web analytics
  

BMKG: Gerhana Bulan Kali Ini Langka

Sabtu, 28 Juli 2018 03:11 WIB Adi Ginanjar Maulana

Gerhana bulan total terlihat di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (28/7/2018). (Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikasi menyebut gerhana bulan 28 Juli 2018 merupakan peristiwa langka.

Deputi Bidang Geofisika bmkg Muhamad Sadly mengatakan peristiwa ini merupakan gerhana bulan total terlama pada abad ke-21.


"Gerhana dimulai ketika piringan bulan memasuki penumbra bumi pukul 00.13 WIB. Bulan terlihat memerah dan mencapai puncak gerhana bulan pada pukul 03.22 WIB," kata Sadly.

Sadly mengatakan piringan bulan berwarna merah saat gerhana bulan total disebabkan cahaya matahari yang dihamburkan atmosfer bumi, kemudian cahaya merahnya diteruskan ke bulan.

Peristiwa bulan merah berakhir pada pukul 04.13 WIB ketika piringan bulan kembali memasuki penumbra bumi. Gerhana bulan selesai pukul 06.30 ketika bulan meninggalkan penumbra bumi.

"Proses gerhana bulan terjadi selama enam jam 17 menit, dengan gerhana bulan total mencapai 103 menit merupakan yang terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan," tuturnya.

Gerhana bulan total dengan fase totalitas lebih lama akan terjadi pada 9 Juni 2123, yaitu mencapai 106 menit. Namun, peristiwa tersebut tidak akan dapat teramati dari Indonesia.

Gerhana bulan total dengan fase totalitas yang lebih lama dan dapat diamati dari Indonesia baru akan terjadi pada 19 Juni 2141, mencapai 106 menit.

"Mengingat peristiwa ini langka, bmkg melakukan pengamatan di 24 lokasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke," ujarnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers