web analytics
  

Cara Menjadi Anggota Pemadam Kebakaran

Kamis, 27 September 2018 18:48 WIB Fathia Uqimul Haq
Bandung Raya - Bandung, Cara Menjadi Anggota Pemadam Kebakaran, Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Ligaswara, Diskar PB Kota Bandung, Cara Menjadi Anggota Pemadam Kebakaran,

Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Ligaswara dan seorang petugas pemadam kebakaran mengepal tangan sebagai tanda semangat di kantor Diskar PB Kota Bandung, Kamis (27/9/2018). (Fathia Uqimul Haq/ayobandung.com)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Profesi pemadam kebakaran adalah pekerjaan yang mulia dengan tugas menyelamatkan makhluk hidup dan lingkungan. Tidak sedikit orang yang ingin menjadi pemadam kebakaran mengingat siswa-siswi SD biasanya diperkenalkan tentang segala profesi. 

Berbagai kriteria perlu dimiliki oleh segenap warga yang ingin menjadi seorang "fire fighter". Upayanya akan selalu diingat orang dan jasanya tidak pernah terbilang. Mulai dari memadamkan api pada alang-alang, hingga menyelamatkan satu manusia yang hendak bunuh diri. 

Berikut  syarat menjadi seorang pemadam kebakaran menurut Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulanan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara.

AYO BACA : Diskar PB Kota Bandung Kekurangan Personel

1. Diusahakan Pemuda

Secara kriteria, pemuda masih memiliki raga yang kuat. Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana mendorong pemuda untuk mendaftarkan diri menjadi seorang fire fighter yang bertugas dengan hati, bukan cuma mencari uang. Sehingga sikap heroime dan motivasi pengabdian terpatri dalam diri. Bagi perempuan juga bisa lho, biasanya bekerja di balik layar seperti di bagian teknologi dan informasi. Maksimal usia 35 tahun.

2. Tes Fisik

AYO BACA : Kadiskar PB Berjiwa Petualang Sejak Dini

Setelah lolos tahapan administrasi, calon fire fighter akan dites fisik seperti pada umumnya. Diutamakan bagi mereka yang bisa berenang, memiliki pengetahuan rescue, dan teknik dasar. Utamanya berintegrasi dan sepakat bahwa ini adalah tugas pengabdian. 

3. Tak kenal waktu

Seorang pemadam kebakaran bekerja 24 jam. Artinya tak kenal waktu ketika bencana tengah melanda. Dia harus siap lahir batin kala ada kebakaran tengah malam, atau bencana di siang hari. 

4. Bertaruh Nyawa

Dua anggota Ferdi pernah meninggal dalam tugas saat mengirim sarapan untuk teman-temannya yang tengah melakukan pendinginan pada kebakaran di Jalan A.H. Nasution. Kejadian yang menimpa pukul 23.30 WIB itu membuat para pemadam tidak tidur semalaman. Namanya Iman dan Trisna. Mereka berdua sedang masuk ke area kebakaran, kemudian dinding besar yang tinggi dari atas jatuh menimpa. Alhasil, Iman meninggalkan anaknya yang masih balita, dan Trisna pun tutup usia.

AYO BACA : Tips Pencegahan Kebakaran ala Kepala Diskar PB

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers