web analytics

Indonesia-Amerika Bakal Naikkan Nilai Perdagangan 50 Miliar Dolar AS

clockRabu, 8 Agustus 2018 15:24 WIB userEneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Indonesia-Amerika Bakal Naikkan Nilai Perdagangan 50 Miliar Dolar AS, Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, Indonesia-Amerika, Nilai Perdagangan 50 Miliar Dolar AS

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita. (Eneng Reni N Jamil/ayobandung).

SETIABUDHI, AYOBANDUNG.COM--Solusi dari langkah Indonesia di World Trade Organization (WTO) mengharuskan pemerintah mengubah beberapa peraturan. Salah satunya melalui upaya  Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, bersama Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS), Wilbur Ross, bakal membuat roadmap perdagangan untuk meningkatkan nilai perdagangan Indonesia-AS menjadi US$50 miliar. Saat ini, keduanya sepakat nilai perdagangan Indonesia-AS terlalu rendah, yaitu 28 miliar dolar AS.

Dialog ini hasil dari pertemuan Mendag RI dengan Mendag AS dalam agenda kunjungan Mendag RI ke kantor United States Trade Representative (USTR) di Washington DC, pada 23–27 Juli 2018 lalu untuk membahas mengenai fasilitas generalised system preference (GSP). 

"Sebenarnya isu WTO Itu telah selesai dengan kesepakatan kerja sama dan peningkatan creat antara Indonesia dengan Amerika dari 28 miliar dolar AS sepakat akan mencapai 50 miliar dolar AS. Dengan roadmap bagaimana kita mencapai 50 juta dolar AS itu. Tetapi Amerika juga mengindikasikan mereka memerlukan bukti, bukan hanya MoU. Karena beberapa langkah pada waktu lalu bertentangan dengan ketentuan di WTO,"  ungkap Enggar saat ditemui awak media di Kota Bandung, Rabu (8/8/2018). 

Pemerintah Indonesia dan Amerika telah sepakat menyiapkan draf menteri serta menentukan Non-Tarif Barrier. Namun, sambil menunggu implementasi dari perubahan itu, sesuai dengan prosedur, Indonesia tidak mengimplementasikan hal tersebut. Amerika bakal langsung melaporkan kepada WTO dengan sanksi 300 juta dolar AS.

AYO BACA : Modus Baru, Perdagangan Ilegal Satwa Liar via Kurir IT

"Saya tidak terlalu khawatir karena kita akan menyelesaikan semua itu. Kan kita menyelesaikan, (sudah) janji. Nah, mereka melakukan itu dulu. Solusinya kami membuka akses pasar kepada mereka sebab dari 28 miliar dolar AS hampir 50% perdagangan kita surplus dari mereka," katanya.

Di sisi lain, Enggar mengungkapkan beberapa poin pembahasan dalam kunjungan itu, juga meminta pemerintah AS membuka pasar produk tekstil Indonesia lebih luas di AS. Lantaran pangsa pasar produk tekstil Indonesia di AS saat ini disebutkannya hanya sebesar 4,5%. 

Diakuinya, bahan baku katun untuk produk tersebut tidak sedikit diimpor dari AS. Namun, pangsa pasar Cina di AS lebih tinggi dari Indonesia, yakni mencapai 26%. Adapun dalam lobi soal pertekstilan ini, Pemerintah Indonesia melibatkan juga para pelaku usaha dari Indonesia melalui Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), dari AS ada juga asosiasi katun dan tekstil AS. 

"Kapas kita juga impor, tapi saya bilang kita akan absorb kapas tapi saya juga minta market share kita untuk ekspor germen dan tekstil naik. Karena yang China 26,5% kita hanya 4,5%. Saya bilang, tolong dinaikkan, tolong kasih prioritas juga. Karena dengan kita banyak meningkatkan ekspor tekstil dan garmen, itu pasti impor kapas kita juga meningkat. Jadi kita dengan Amerika itu tidak bersaing, kita komplementer," ucapnya.

AYO BACA : Modus Baru Perdagangan Orang ke Cina

Bukan hanya itu, Enggar juga meminta pemerintah AS menghapuskan kenaikan tarif bea masuk baja dan aluminium dari Indonesia. Upaya ini menindaklanjuti putusan Presiden AS, Donald Trump, yang mengenakan bea masuk 25% untuk impor baja dan 10% untuk aluminium. 

Karena itu, pemerintah Indonesia berusaha melobi  kenaikan tarif tersebut dengan melihat bahwa perusahaan Boeing AS ini mengaku membutuhkan komoditas tersebut. Karena saat ini, produk aluminium Indonesia dikenakan tarif 25% untuk biaya masuk. Sementara produk share impor Aluminium Indonesia hanya 0,23% 

"Jadi kalau kamu (Amerika) charge 25% ini tidak akan mematikan karena komplimenter dan tidak diproduksi di amerika. Jadi saya bilang ke mereka, kalau dipakai ada dua pilihan yaitu mereka harus menurunkan provit Boeing atau naikkan harganya. Kalau dinaikan harganya saya tentu akan lihat harga Airbus, namanya dagang pasti bicara gitu," ungkapnya.

Sementara itu, sudah ada komitmen bisnis secara internal antara pengusaha Indonesia dengan Boeing. Pengusaha Indonesia ada yang akan melakukan investasi untuk pengembangan bioavtur di Boeing. 

"Kalau kita kena tarif 25% otomatis biaya produksi Boeing juga naik dan bisa lebih mahal dari kompetitornya," ucap Enggar. 

Dalam kunjungan ke AS itu, Mendag juga sempat bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian AS. Dalam pertemuan tersebut, Enggar menyampaikan bahwa tidak ada non-tarrif barrier bagi produk agriculture AS. 

"Karena memang putusan WTO mengharuskan kita mengubah itu. Penetapan regulasi ini tidak ada pilihan lain, karena kita anggota dari WTO. Karena kalau kita tidak mau, maka kita tidak bisa ekspor. Jadi kita, atau perdagangan itu tidak boleh menang sendiri. Eksekusinya juga segera, kita sudah mulai keluarkan surat persetujuan impor yang notabene kita butuhkan," tandasnya. 

AYO BACA : Menteri Perdagangan Pastikan Beras Medium Tidak Lebih dari HET

Editor: Andri Ridwan Fauzi

terbaru

Sekolah Kembali Online, Waspada Anak Alami Penurunan Kemampuan Akademi...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:43 WIB

Praktisi psikologi mengungkapkan, anak, remaja, dan dewasa akan mengalami berbagai macam gangguan kesehatan mental di te...

Bandung Raya - Bandung, Sekolah Kembali Online, Waspada Anak Alami Penurunan Kemampuan Akademik, Belajar Online,dampak belajar online,efek belajar online,penurunan kemampuan akademik,kemampuan akademik,DP3A Kota Bandung

Warga Bandung Diminta Tidak Lakukan Aksi 24 Juli

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:07 WIB

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya meminta masyarakat tidak melakukan aksi pada 24 Juli 2021. Pasalnya aks...

Bandung Raya - Bandung, Warga Bandung Diminta Tidak Lakukan Aksi 24 Juli, Demo 24 Juli 2021,Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya,Polrestabes Bandung,Demo Jokowi End Game

CEK FAKTA: Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:09 WIB

Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli 2021

Bandung Raya - Bandung, CEK FAKTA: Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli 2021, aksi rusuh 24 juli,cek fakta aksi rusuh 24 juli,otak aksi rusuh 24 juli,Universitas Parahyangan (Unpar),Taffarel Giovanni Montero

Warna-Warni Perayaan Wisuda Juli ITB 2021

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 12:17 WIB

Perayaan Wisuda Juli Institut Teknologi Bandung 2021 telah sukses digelar mulai dari tanggal 3 Juli 2021 hingga 18 Juli...

Bandung Raya - Bandung, Warna-Warni Perayaan Wisuda Juli ITB 2021, wisuda ITB 2021,warna-warni wisuda itb 2021,wisuda itb,perayaan wisuda itb 2021

Peringati Hari Anak, Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Mal...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 11:56 WIB

Peringati Hari Anak, Justru Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Malah Meningkat

Bandung Raya - Bandung, Peringati Hari Anak, Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Malah Meningkat, kekerasan terhadap anak,Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A,Kasus kekerasan pada anak,peringatan Hari Anak Nasional 2021

Tips Berkendara Membawa Barang di Sepeda Motor

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:15 WIB

Ini Tips Berkendara Membawa Barang di Sepeda Motor

Bandung Raya - Bandung, Tips Berkendara Membawa Barang di Sepeda Motor, yamaha,tips bawa barang,Yamaha Riding Academy (YRA)

Cuaca Bandung Hari Ini Pagi Cerah Berawan, Siang dan Sore Hari Hujan

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 05:17 WIB

Sabtu, 24 Juli 2021 Cuaca Bandung Pagi Cerah Berawan, Siang dan Sore Hujan

Bandung Raya - Bandung, Cuaca Bandung Hari Ini Pagi Cerah Berawan, Siang dan Sore Hari Hujan, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,Prakiraan Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG

Jadwal Salat Wilayah Kota Bandung dan Sekitarnya, Sabtu, 24 Juli 2021

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 04:58 WIB

Jadwal salat untuk wilayah Kota Bandung dan sekitarnya, Sabtu, 24 Juli 2021 dilansir dari situs Kementerian Agama.

Bandung Raya - Bandung,  Jadwal Salat Wilayah Kota Bandung dan Sekitarnya, Sabtu, 24 Juli 2021, Jadwal Salat,jadwal salat di Bandung,Jadwal Salat Kota Bandung

artikel terkait

dewanpers
arrow-up