web analytics
  

Rupiah Melemah, Ini yang Bisa Warga Lakukan

Kamis, 13 September 2018 19:11 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Rupiah Melemah, Ini yang Bisa Warga Lakukan, kurs rupiah, rupiah melemah, dolar AS naik, harga pangan naik, Acuviarta Kartabi

Ilustrasi. (unsplash.com).

SUKAJADI,AYOBANDUNG.COM--Nilai tukar rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di semester kedua 2018 ini mulai memunculkan dampak. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, termasuk beberapa komoditas pangan.

“Yang paling terasa adalah kenaikan komoditas bahan makanan ; terigu, kedelai, termasuk juga komoditas sandang, artinya tekstil dan apparel,” ujar pengamat ekonomi, Acuviarta Kartabi, ketika dihubungi ayobandung.com, belum lama ini.

Menurut perkiraannya, bila pergerakan nilai tukar tersebut semakin dalam, maka dampak kenaikan harga juga akan dirasakan para konsumen komoditas bahan makanan lain, seperti telur dan daging—makanan dengan kandungan nilai impor tinggi. Meski demikian, saat ini kondisi rupiah mulai menunjukan tren positif.

“Bulan Agustus kita 'kan deflasi, artinya tidak ada kenaikan (harga) secara umum. Saya melihat,  kalau memang dalam satu hingga dua minggu ke depan fluktuasi ini lebih mengarah pada apresiasi rupiah, maka saya kira tidak ada kenaikan (harga),” jelasnya.

Menurutnya, bila hingga akhir tahun 2018 posisi nilai tukar rupiah terus menguat, maka dampak kenaikan harga sejumlah komoditas dapat dihindari.

AYO BACA : Upah Buruh Tahu Cibuntu Menyusut Akibat Rupiah Melemah

Guna mewujudkan hal tersbut, ia berpesan pada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak ikut berspekulasi.

“Pertama, masyarakat juga tidak ikut berspekulasi. Artinya berpikiran bahwa bulan depan atau minggu depan akan terjadi kenaikan (harga). Sehingga (barang-barang) diborong sekarang,” ungkapnya.

Kedua, dia berharap masyarakat dapat membantu mengoptimalkan konsumsi produk-produk dalam negeri.

“Produk dalam negeri itu harus lebih dioptimalkan. Kenapa? Tentu karena sekarang harganya menjadi lebih kompetitif,” jelasnya.

Mulai hari ini, Kamis, (13/9/2018), pemerintah akan memberlakukan kenaikan tarif PPh impor untuk 1.147 komoditas barang hingga mencapai 10%. Diharapkan, hal tersebut mampu mendorong masyarakat untuk beralih mengkonsumsi dan menggunakan produk lokal.

AYO BACA : Pelemahan Rupiah Terhadap Dollar

Editor: Andri Ridwan Fauzi
dewanpers