web analytics
  

Mengintip Kampung Bendera di Garut, Produknya Dijual ke Seluruh Indonesia

Rabu, 1 Agustus 2018 21:40 WIB Hengky Sulaksono
Umum - Regional, Mengintip Kampung Bendera di Garut, Produknya Dijual ke Seluruh Indonesia, Kampung bendera garut,bendera merah putih,kampung bendera

Suasana pembuatan bendera merah putih di Kampung Bendera Garut.(Hengky Sulaksono/ayobandung.com)

GARUT, AYOBANDUNG.COM--Sejak beberapa bulan lalu, para pengrajin bendera di Desa dan Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, sudah disibukkan dengan berbagai kegiatan produksi bendera dan umbul-umbul merah putih. Mereka diburu waktu untuk segera manyelesaikan permintaan pasar yang melonjak menyambut detik-detik perayaan Agustusan.
 
Telah sejak lama kawasan Leles dikenal oleh penduduk sekitarnya sebagai sentra pengrajin bendera. Salah seorang pengrajin senior di Kampung Babakansari, Yono Arizano, mengatakan keberadaan para pengrajin bendera di kawasan Leles telah ditemukan sejak tahun 1958.
 
Kemunculan para pengrajin di kawasan Leles ini berawal dari faktor ketaksengajaan. Saat itu, sejumlah warga Leles yang punya minat bergerak di bidang usaha memilih menjadikan bendera sebagai komoditas jualan mereka lantaran masih terbatasnya toko-toko penjual bendera di Kabupaten Garut. 
 
Melihat peluang dan potensi pasar yang tersedia, khususnya pada momen perayaan Agustusan, mereka lantas menjadikan bendera merah putih sebagai komoditas bisnis.
 
"Pas awal-awal, para perintis Kampung Bendera bikinnya cuma pas Agustusan aja. Mereka jualannya di Garut dan di Bandung, tapi lebih banyak yang di Bandung," kata Ari kepada ayobandung.com kemarin.
 
Lambat laun, usaha yang dirintis para pemuda di kawasan Garut utara ini mulai menuai hasil manis. Reputasi Leles sebagai sentra pengrajin bendera mulai dikenal pada tahun 1970. Saat itu, beberapa rumah industri baru juga mulai bermunculan dan merancangkan identitas Leles sebagai Kampung Bendera.
 
Sejak saat itu, usaha produksi bendera yang biasanya bersifat musiman mulai mengalami pergeseran. Denyut nadi produksi bendera merah putih menjadi hidup sepanjang tahun. Para pengrajin tak perlu lagi menunggu waktu-waktu tertentu untuk memulai produksi, mereka bisa melakukannya sepanjang waktu seiring berkembangnya reputasi dan meluasnya jangkauan pasar.
 
Permintaan bendera ini datang dari pelbagai daerah di seluruh tanah air.
 
Selain lantaran reputasi Kampung Bendera yang telah mengakar secara tradisional, Yono mengatakan jika para pengrajin di Kampung Bendera selalu berusaha menjaga kualitas setiap lembar bendera yang mereka produksi, sehingga kepercayaan pelanggan bisa terus diikat.
 
"Sejak dulu kami memang selalu menjaga kualitas. Jahitan bendera di sini memang bagus, kuat, sudah banyak yang mengakui dari mana-mana pelanggan kami. Kita juga berinovasi supaya produk-produknya bervariasi," katanya.
 
Inovasi produk di Kampung Bendera, sebut Yono, mulai dilakukan saat masa-masa awal 2000-an, para pengrajin yang semula cuma membuat dan memasarkan bendera merah putih mulai menciptakan produk-produk lain macam umbul-umbul, baligo, backdrop, dan sejenisnya.
 
Rentetan inovasi produk, menurut Yono, terus dilakukan demi mengikuti selera pasar yang terus berubah. Saban tahun, Yono menyebut bila para pengrajin Kampung Bendera selalu memunculkan inovasi kreasi dalam bentuk yang baru. Upaya inovasi ini dilakukan agar mereka tetap bisa bertahan mendapat permintaan pasar di tengah persaingan antarpedagang yang makin mengganas.
 
Pelbagai upaya yang dilakukan agar tak tergilas roda persaingan yang semakin kencang ini bisa dibilang cukup berhasil hingga saat ini. Saban bulan Agustus, perputaran uang yang terjadi di Kampung Bendera diklaim bisa mencapai Rp30 miliar. Yono menyebutkan jika hampir setengah warga Desa Leles terlibat dan hidup daru industri bendera merah putih ini.
 
"Ini usaha yang sudah turun temurun dilakukan warga Leles, sudah sampai generasi ketiga. Kita akan terus bertahan mati-matian supaya usaha pengrajin di sini bisa tetap hidup walaupun sekarang sudah mulai terasa sedikit berat," kata dia.
Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers