web analytics
  

Presiden Venezuela Selamat dalam Serangan Drone

Minggu, 5 Agustus 2018 13:09 WIB Andri Ridwan Fauzi
Umum - Internasional, Presiden Venezuela Selamat dalam Serangan Drone, Presiden venezuela, Nicolas Mauro, serangan drone

Presiden venezuela, Nicolas Mauro. (latimes.com)

CARACAS, AYOBANDUNG.COM--Presiden Venezuela, Nicolas Maduro selamat dari serangan drone yang meledak saat menyampaikan pidato dalam acara militer, Sabtu (4/8/2018) wakru setempat.

Menteri Informasi, Jorge Rodriguez menjelaskan, presiden dan sejumlah pejabat senior yang mendampinginya berhasil selamat tanpa terluka. Nicolas Maduro menjadi target serangan ledkan drone tersebut. 

Seorang warga Venezuela yang berada di dekat acara di Caracas tersebut mengaku telah mendengar dua ledakan.

Sementara itu sejumlah foto yang beredar di media sosial menunjukkan para pengawal pribadi Maduro tengah melindungi presiden dengan papan hitam anti-peluru. Sebuah foto lain menggambarkan seorang tentara yang mengalami luka berdarah di bagian kepala saat diangkut koleganya.

Maduro, seorang mantan supir bus yang menggantikan pemimpin kharismatik Presiden Hugo Chavez saat meninggal pada 2013 lalu, pada Mei lalu baru saja memenangi pemilihan umum untuk menjadi penguasa Venezuela selama enam tahun ke depan.

Sejumlah pejabat pemerintahan Venezuela mengecam serangan "teroris" pada Sabtu. Saat itu, pidato Maduro dalam acara angkatan bersenjata yang disiarkan televisi berhenti tiba-tiba sementara para tentara terlihat melarikan diri sesaat sebelum siaran dihentikan.

Saat Maduro membicarakan soal perekonomian Venezuela, suara televisi tiba-tiba hilang sementara dia dan beberapa orang di podium nampak mendongak ke atas sambil ketakutan. Kamera kemudian beralih ke arah tentara yang mulai berlarian.

Venezuela adalah negara yang tengah menderita krisis ekonomi selama lima tahun terakhir sehingga menyebabkan bencana kelaparan, lonjakan inflasi ribuan persen, dan gelombang emigrasi massal.

Venezuela, yang dulu sempat menikmati perekonomian sosialis dengan topangan produksi minyak besar, tumbang sejak 2014 akibat jatuhnya harga minyak dunia.

Sebagai seorang yang mendaku diri sebagai "anak" Chavez, Maduro mengaku tengah memerangi konspirasi para "imperialis" yang ingin menghancurkan sosialisme dan merampok minyak Venezuela. Namun para musuh politiknya menuding sang presiden sebagai seorang otoriter yang menghancurkan negara makmur.

Pada tahun lalu, seorang polisi Oscar Perez membajak sebuah helikopter lalu menembakkan senjata api ke sejumlah gedung pemerintahan untuk melawan apa yang dia sebut sebagai diktator. Perez kemudian tewas pasukan pemerintah.

Editor: Andri Ridwan Fauzi
dewanpers