web analytics
  

Disdik Imbau Guru Honor Kabupaten Bandung Tidak Ikut Mogok

Jumat, 5 Oktober 2018 19:40 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Disdik Imbau Guru Honor Kabupaten Bandung Tidak Ikut Mogok, guru honorer mogok, Kadisdik Kabupaten Bandung, aturan CPNS 2018

Ilustrasi. (pixabay.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung mengimbau guru honorer tidak turut dalam aksi mogok mengajar. Mogok masal akan dilaksanakan pada 15-31 oktober sebagai bentuk protes terhadap kebijakan penerimaan calon pengawai negeri sipil (CPNS) kategori II dan umum. 

Kebijakan adanya pembatasan usia maksimal 35 tahun dianggap telah merenggut hak guru honorer kategori II yang sebagian besar berusia lebih dari persyaratan. Seruan mogok mengajar dikeluarkan oleh Front Pembela Honorer Indonesia yang memberitahukan kepada seluruh guru honorer agar mogok mengajar secara massal.

AYO BACA : Aksi Guru dan Tenaga Administrasi Sekolah Honorer

Kepala Disdik Kabupaten Bandung, Juhana mengatakan sebagai tenaga pendidik, guru honorer harus lebih memperhatikan nasib siswa didik yang tidak akan mendapat ilmu juka gurunya mogok kerja.

"Kalau guru honorer mogok, aktivitas belajar mengajar akan terhenti," tutur Juhana, Jumat (5/10/2018).

AYO BACA : Emil Ingatkan Plt Kadisdik Garut Jaga Lisan

Juhana berharap agar pemerintah pusat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.

"Di hari Guru ini, saya berharap pemerintah pusat mempertimbangkan kembali guru honorer menjadi PNS," katanya.

Paling tidak, pemerintah pusat bisa membuat kebijakan yang berpihak kepada honorer.

Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kabupaten Bandung, Toto Ruhiat seruan mogok mengajar memang sempat didengarnya.

"Iya benar, ada seruan mogok massal. Kita mungkin belum mengikuti mogok akan lebih ke pendekatan dialog karena ada berbagai afiliasi," ungkapnya.

AYO BACA : Begini Nasib Honorer K2 yang Tak Bisa Ikut CPNS

Editor: Andri Ridwan Fauzi
dewanpers