web analytics
  

Klaim SP3 Sah, Pendukung Habib Rizieq Minta Hakim Tolak Praperadilan Sukmawati

Senin, 15 Oktober 2018 12:41 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Klaim SP3 Sah, Pendukung Habib Rizieq Minta Hakim Tolak Praperadilan Sukmawati, fpi, habib rizieq

Massa FPI memenuhi separuh Jalan RE Martadinata di depan PN Bandung saat saat pembacaan surat permohonan penolakan praperadilan yang layangkan Sukmawati Soekarnoputri, Senin (15/10/2018). (Eneng Reni/ayobandung)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sidang praperadilan kasus penodaan Pancasila yang menyeret nama Habib Rizieq Shihab terus bergulir. Dalam sidang kali ini, pihak Rizieq meminta hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menolak permohonan gugatan praperadilan yang layangkan Sukmawati Soekarnoputri.

"Kami meminta menolak permohonan pemohon praperadilan untuk seluruhnya," ujar M. Ichwan Tuankotta, salah satu pengacara Rizieq saat membacakan surat permohonan di ruang sidang 1 PN Bandung, Senin (15/10/2018).

Dalam sidang tersebut, tim kuasa hukum Rizieq menegaskan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) yang dikeluarkan Polda Jabar sah. Sebab, menurut dia, pihak Polda Jabar sudah menyatakan perkara tersebut tak dilanjutkan lantaran tak kuat bukti.

"Kami menyatakan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus penodaan Pancasila yang diduga dilakukan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab sah. Karena tidak ada bukti yang mendukung perbuatan tersebut masuk delik pidana," lanjut dia.

AYO BACA : Sukmawati Tidak Kecewa Pentolan FPI Rizieq Shihab di Luar Negeri

Dia pun berbalik menyebut permohonan praperadilan yang diajukan Sukmawati sarat muatan politis. 

"Kami menilai permohonan praperadilan tersebut mengada-ngada, lebih kepada nuansa politis daripada hukum," katanya.

Hakim tunggal, Muhammad Razad, mengatakan sidang tersebut akan dilanjutkan. Agenda selanjutnya adalah mendengarkan jawaban dari pihak Polda Jabar.

"Sudah dibacakan, jadi tinggal jawabannya," papar Razad.

AYO BACA : Sukmawati Soekarnoputri Datangi Kejati Jabar, Ada Apa?

Sementara itu, saat sidang berlangsung puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa di depan PN Bandung. Mereka memprotes upaya hukum praperadilan yang dilakukan pihak Sukmawati Soekarnoputri terhadap keputusan Polda Jabar yang mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus penodaan Pancasila yang diduga dilakukan Imam Besar FPI Habib Rizieq. 

Massa berpakaian putih-putih itu memenuhi separuh Jalan RE Martadinata di depan PN Bandung. Mereka berorasi menggunakan pengeras suara di atas mobil komando. Teriakan takbir bersahutan dari massa FPI. Dalam orasinya, massa FPI menuntut pihak PN Bandung berlaku adil. 

"Aksi pada imam besar kami (Rizieq Shihab) tidak ada keadilan. Kalau dikabulkan (permohonan praperadilan) kami tidak terima dan akan terus bergerak. Kepada majelis hakim, kami minta mengabaikan apa yang dilakukan Sukmawati," ucap seorang pria memimpin orasi.

Dia melanjutkan, jika Rizieq tetap dipojokkan dan ditekan dalam kasus tersebut, massa FPI tidak akan segan tinggal diam. Mereka akan berjuang sampai titik darah penghabisan. 

"Kami tidak akan tinggal diam selama imam besar, guru kami ditekan. Kami tetap perjuangkan sampai titik darah penghabisan," ujar dia. 

Sebelumnya, praperadilan diajukan pihak Sukmawati menyusul SP3 kasus Habib Rizieq. Sidang perdana seharusnya digelar pada Senin kemarin, namun ditunda. Pihak Polda Jabar melalui Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Umar Surya Fana tak mempermasalahkan praperadilan tersebut. Bahkan Polda Jabar kata dia siap menghadapi. Umar menjelaskan alasan dihentikannya penyidikan tersebut lantaran salah satu alasannya yaitu kurang lengkapnya video yang dilaporkan. 

AYO BACA : Sukmawati: Indonesia Tidak Dapat Jadi Negara Islam

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers