web analytics
  

Enggar Respons Tudingan Kritis Rizal Ramli soal Impor Pangan

Jumat, 14 September 2018 12:53 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Eneng Rina)

SETIABUDI, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita merespons tudingan mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli terkait persoalan Impor pangan, di antaranya soal beras.

Sebelumnya, Rizal menuding Enggar melakukan Impor secara berlebihan, sehingga membuat rupiah melemah terhadap dolar AS. Selain itu, Rizal juga mengatakan Presiden Joko Widodo tak berani menegur Enggar karena merupakan anak buah dari Surya Paloh, Ketua Partai NasDem.

Terkait dengan tudingan Impor berlebihan, Enggartiasto dengan tegas mengungkapkan  mekanisme terkait import pangan dilakukan melalui Rapat Koordinasi. Rapat itu, menurut Dia, diikuti oleh Menteri Pertanian, Direktur Bulog, dan dirinya sendiri.

"Saya tadi bilang, dia lupa barang kali efek eranya berbeda. Pada waktu dia jadi menteri, dia main tunjuk-tunjuk aja. Saya juga gak tahu, dulu dia mimpin rapat atau tidak. Tapi sekarang itu melalui satu rapat koordinasi (Rakor) yang dipimpin Menko perekonomian. Hadir juga menteri pertanian, hadir saya, hadir dirut Bulog. Rapat ini membahas berapa kebutuhan import," ungkap Enggar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung Jumat (14/9/2018).

Atas tudingan itu pula, Enggar menegaskan berdasarkan keputusan rapat tersebut, dirinya mengirimkan surat penugasan berdasarkan ketentuan, yakni mengenai Bulog dan Impor.

Diketahui, Rizal sendiri pernah menjadi Kepala Bulog periode 2000-2001. Dia menuturkan saat ini tender Impor beras sudah dilakukan secara terbuka. Pasalnya informasi tersebut dapat diakses melalui situs di Thailand maupun Vietnam.

"Atas dasar kebutuhan itu saya mengirim surat kepada Bulog, agar dia melakukan import. Bulog di bawah menteri BUMN, dan dilakukan dengan tender terbuka. Info itu gampang sekali di akses di website. Mungkin pak Rizal tidak bisa membuka website, soalnya itu seharusnya ada," ujar Enggar.

Sebelumnya tanggapan Enggar ini muncul usai Rizal Ramli mengatakan bahwa Enggar merupakan biang kerok dari melemahnya rupiah terhadap dolar. Dalam salah satu acara stasiun TV swasta beberapa waktu lalu, Rizal juga mengatakan bahwa Enggar tak ditegur karena merupakan kader NasDem yang dipimpin oleh Surya Paloh.

Di sisi lain, dalam kesempatan berbeda Agustus lalu, Enggar mengatakan pemerintah bakal mengimpor beras sebanyak dua juta ton. Ini terdiri dari Impor bertahap yakni 500 ribu ton sebanyak dua kali serta 1 juta ton.

Dia menjelaskan keputusan Impor secara bertahap diambil untuk mengendalikan harga beras sebagai antisipasi kemarau. Ia mensinyalir musim kemarau berpotensi membuat produksi beras turun.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers