web analytics
  

Berburu Jeans di Gang Tamim

Selasa, 16 Oktober 2018 06:39 WIB Netizen Netizen
Netizen, Berburu Jeans di Gang Tamim, jeans, gang tamim, fesyen, busana

Gang Tamim

Fashion selalu berubah-ubah seiring berjalanya waktu, kadang menciptakan sesuatu yang baru atau kembali ke masa lalu. Perkembangan fashion disebabkan kebutuhan dan juga lingkungan yang berbeda. Salah satu tren fashion wanita dan laki-laki zaman dulu yang masih sering dipakai adalah jeans

Evolusi jeans pun terus berlanjut sejak satu abad yang lalu hingga sekarang. Sekarang ini banyak sekali inovasi tren fashion yang menggunakan bahan jeans. Bahkan celana jeans pun sudah banyak variasi modelnya, mulai dari model flare sampai dengan model skinny yang sedang tren saat ini. 

Jeans merupakan salah satu produk pakaian yang sangat fenomenal baik dikalangan pria maupun wanita. Awalnya jeans lebih akrab bagi kalangan pria, tapi seiring perkembangannya wanita pun bisa mengenakannya.

Jeans dapat berkembang sampai saat ini karena dapat digunakan dari berbagai usia, kelas sosial, dan etnis, dapat juga digunakan dalam berbagai kesempatan dari acara formal sampai nonformal. 

Jeans terlihat santai dan nyaman saat digunakan. Jeans terbuat dari bahan yang serba guna, kuat, tahan lama, enak dipakai, fashionable, hangat, dan sebagainya. Denim adalah sebuah komponen besar dalam industri fashion.

Jeans dalam bentuk apa pun sudah melekat dengan kita. Tidak sekadar sebagai pelengkap fashion, jeans  sudah menjadi bagian dari fashion itu sendiri.Jeans sudah berkembang ke bentuk yang (mungkin) belum sempat terpikir oleh mereka yang punya andil menciptakan celana jeans pertama kali.

Dalam perkembangannya jeans tidak hanya digunakan untuk celana saja,  banyak perancang kelas dunia maupun nasional menginovasikan bahan jeans ini menjadi celana pendek, jaket, rok, vest atau rompi, bando, sepatu dan lainnya. Di era globalisasi yang maju seperti sekarang bahan jeans juga masih termasuk gaya yang trendi dan fashionable, perkembangan jeans dari zaman ke zaman semakin inovatif dan makin berkembang.

Kota Bandung atau yang sering dijuluki Paris Van Java ini memiliki banyak ikon mulai dari makanan ataupun segi fashionnya. Membicarakan tentang fashion memang banyak sekali jenisnya, namun untuk yang satu ini sudah tidak asing lagi apa bila kita melihat para kalangan anak muda maupun  orang tua yang memakai bahan denim, mulai dari dibuat celana sampai jaket jeans banyak yang mengenakannya.

Denim menjadi salah satu bahan pakaian yang paling nyaman dikenakan. Memadupadankan denim pun bukan hal yang susah. Meski bisa bermain aman, tidak ada salahnya bereksplorasi agar penampilan tak membosankan.

Namun ada disalah satu tengah-tengah kota Bandung yang dapat kita jumpai yaitu Gang Tamim, sebuah gang kecil yang ada di belakang Pasar Baru. Disana banyak sekali jenis-jenis tekstil yang ditawarkan oleh para penjualnya mulai dari bahan pembuatan denim, kemeja, sampai bahan pembuatan gordenpun tersedia disana.

Konon, Gang Tamim ini sudah menjadi Sentra jeans di Kota Bandung sejak tahun 1960, berawal dari seorang pengusaha bernama Haji Tamim yang berhasil sukses di kawasan Pasar Baru. Dengan kesuksesannya, warga sekitar pun mulai mengikuti jejaknya. Sekarang, wilayah ini penuh dengan toko yang menjual kain, tak heran jika wilayah ini disebut sebagai Sentra Kain di Kota Bandung selain Pasar Baru.

Di sana banyak penjual yang menjual bahan denin dan model denim yang ditawarkan oleh para penjual sangat beragam mulai dari naomi, blue indigo, washed, dan juga banyak varian warna yang disediakan. Harga bahannya pun relatif murah mulai dari Rp 40.000 sampai Rp 50.000 per meter tergantung jenis denim yang diinginkan oleh pembeli.

Untuk para pembeli kain di Gang Tamim tidak hanya bisa membeli bahanya saja, setelah diukur-ukur bahan pembeli bisa langsung menjahitnya karena disana disediakan jasa penjahit.  

Harganya pun sangat terjangkau hanya Rp 45.000 bisa dipesan sesuai selera seperti model celana cutbarai, chino dan skinny, namun rata-rata mereka memesan sesuai dengan trennya tapi tidak perlu khawatir para penjahit di sana selalu mengikuti perkembangan zaman jadi mereka selalu tahu jenis celana yang pembelinya pesan.

Menurut salah satu pelanggan, Syifaa Nurul, kualitas jahitan di Gang Tamim bagus dan awet selain itu hasilnya pun sesuai keinginan. “Kualitas jahitannya bagus kok awet dan sesuai keinginan,” kata Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ekuitas itu belum lama ini.

Walaupun terkenal dengan grosir denimnya  Gang Tamim menjual bahan kain lain seperti chino, sprei dan bahan untuk celana formil.  Pesanan untuk menjahit biasanya meningkat pada waktu menjelang hari raya . Namun, jika kalian ingin custom denim di Gang Tamin,  usahakan jangan di waktu itu ya, biar jahitan bisa cepat beres dan cepat dipakai juga.

Menjahit pakaian membutuhkan waktu yang lama apa lagi kalau ada pesanan menjahit yang banyak, para pembeli tidak usah menunggunya atau mengambil kembali ke Gang Tamim. Karena pakaian yang sudah jadi bisa langsung diantar ke alamat rumah dengan menggunakan jasa pengantar  barang seperti JNE, TIKI atau lainnya. pemesan hanya perlu menambakan ongkos kirimnya saja dan dala hitungan hari pakaian akan tiba di alamat yang tertuju.

Sangat mudah Untuk menuju gang Tamim, karena tempat ini berada persis dibelakang Pasar Baru Kota Bandung yang berdekatan dengan Stasiun selatan Kota Bandung serta Alun-alun Bandung. Namun jika anda membawa kendaraan mobil ataupun sepeda motor, alangkah baiknya kendaraan anda diparkirkan dan berjalan kaki menyusuri jalan Haji Tamim ini, dikarenakan padatnya aktifitas di wilayah tersebut dan tak jarang anda akan menemukan kemacetan.

Cintia Nur Faizah

Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Bahaya Merokok ketika Sedang Berjualan Makanan dan Naik Kendaraan

Netizen Selasa, 26 Januari 2021 | 09:44 WIB

Merokok di tempat umum, terlebih banyak anak-anak atau bayi di sana, tentu bukan hal yang bijaksana dan sangat menggangg...

Netizen, Bahaya Merokok ketika Sedang Berjualan Makanan dan Naik Kendaraan, bahaya merokok,Merokok,merokok di tempat umum,perokok yang egois

Mengapa Netizen Dibutuhkan oleh Media?

Netizen Selasa, 26 Januari 2021 | 09:28 WIB

Netizen dapat turut membantu menyampaikan sekaligus menyebarkan pentingnya nilai-nilai ke-Indonesiaan.

Netizen, Mengapa Netizen Dibutuhkan oleh Media?, netizen,pengelola media online,posisi netizen,media butuh netizen

Kenapa Gedung Kongres Mudah Digeruduk?

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 18:25 WIB

Bila dilihat dari puncak monumen George Washington, gedung Kongres  lebih megah dibanding tiga icon di kawasan inti Wash...

Netizen, Kenapa Gedung Kongres Mudah Digeruduk?, gedung kongres amerika,Donald Trump,senator as,dpr,senat

Bonus Demografi di Tengah Pandemi

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 12:05 WIB

Di tengah maraknya pandemi COVID-19, Indonesia saat ini ternyata sedang mengalami era “Bonus Demografi”.

Netizen, Bonus Demografi di Tengah Pandemi, Sensus Penduduk 2020,Bonus Demografi,Pandemi Covid-19,penduduk usia produktif

Siapa Peduli Angkot?

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 11:35 WIB

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan angkot saat ini sudah tergeser oleh keberadaan ojek online.

Netizen, Siapa Peduli Angkot?, Angkot,Sopir Angkot,fungsi angkot,Ojek Online (Ojol),angkot terdesak ojek online

Pesona Nepal van Java Majalengka: Feature Ecomuseum “Kampung Cibuluh”

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 11:08 WIB

Desain rumah yang tersusun secara teratur serta pemandangan hijau yang disajikan menjadikan kampung ini sebagai Nepal-ny...

Netizen, Pesona Nepal van Java Majalengka: Feature Ecomuseum “Kampung Cibuluh”, Kampung Cibuluh Majalengka,Pesona wisata kampung Cibuluh Majalengka,Kampung Cibulung mirip suasana Nepal,Kampung Cibuluh di kaki Gunung Ciremai,Potensi wisata Kampung Cibuluh

Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 10:06 WIB

Mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan menjadi isu dan agenda prioritas dalam berbagai pertemuan yang diselenggarakan...

Netizen, Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19, Ketahanan Pangan,ketahanan pangan di masa pandemi,isu ketahanan pangan,jaminan ketersedian pangan

Relevansi Penerapan Merdeka Belajar terhadap Pandemi Covid-19

Netizen Minggu, 24 Januari 2021 | 19:07 WIB

Akankah adanya kebijakan merdeka belajar--kampus merdeka relevan untuk diterapkan pada pendidikan tinggi teknik, khususn...

Netizen, Relevansi Penerapan Merdeka Belajar terhadap Pandemi Covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,Merdeka Belajar,Pandemi Covid-19,pendidikan di masa pandemi covid 19,kebijakan merdeka belajar

artikel terkait

dewanpers