web analytics
  

Selamat Jalan Haringga Sirila

Senin, 24 September 2018 05:52 WIB Netizen Netizen
Netizen, Selamat Jalan Haringga Sirila, haringga sirilia,the jak,persib,persib vs persija

Ilustrasi duka cita.(ayopersib)

Citra Kota Bandung sebagai tuan rumah El Clasicco Liga Indonesia ternoda. Haringga Sirila, pendukung kesebelasan Persija Jakarta, dikeroyok oknum pendukung Persib Bandung hingga meninggal dunia. Aparat Polrestabes Bandung sudah menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Peristiwa  di komplek Stadion Gelora Bandung  Lautan Api itu pada Minggu, (23/9/2018), belum tentu berakhir sampai di sini. Kematian itu akan tetap dikenang  dan menodai kemenangan tuan rumah 3-2 atas Persija Jakarta.

Persoalannya, apakah peristiwa sedih itu dapat menjadi titik tolak untuk menciptakan kondisi persepakbolaan yang lebih baik? Atau sebaliknya?

Suporter atau penonton berperan penting dalam pertandingan sepak bola. Tanpa kehadiran mereka, pertandingan dipastikan hambar. Hanya ada 22 orang di stadion yang luas, sepuluh diantaranya berlari kesana kemari mengejar sebuah bola di lapangan berbentuk persegi panjang.  Suatu permainan orang dewasa yang masa kecilnya tidak bahagia.

Apa yang mendorong ke delapan tersangka itu berbuat beringas?  Kesimpulan terhadap pertanyaan, kelak akan diketahui bila aparat kepolisian selesai memeriksa para tersangka.

Berbagai ulasan ilmiah maupun populer menyebutkan, keberingasan lazimnya berasal dari fanatisme yang berlebihan. Fanatisme yang menjadi sumber  perlindungan yang berlebihan bagi klubnya. Tidak boleh dikalahkan, tak boleh diganggu atau tiada seorang pun dengan identitas berbeda melintas di kawasannya. Mungkin, seperti macan yang melindungi anaknya.

Tindakan beringas, dapat pula berasal dari latar belakang para suporter. Barangkali karena didasarkan kepada kehidupan sehari-hari yang sumpek, maka mereka menemukan ‘jalan keluar’ ketika menyaksikan pertandingan sepak bola. Bebas berteriak dan bertingkah laku.

Latar belakang dan  mendukung kesebelasan sama membuat secara mendadak terbentuk ‘kelompok’ yang mempunyai nilai-nilai, pandangan dan prinsip yang sejenis.  Merekapun secara sadar atau tidak lalu bersama-sama melakukan sesuatu.

Dua Gubernur Prihatin

Apapun alasannya, nasi telah menjadi bubur. Masalahnya sekarang  bagaimana  membuat pertandingan  dua kesebelasan yang bertetangga ini menjadi aktifitas yang menghibur. Bila ada istilah kedewasaan berpolitik, maka wajar pula jika ada kedewasaan menyaksikan dan menyikapi hasil pertandingan sepakbola. Jangan  sampai fanatisme yang berlebihan menjadi pangkal bencana, hingga muncul kata-kata musuh bebuyutan.

Dalam hubungan ini,manajemen klub sepakbola mau tidak mau harus mengkondisikan para pendukungnya agar searah dengan visi-misi klub. Mengingat nama klub tercoreng karena nama klub terbawa-bawa dan bisa terkena sanksi. Pengkondisian ini merupakan konsekuensi dari hadirnya manajemen industri sepakbola. 

Kematian Haringga Sirila, 23, meyulut keprihatinan banyak pihak, termasuk  Gubernur DKI Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Saya sangat berduka cita atas meninggalnya suporter Persija atas nama Haringga Sirilla, warga Cengkareng tadi siang. Sangat kecewa dan menyesalkan tindakan biadab oknum Bobotoh yang menodai kemenangan tim Persib yg di dapat dgn susah payah. Bagaimanapun, dalam situasi seperti ini, secara kemanusiaan, saya pribadi memohon maaf kepada keluarga korban dan rekan2 The Jak Persija. Saya sudah meminta kepolisian untuk menangkap dan menghukum seberat-beratnya kepada oknum biadab yang terlibat. Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk kita semua untuk tidak melakukan fanatisme berlebihan, karena merah putih dan Indonesia Raya kita masih sama. Bagi saya lebih baik tidak ada liga sepakbola jika harus mengorbankan nyawa manusia. Hapunten," tulis Ridwan Kamil.

"Kita tidak ingin kejadian ini berulang. Kita sendiri tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi sehingga orang bisa bertindak seganas itu. Nanti kita harus tanya pada mereka yang ahli soal ini sehingga kita bisa tahu apa sesungguhnya faktor utama, penyebab kejadian yang ganas dan brutal seperti itu," kata Anies di Monas, Jakarta, Senin (24/9).

Selayaknya sekalian ucapan keprihatinan dapat diubah menjadi tindakan nyata, guna mencegah hadirnya tindakan yang tidak patut.

Farid Khalidi

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Editor Ayobandung

artikel terkait

dewanpers