web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Gambar Penis Berukuran Jumbo Terekam Google Maps

Jumat, 24 Agustus 2018 10:03 WIB Redaksi AyoBandung.Com

Ilustrasi Google Maps. (google) (Ist)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Google Maps adalah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360°, kondisi lalu lintas, dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda (versi beta), atau angkutan umum.

Saat menjelajah dunia menggunakan layanan ini tak jarang penggunanya menemukan peristiwa atau foto-foto aneh. Seperti kecelakaan, mobil tabrakan, ibu terjatuh dari motor, orang berciuman, dan objek-objek aneh. 

Salah satu citra tak lazim yang terekam oleh google maps adalah gambar alat kelamin pria berukuran besar di sebuah lapangan.   

AYO BACA : Niat Besarkan Penis? Hati-hati Tidak Bisa Berdiri

AYO BACA: Hewan Ini Miliki 4 Penis dan 414 Kaki

Ingin tau gambarnya?

Bukalah aplikasi google maps dan gunakan mode satelit. Setelah itu ketik "Point Lonsdale Victoria 3225, Australia" di kolom pencarian.

AYO BACA : Kenali Penyebab 6 Rasa Sakit Umum pada Mr P

Google maps akan mengarahkan pada kawasan yang dicari, sebuah lapangan dengan nama Lonsdale Lakes Wildlife Reserve.

AYO BACA: Selain Lezat, Ini 4 Fakta Unik Ikan Penis yang Sempat Viral

Arahkan cursor pada sebuah lapangan berbentuk lingkaran di bagian barat laut atau arah jam 11. Setelah itu zoom. Anda akan menemukan gambar alat kelamin pria yang dibuat oleh seorang seniman yang tidak diketahui identitasnya.

Disitat dari Unilad, gambar alat kelamin pria tersebut berukuran panjang 50 meter atau setara dengan kolam renang standar olimpiade dibuat oleh seseorang yang dikenal dengan nama ‘Aussie’s wiener’.

Gambar tersebut sudah dihapus dari lapangan, namun citranya yang terekam di google maps masih belum diperbarui sehingga gambar alat kelamin itu masih bisa terlihat dari luar angkasa.

AYO BACA: Heboh Ikan 'Penis' Bertebaran di Pantai Ini, Mau?

AYO BACA : Sains Menemukan Ukuran Rata-rata Mr P

Editor: Andres Fatubun
dewanpers