web analytics
  

Emil Ingatkan Plt Kadisdik Garut Jaga Lisan

Senin, 17 September 2018 15:49 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Emil Ingatkan Plt Kadisdik Garut Jaga Lisan, Gubenrur Jabar, Ridwan Kamil, Plt Kadisdik Garut, Djajat Darajat

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Eneng Reni N Jamil/ayobandung).

DIPONEGORO, AYOBANDUNG.COM--Celetukan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Garut, Djajat Darajat yang menyatakan guru honorer ilegal dan seluruh tanda tangan rapor siswa yang ditandatangi guru honorer tidak sah, mendapatkan tanggapan dari Gubernur Jawat Barat, Ridwan Kamil. Emil--sapaan Ridwan Kamil--menyampaikan agar urusan polemik ini bisa diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.

"Saya harap kisruh guru honorer di Garut bisa diselesaikan di tataran Pemkab. Karena itu mah urusan Pemkab Garut," ungkap Ridwan Kamil kepada ayobandung.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/9/2018).

Meski demikian, Emil menitipkan pesan bagi pejabat pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Djajat Darajat, untuk senantiasa menjaga lisannya. Lantaran berkaca pada sebuah peribahasa "Mulutmu, harimaumu". Peribahasa ini mengingatkan bahaya sebuah ucapan seseorang yang bisa berujung petaka.

"Intinya saya harap Kepala dinas (Plt Kepala Dinas Pendidikan Garut, Djajat Darajat) menjaga lisan saja," ujar Emil.

AYO BACA : Bupati Garut: Guru Honorer Dikasih Rp200 ribu per Bulan

Karena pernyataan Djajat Darajat yang dianggap melecehkan dan merendahkan martabat pengajar ini, tak tangung-tangung, rencananya, selama dua hari terhitung Senin-Selasa (17-18/9/2018), ribuan guru honorer dari SD hingga SMA akan melakukan mogok mengajar.

Aksi ini menjadi bukti kekecewaan para guru honorer atas pernyataan Plt Kadisdik Garut, dan menuntut SK Bupati Garut dan mempertanyakan pernyataan Plt Kepala Dinas Pendidikan Garut, Djajat Darajat, yang menyinggung guru honorer. 

Alhasil, para guru honorer pun menuntut dikeluarkannya SK Bupati untuk guru honorer agar memiliki kejelasan payung hukumnya untuk mendapatkan hak-hak guru seperti sertifikasi.

Selain mogok mengajar, mereka pun akan melanjutkan aksinya dengan menggelar demo jalanan secara besar-besaran keesokan harinya, di depan kantor Bupati dan DPRD Garut dengan tema 'Jihad Guru'.

Imbas dari aksi ini sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Garut, sengaja diliburkan semisal Sejumlah SD di Garut seperti di Kecamatan Samarang. Namun di sejumlah sekolah lainnya, proses belajar masih diberikan kepada siswanya dengan tetap dilaksanakan oleh para pengajar guru berstatus PNS.

AYO BACA : Guru Honorer Gelar Demo, Aktivitas Belajar Terganggu

Editor: Andri Ridwan Fauzi

artikel terkait

dewanpers