web analytics
  

UPT Tekstil Bisa Bantu IKM Tekan Biaya Produksi

Selasa, 18 September 2018 17:27 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, UPT Tekstil Bisa Bantu IKM Tekan Biaya Produksi, Menperin, Airlangga Hartarto, UPT Tekstil Majalaya, IKM, Solokanjerukj

Menteri PerindustrianRepublik Indonesia, Airlangga Hartarto bersama Sekda Jabar Iwa Karniwa mengunjungi Sub Unit Pengembangan Industri Pertekstilan di Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Selasa (18/9/2018). (Mildan Abdalloh/ayobandug).

SOLOKANJERUK, AYOBANDUNG.COM--Menteri PerindustrianRepublik Indonesia, Airlangga Hartarto bersama Sekda Jabar Iwa Karniwa mengunjungi Sub Unit Pengembangan Industri Pertekstilan di Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Selasa (18/9/2018).

Sub Unit Pertekstilan yang berada di bawah Dinas Industri dan Perdagangan Jawa Barat tersebut, mempunyai beberapa mesin yang membantu Industri Kecil Menengah di sekitar Kecamatan Solokanjeruk dan Majalaya.

Sekda Jabar, Iwa Karniwa mengatakan sub Unit Pertekstilan di daerah tersebut merupakan pembinaan kepada IKM di sekitar Majalaya dan Solokanjeruk yang selama ini terkenal akan industri tekstil.

"Ada beberapa mesin yang biasa digunakan oleh IKM. Sebagai maklun bagi IKM yang tidak mempunyai mesin," tutur Iwa.

Menurut Iwa, pelaku IKM hanya tinggal membeli bahan baku dan membawanya ke Sub Unit pertekstila untuk dirajut menjadi kain.

AYO BACA : Golkar Jabar Lantik Bappilu Pertama di Indonesia

"Prinsipnya akan secara baik melayani IKM jika membutuhkan proses produksi. Biaya produksinya lebih murah jika dibandingkan dengan maklun di swasta, karena di sini ada subsidi langsung dari Pemprov Jabar," katanya.

Dengan demikian, keberadaan sub Unit pertekstilan tersebut bisa membantu IKM menyelesaikan masalah biaya produksi, yang mana saat ini sedang dibebani dengan tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang membuat harga bahan baku naik.

"Karena nilai tukar rupiah sedang anjlok, harga bahan baku kain menjadi tinggi. Nah, ini bisa menjadi solusi dalam biaya produksi, karena retribusi yang dikenakan tidak terlalu tinggi," ujarnya.

Sementara itu Airlangga Hartarto menilai keberadaan Sub Unit Pertekstilan tersebut merupakan bentuk layanan pemerintah kepada masyarakat.

"Ini bagian dari publik service terutama untuk IKM, tentu kami lihat utilitasnya lebih baik dan sangat membantu masyarakat," tutur Airlangga.

AYO BACA : Airlangga Hartarto: Pemilu 2019 Paling Kompleks Sedunia

Salah seorang pelaku IKM di Majalaya, Iwan Kartiwa mengatakan keberadaan sub unit pertekstilan tersebut dirasakan membantu pelaku IKM terutama dalam biaya produksi.

"Jika dilihat biaya produksi, jelas sangat membantu. Lebih murah 25% dibanding dengan swasta," ujarnya.

Dia mencontohkan untuk ukuran benang tertentu, jika menggunakan mesin di swasta retribusi yang digunakan bisa mencapai Rp4.000/kg benang. Sementara di sub unit pertekstilan hanya dikenakan tarif Rp3.000/kg benang.

Namun, kata Iwan, keberadaan mesin di sub unit tersebut masih terbatas, yang mana hanya terdapat satu unit mesin twis dan empat mesin lainnya.

Hal tersebut menyebabkan produksi yang dihasilkan tidak terlalu banyak. Terlebih pelaku IKM yang menggunakan jasa Sub Unit Pertekstilan cukup banyak.

"Mesinnya masih kurang, harusnya ada bantuan pengadaan mesin lagi, supaya produksi bisa lebih banyak. Jam kerjanya juga harus ditambah, karena di sini produksi hanya dilakukan saat jam kantor (8 jam)," tandasnya. 

AYO BACA : Umuh: Pengunduran Laga Persib vs Persija Rugikan Tim

Editor: Andri Ridwan Fauzi
dewanpers