web analytics
  

Apindo: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Kamis, 11 Oktober 2018 14:53 WIB Adi Ginanjar Maulana
Bisnis - Finansial, Apindo: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat, apindo jabar,fundamental ekonomi indonesia,krisis ekonomi,depresiasi rupiah,pelemahan rupiah,rupiah

Sejumlah pegawai mengerjakan produk di salah satu pabrik garmen Bandung belum lama ini.(Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Barat optimistis depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang tembus Rp15.000/US$ tidak akan memicu gejolak ekonomi seperti 1998.

Sekretaris Apindo Jabar Martin Benjamin Chandra mengatakan saat ini kondisi pasar di Indonesia terutama Jabar secara fundamental ekonomi masih cukup baik bila dibandingkan dengan negara-negara lain yang terkena imbas sentimen global.

Nilai tukar rupiah yang ada saat ini masih bisa menopang dunia usaha dalam perdagangan. Hal itu dibuktikan neraca perdagangan yang masih cenderung stabil.

Berdasarkan keterangan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia, Indonesia tidak memerlukan pinjaman dari negara-negara lain. IMF sendiri sudah memproyeksikan ekonomi Indonesia pada tahun ini sebesar 5,1%.

"Menurut ekonom nilai tukar riil rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp16.000. Jadi saat ini belum ada masalah bagi dunia usaha," ujarnya kepada Ayobandung.com, Kamis (11/10/2018).

Martin menjelaskan bila nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bukan satu-satunya parameter fundamental ekonomi di Indonesia. Faktor politik Indonesia yang menghadapi Pemilu 2019 pun menjadi parameter.

Oleh karena itu, pemerintah, masyarakat, serta stakeholder perlu menjaga kondusivitas selama hajatan politik. "Hal ini berhubungan dengan iklim investasi," ujarnya.

Kendati demikian, dia memandang pemilu sebagai siklus lima tahunan yang rutin dilakukan tidak akan berimbas terlalu negatif terhadap iklim investasi.

Hal ini berkaca pada pilkada serentak yang berjalan aman tanpa gejolak ekonomi berarti.

AYO BACA : Pelemahan Rupiah, Pengusaha Tahu Cibuntu Menjerit

"Tapi, kami tetap perlu waspada karena dunia usaha perlu jaminan keamanan dan kenyamanan saat menanamkan investasi," katanya.

Aturan Upah Memberatkan

Apindo menyoroti permasalahan yang mendera dunia usaha saat ini justru kenaikan upah setiap tahun.

Martin menjelaskan, kenaikan upah di Jabar misalnya, setiap tahun selalu tinggi. Hal ini tidak selaras dengan performa industri terutama padat karya yang harus bersaing bersama produk luar negeri.

"Sekarang harga produk impor jauh lebih murah dibandingkan dengan lokal. Bahkan, kualitasnya cenderung lebih bagus," ujarnya.

Menurutnya, implementasi PP No. 78/2015 tentang Pengupahan sebenarnya merupakan salah satu bentuk solusi penentuan instrumen upah minimum kabupaten/kota (UMK). Akan tetapi, adanya kepentingan politik memicu beberapa kepala daerah membuat instrumen upah minimum sektoral kabupaten (UMSK).

"Padahal UMK di Jabar sebagian besar di angka 30%, tapi kenapa harus ada UMSK?" katanya.

Ke depan, Apindo mengingatkan penetapan UMK bebas dari kepentingan politik akibat dari janji-janji yang mereka berikan selama kampanye.

"Kita harus hargai adanya peraturan yang menaunginnya (penetapan UMK)," katanya.

AYO BACA : Pelemahan Rupiah Masih Dibayangi Kebijakan The Fed

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Harga Emas Antam Naik, Terkerek Euforia Pelatikan Joe Biden

Finansial Kamis, 21 Januari 2021 | 11:10 WIB

Harga emas Antam kembali melonjak cukup tinggi hari ini, Kamis (21/1/2021). Sebelumnya, harga emas Antam sempat jatuh ke...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Naik, Terkerek Euforia Pelatikan Joe Biden, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,emas antam,Harga Emas,Emas Antam Hari Ini

Ini Hukum Arisan bagi Muslimah

Finansial Rabu, 20 Januari 2021 | 06:30 WIB

Arisan erat dengan kaum hawa. Aktivitas ini adalah bagian dari tradisi yang marak dilakukan oleh kelompok masyarakat sej...

Bisnis - Finansial, Ini Hukum Arisan bagi Muslimah, Arisan,Hukum Arisan,Hukum Arisan bagi muslimah,arisan halal,arisan haram

Serap Rp 24 Triliun, Lelang SUN Jauh Dibawah Target

Finansial Selasa, 19 Januari 2021 | 20:25 WIB

Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 24,45 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana denga...

Bisnis - Finansial, Serap Rp 24 Triliun, Lelang SUN Jauh Dibawah Target, Lelang SUN,Surat Utang Negara (SUN),Kementerian Keuangan (Kemenkeu),obligasi negara

Crazy Rich Surabaya Gugat Antam 1,1 Ton Emas, Ini Penyebabnya

Finansial Senin, 18 Januari 2021 | 18:30 WIB

Pengusaha asal Surabaya bernama Budi Said menggugat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Jumat (15/1/2021).

Bisnis - Finansial, Crazy Rich Surabaya Gugat Antam 1,1 Ton Emas, Ini Penyebabnya, crazy rich surabaya,Antam Digugat 1,1 Ton Emas,PT Aneka Tambang Tbk (Antam)

Harga Emas Antam Terjun ke Posisi Terendah dalam 2 Bulan

Finansial Senin, 18 Januari 2021 | 11:09 WIB

Harga emas Antam kembali turun hari ini, Senin (18/1/2021). Bahkan kali ini harganya menuju posisi terendah dalam dua b...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Terjun ke Posisi Terendah dalam 2 Bulan, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,emas antam,harga emas antam 18 Januari 2021,Emas,Harga Emas,Emas Antam Hari Ini

Dampak Pandemi, OJK: Pembiayaan Multifinance Merosot 17 Persen

Finansial Minggu, 17 Januari 2021 | 16:40 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri pembiayaan mengalami penurunan sebesar minus 17,1 persen secara t...

Bisnis - Finansial, Dampak Pandemi, OJK: Pembiayaan Multifinance Merosot 17 Persen, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Pembiayaan Multifinance

bank bjb Sumbang Kontribusi Program GN Lingkaran BPJS Ketenagakerjaan

Finansial Sabtu, 16 Januari 2021 | 22:21 WIB

Keikutsertaan kembali bank bjb dalam mendukung program kesejahteraan tenaga kerja dan masyarakat ini ditandai dengan pen...

Bisnis - Finansial, bank bjb Sumbang Kontribusi Program GN Lingkaran BPJS Ketenagakerjaan, bank bjb,Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran),BPJS Ketenagakerjaan,Sumbang Kontribusi bank bjb

OJK Siapkan Stimulus Lanjutan Pemulihan Ekonomi

Finansial Jumat, 15 Januari 2021 | 22:42 WIB

Stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan baik di tahun 2020 di tengah tekanan ekonomi yang terjadi akibat pandemi...

Bisnis - Finansial, OJK Siapkan Stimulus Lanjutan Pemulihan Ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK),Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso

artikel terkait

dewanpers