web analytics
  

Fanatisme Suporter Sepak Bola Abaikan Rasa Kemanusiaan

Senin, 1 Oktober 2018 19:30 WIB Netizen Netizen

Ilustrasi suporter.(Pixabay)

<p>Haringga Sirla salah satu dari sekian korban tewas akibat fanatisme para pendukung sepak bola di Indonesia.p> <p>Rasa fanatik yang berlebihan sehingga membentuk pola pikir yang tidak rasional. Hal inilah yang kemungkinan dialami suporter sepak bola Indonesia legendaris.p> <p>Sampai mana permusuhan antarsuporter sepak bola Indonesia ini akan berkahir? Tidak <em>kahem> suporter itu seorang manusia. Manusia memiliki akal untuk berpikir untuk bertindak. Di mana seharusnya ada rasa kemanusiaan yang ditanam selama mereka hidup di dunia.p> <p>Menghantam manusia dengan kepalan tangan, benda-benda keras yang terus dilemparkan dan dilayangkan pada tubuh korban. Rasanya seperti sudah mati rasa bagi mereka yang dipukul dan yang memukul.p> <p>Indonesia adalah negara memiliki norma dalam berkehidupan. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.p> <p>Kebencian yang mengakar tidak akan ada ujungnnya kalau tidak ada kesadaran dari dalam diri setiap orang. Pertandingan sepak bola akan terus menjadi medan konflik antarsuporter, api kebencian sulit padam kalau dari diri kita tidak mau meredamnya.p> <p><strong>Alma Triayuna MNstrong>p> <p><strong>Mahasiswi Jurnalisik strong><strong>Sstrong><strong>emester strong><strong>Vstrong><strong> UIN Bandungstrong>p>

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Editor Ayobandung

artikel lainnya

dewanpers