web analytics
  

Jokowi Wacanakan Menteri Pesantren, Uu Amankan Suara Santri dan Kiai

Rabu, 17 Oktober 2018 19:55 WIB Dadi Haryadi
Umum - Nasional, Jokowi Wacanakan Menteri Pesantren, Uu Amankan Suara Santri dan Kiai, Jokowi-Ma'ruf Amin, Uu Ruzhanul Ulum,  Tim Pemenangan Daerah (TPD) Jawa Barat Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Menteri Pesantren, Suara Santri dan Kiai,

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (Ramdhani/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dewan Pengarah Tim Pemenangan Daerah (TPD) Jawa Barat pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, pihaknya optimis bisa memenangkan pasangan capres cawapres nomor urut 01 di Jabar. Caranya, dengan meraup dukungan dari basis suara santri termasuk para kiai dari berbagai aliran dan pesantren.

“Sebagai Panglima santri se-Jawa Barat, saya sudah menyampaikan dan meminta kepada para santri dan kiai untuk mendukung Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin,” ujar Uu, di Bandung seperti dikutip dari tagar.id, Rabu (17/10/2018).

Dia menjelaskan para santri dan kiai harus mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin karena telah terbukti melalui kebijakannya (Jokowi) yang lebih berpihak kepada para santri dan kiai. Dari tujuh presiden, hanya di era Jokowi saja yang mencetuskan hari santri nasional.

Selain itu, Jokowi sudah memberikan legalitas negara bagi lulusan pesantren salafiyah setara dengan lulusan strata satu (S-1).

“Dari pesantren yang ada di Jabar, sudah ada 13 pesantren yang sudah memiliki legalitas setara dengan strata 1 (S-1) yaitu, dengan program muadalahnya,” jelasnya.

AYO BACA : Kang Uu Minta Pemuda Zaman Now Perkokoh Persatuan dan Kesatuan

Menurutnya, bukti keberpihakan Jokowi terhadap para santri dan kiai adalah dengan diwacanakan adanya Menteri Pesantren yang akan lebih mengakomodir seluruh kepentingan para santri dan kiai.

Dia menilai keberadaan Menteri Pesantren sangat penting karena selama ini santri dan kiai hanya menjadi objek bukan subjek pembangunan. Sehingga jika Jokowi menang, dipastikan Menteri Pesantren akan terealisasi dengan kebijakan-kebijakannya yang akan lebih pro terhadap para santri dan kiai.

“Nantinya apabila terlaksana Menteri Pesantren, pesantren tidak lagi hidup dari dana hibah, bansos dan aliran dana bantuan sejenis lainnya. Sehingga dipastikan akan ada program khusus yang dibiayai dari APBN atau APBD provinsi, kabupaten dan kota yang lebih mensejahterakan pesantren dan kiai yang oleh presiden-presiden sebelumnya tidak diperhatikan,” terangnya.

Di samping itu, kata Uu, KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden pendamping Jokowi berasal dari kalangan santri dan kiai akan menambah keyakinan dan dorongan para santri dan kiai untuk memilih pasangan nomor urut 01.

“Dengan segala kebaikan yang sudah diberikan Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin maka sudah sebaiknya kita membalas kebaikan tersebut,” tegasnya.

AYO BACA : Uu Bakal Prioritaskan Pembangunan Sarana Olahraga di Jabar

Namun demikian, pihaknya memberi kebebasan kepada para santri dan kiai yang punya pandangan politik berseberangan. Hal tersebut dianggap sebagai keniscayaan dan merupakan bagian dari demokrasi.

“Sebagai panglima para santri di Jabar dan sebagai politikus asal PPP, saya membebaskan kepada para santri untuk berbeda pandangan atau dukungan dalam Pilpres. Silakan saja, karena itu menjadi bagian dari demokrasi,” kata dia.

Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Daerah (TPD) Jawa Barat pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Pepep Syaiful Hidayat. Menurutnya, Uu Ruzhanul Ulum yang lahir dan besar dari kalangan santri dan lingkungan pesantren yang saat ini menjadi Wakil Gubenur Jawa Barat dipastikan sangat paham dengan budaya pesantren sampai ke akar rumput.

“Dengan tampilnya (hadirnya) Pak Uu sebagai Wagub Jabar asal pesantren dan masuk menjadi bagian TPD Jabar pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin saya pastikan akan ada daya emosi (kedekatan) untuk merain dukungan dari para santri oleh Pak Uu untuk Pak Jokowi-Ma’ruf Amin di Jabar,” kata dia.

Dukungan dari basis suara pesantren, santri dan kiai ini dipastikan akan datang dari berbagai aliran. Dari mashab Hanafi, Hambali dan lain sebagainya termasuk organisasi masyarakat berbasis agama seperti NU, Muhammadiyah hingga Persis.

“Pak Uu nanti akan mendekati seluruh basis suara pesantren (kiai, santri) dari berbagai aliran,” ujarnya.

Sebab, kampanye masih lama sehingga masih ada waktu bagi pihaknya untuk mendekati dan mengubah pandangan politik basis suara Persis agar bisa memilih Jokowi-Ma’ruf Amin dengan meyakinkan mereka dengan segala bukti nyata kerja Jokowi yang lebih pro terhadap santri, kiai, pesantren di Jabar.

AYO BACA : Alasan Uu Belum Terbiasa Sebagai Wagub Jabar

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers