, 4 Mei 2021 | 15:00 WIB

Namanya berubah-ubah, dari Insulindepark sampai Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, begitu pula fungsinya.

Bandung Baheula - Baheula, Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung, Taman Insulinde,Insulindepark,Taman Lalu Lintas,Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution,Taman Nusantara,Bandung,Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL),Hindia Belanda

Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis

Baheula Senin, 3 Mei 2021 | 15:20 WIB

Ini merupakan debut perdana Indonesia di Piala Davis bersama dengan Maroko dan Ekuador.

Bandung Baheula - Baheula, Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis, Bandung,1961,Piala Davis,Tenis,Indonesia,Petenis Indonesia,Tan Liep Tjiauw,Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI)

Mengenang Kejayaan Radio Unasko Cimahi di era Orde Baru

Baheula Senin, 3 Mei 2021 | 11:00 WIB

Mengenang Kejayaan Radio Unasko era Orde Baru di Cimahi

Bandung Baheula - Baheula, Mengenang Kejayaan Radio Unasko Cimahi di era Orde Baru, Radio Unasko,Radio bersejarah Cimahi,Radio Cimahi,Radio bersejarah Bandung

Di Tegalega, Annie Salamun Memulai Kejayaan Atletik Indonesia

Baheula Jumat, 30 April 2021 | 22:00 WIB

Annie Salamun, perwakilan atlet dari Bandung, merajai cabang olahraga lempar cakram putri tahun 1950-an.

Bandung Baheula - Baheula, Di Tegalega, Annie Salamun Memulai Kejayaan Atletik Indonesia, Tegalega,Bahder Djohan,Dimas Wahyu Indrajaya,Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI),Annie Salamun,cabang olahraga lempar cakram,Bandung,atlet dari Bandung

Ingar Bingar Peresmian Stadion Terbagus Pertama di Bandung

Baheula Kamis, 29 April 2021 | 20:50 WIB

Stadion Siliwangi mulai dibangun pada 1 Januari 1954 dan biaya pembangunannya mencapai Rp6 juta pada tahun 1950-an.

Bandung Baheula - Baheula, Ingar Bingar Peresmian Stadion Terbagus Pertama di Bandung, Peresmian Stadion Siliwangi,Stadion Siliwangi,Bandung,Stadion Terbagus Pertama di Bandung,Komando Daerah Militer (Kodam),Jawa Barat
dewanpers