web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Wagub Uu Berharap Pesantren Mendapat Perhatian

Kamis, 18 Oktober 2018 20:09 WIB Dadi Haryadi

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan dunia pendidikan di pesantren saat ini masih harus menghadapi banyak tantangan. Salah satunya soal ketersediaan buku/kitab yang masih sangat minim untuk dipelajari para santri.

"Kitab yang dipelajari para santri di pesantren sudah semakin langka, dulu waktu saya di pesantren harus beli ke Surabaya. Kami terpaksa mencetak karena sudah ada lagi, misalnya kita tentang tauhid," ujarnya di Gedung Sate, Kamis (18/10/2018).

Dia menjelaskan pemerintah hanya memperhatikan ketersediaan buku pelajaran untuk SD, SMP dan SMA. Sedangkan untuk pesantren relatif masih terabaikan.

Menurut Uu, ketersediaan kitab punya arti sangat penting mengingat jumlah kiai (pengajar kitab) sangat terbatas. Akibatnya, para santri kesulitan memperoleh ilmu tentang kitab yang akan dipelajarinya.

Selain kitab, Uu juga mengeluhkan kebutuhan alat tulis khusus yang sulit didapatkan seperti pena dan lainnya. "Bahkan di Bandung sekali pun mana ada toko buku besar yang mampu memenuhi kebutuhan para santri," katanya.

AYO BACA : Masuk Musim Hujan, Uu Minta Daerah di Jabar Siaga Bencana

Meski demikian, Uu mengimbau kepada para santri untuk tetap bersemangat menimba ilmu di pesantren meski di tengah keterbatasan. "Jangan merasa terhina dan harus tetap maju, karena kita orang beriman yang sedang mempelajari ilmu agama," tegasnya.

Saat diminta pendapatnya soal radikalisme, Uu mengaku geram karena pesantren kerap dianggap sebagai sarang teroris. Padahal, pesantren Miftahul Huda berhasil melahirkan ribuan lulusan namun tidak ada yang menjadi teroris.

Dia menganggap seorang teroris lahir akibat pemahaman agama yang kurang sempurna sehingga mudah dipengaruhi oleh orang tak bertanggungjawab. "Itu karena pemahaman agamanya kurang, mesantrennya belum tamat sehingga mudah dihasut," jelasnya.

Demi mencegah radikalisme, pihaknya mendorong peran akti santri dalam pembangunan, salah satunya melalui momen peringatan Hari Santri 2018 yang puncak kegiatanya akan berlangsung di Kota Bandung pada 21 Oktober mendapat.

Dia menjelaskan peringatan Hari Santri tahun ini diisi dengan beragam kegiatan mulai dari lomba membaca Kitab Kuning, membaca pidato, olahraga, dan lainnya. Dengan cara tersebut diharapkan para santri bisa berkibar di berbagai bidang, baik politik, seni, budaya.

"Rencananya Presiden Jokowi akan hadir dalam acara puncak Hari Santri. Beliau berkenan untuk hadir, dan kami sudah berkoodinasi dengan sejumlah menteri," pungkasnya.

AYO BACA : Uu Lantik Eka Supria Atmaja Jadi Bupati Bekasi, Ini Pesannya

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers