web analytics
  

Jejak Bioskop di Kota Kembang

Jumat, 19 Oktober 2018 08:54 WIB Andres Fatubun
Bandung Baheula - Baheula, Jejak Bioskop di Kota Kembang, Jejak Bioskop, Kota Kembang

Bioskop Elita merupakan bioskop elite setelah Concordia yang dibangun tahun 1910-an dengan gaya arsitektur Art Nouveau. (Bandung Heritage | mooibandoeng)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Kehadiran bioskop di era modern, lokasinya selalu berdekatan dengan pusat perbelanjaan. Padahal, sebelum adanya monopoli oleh perusahaan besar, dulu bioskop di Bandung mempunyai gedung sendiri dan terpisah dari pusat perbelanjaan.

Penggiat sejarah Kota Bandung di Komunitas Aleut, Hendi Abdurahman, menyebutkan sejumlah gedung yang dulunya pernah jadi bioskop. 

“Di depan gedung BI sekarang, dulunya Vanda Theatre. Terus di jalan Merdeka yang saat ini terletak tepat di samping gedung toko buku Gramedia Merdeka, itu dulunya bekas bioskop Panti Karya,” katanya ke Ayobandung.com, Kamis (18/10/2018).

Menurutnya, Vanda Theatre yang sebelumnya bernama bioskop De Rex ini merupakan bioskop kelas 1.

“Karena dulu kan bioskop itu dibedakan menjadi beberapa kelas, 1, 2, 3, dan yang terbaik dimulai dari kelas 1,” tambah Aryono Wahyu yang juga merupakan Penggiat Sejarah di Komunitas Aleut.

Sedangkan gedung Panti Karya, gedung tua yang merupakan saksi sejarah keberadaan bioskop di Bandung, kerap dikunjungi banyak orang untuk menyaksikan film yang sedang marak pada kala itu.

Tak hanya itu, di samping Gedung Merdeka terdapat gedung New Majestic yang dulunya merupakan bioskop Concordia. Bioskop ini terletak di samping Museum Konferensi Asia Afrika arah ke Jalan Braga. New Majestic bisa dibilang bioskop paling elite pada kala itu.

“Kalau di Majestic itu biasanya untuk orang-orang Belanda, tempat duduknya juga berbeda-beda terbagi menjadi beberapa kelas. Kelas 1 terletak di balkon tempat duduknya itu seperti cafe, kelas 2 di bawah belakang, terus kelas 3 di paling depan, harga tiketnya pun berbeda,” kata Aryono.

Lebih lanjut, Aryono menceritakan, di sekitar Alun-alun Bandung juga terdapat tiga bioskop berjajar yang cukup terkenal pada masa itu, yaitu bioskop Elita, Varia, dan Oriental. Bioskop Elita merupakan bioskop elite setelah Concordia dibangun tahun 1910-an dengan gaya arsitektur Art Nouveau.

Berbeda dengan Elita, bioskop Varia mempunyai keunikan tersendiri.

“Varia merupakan feesterrein atau taman hiburan, mungkin bisa dikatakan dari cikal bakalnya apa yang disebut bioskop Misbar (gerimis bubar). Varia hanya dikelilingi tembok yang didepannya ditampilkan layar tancap. Tidak hanya menampilkan film, pertunjukan seni musik tradisional sampai pertunjukan olahraga juga sering ditampilkan di tempat ini,” papar Aryono.

Sedangkan bioskop Oriental pernah berdiri di atas lahan Gedung Palaguna. Oriental menapaki masa legendaris sejak 1930-an.

Pada delade 1990-an awal, bioskop-bioskop tersebut sudah tidak berjaya lagi.  Seiring dengan menurunnya kualitas film dan berjayanya Cineplex, bioskop tersebut menjadi bioskop kelas bawah, berbanding terbalik dengan puluhan tahun sebelumnya. Sampai akhirnya gedung-gedung bioskop tersebut kini tidak ada atau berubah fungsi. 

Editor: Andres Fatubun
dewanpers