web analytics
  

Kenangan Persija vs Persib di Mata Para Mantan

Sabtu, 30 Juni 2018 13:40 WIB Anggun Nindita Kenanga Putri
Persib - Maung Bandung, Kenangan Persija vs Persib di Mata Para Mantan, persib bandung, persib vs persija, mantan pemain persib bandung, derbi panas persib persija

Ilustrasi Persib. (Ramdhani/ayobandung)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Laga Persija versus Persib akhirnya resmi digelar di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (30/6/2018) malam nanti. Sebelum pertandingan digelar, berbagai macam polemik yang menghampirinya.

Pertama, adalah penundaan derbi panas ini. Sejatinya partai yang mempertemukan tim Macan Kemayoran dengan tim Maung Bandung ini awalnya akan dilaksanakan pada 28 April 2018 lalu pada pekan keenam Liga 1 musim 2018. Namun, laga tersebut akhirnya diundur lantaran Polda Metro Jaya tidak menurunkan izin penyelenggaraan pertandingan tersebut. Pihak kepolisian berdalih, pertandingan ini waktunya berdekatan dengan peringatan Hari Buruh Sedunia pada 1 Mei 2018 lalu.

Pemilihan Stadion PTIK sebagai tempat berlangsungnya pertandingan ini pun menuai pro dan kontra. Bagaimana tidak? Stadion PTIK hanya bisa menampung sekitar kurang lebih 3.000 penonton, dianggap tidak sesuai untuk laga sekelas Persija kontra Persib.

Tak hanya itu, sempat terdengar kabar jika tim Persib tidak akan disediakan unit rantis sebagai bentuk pengamanan bagi skuat Maung Bandung oleh panitia penyelenggara (panpel) pertandingan.

Masalah-masalah tersebut hanya sebagian kecil dari polemik yang seringkali melanda jelang berlangsungnya derbi panas tersebut. Belum lagi riwayat permusuhan kedua suporter masing-masing tim, the jakmania dan bobotoh, yang masih berlangsung hingga sekarang.

Dinamika yang terjadi di lapangan pun tak kalah panas. Belum lagi kedua tim ini juga sedari dulu banyak dihuni oleh pemain bintang. Tak heran, pertandingan antara kedua tim ini disebut dengan laga yang sarat gengsi.

Namun, dinamika seperti ini bukannya baru terjadi belakangan. Dinamika Persib vs Persija telah berlangsung sejak puluhan tahun silam dan dirasakan oleh sejumlah mantan pemain Persib.

Guru Rukman, misalnya, pemain Persib di era 1960an. Dia menjelaskan bahwa persaingan antara kedua tim sudah muncul di permukaan sejak dirinya aktif bermain sepak bola di akhir 1950an. Ribut-ribut di lapangan menjadi hal yang tidak aneh lagi. Bahkan, dia juga sempat diteror oleh suporter tim lawan di hotel tempatnya menginap

“Kalau ketemu Persija pasti ada sesuatu, ya ribut-ribut gitu. Sampai pernah penonton mengejar ke hotel,” kata Rukman saat dihubungi ayobandung, beberapa waktu lalu.

Rukman yang saat itu berposisi sebagai wing back memang cukup ditakuti. Ditambah lagi posturnya yang tinggi dan gerakannya yang lincah membuat lawan takut saat menghadapinya.

“Sempat ada koran di Jakarta saat tahun 60-an yang headline-nya mengatakan ‘Kalau mau Persib kalah lumpuhkan saja nama Rukman’, sampai seperti itu persaingannya,” tutur Rukman mengenang.

Peraturan di lapangan saat itu juga berbeda dengan sekarang. Meski pemain cedera, tapi tak ada kebijakan untuk menarik pemain tersebut keluar lapangan dan menggantinya dengan yang lain. Hal ini pula yang pernah dialami Rukman di tahun 1964 silam.

Saat itu, Rukman mengalami cedera. Tapi karena kudu tetap melanjutkan pertandingan di tengah kondisinya yang kurang prima, Maung Bandung pun harus menelan kekalahan dengan skor akhir 2-1.

“Saat itu saya nangis di lapangan karena gagal menang. Apalagi waktu itu istri saya sedang hamil tua mau melahirkan anak pertama. Banyak tetangga yang usil bilang ‘Itu kenapa Pak Rukman, kok, kalah sih?’ Rasanya sedih sekali mendengarnya,” kata Rukman.

Pemain Persib yang melejit di era 2000-an, Boy Jati Asmara, juga ikut mengenang laga Persija versus Persib. Dia mengingat tensi tinggi yang kerap dirasakan oleh punggawa Maung Bandung saat berada di ruang ganti sebelum pertandingan.

Menurut Boy, persaingan yang terjadi antara kedua tim meningkatkan ekspektasi masyarakat yang turut menyaksikan. Belum lagi Boy selalu ingin memberikan hasil terbaik untuk bobotoh.

 “Sebetulnya saat menjadi seorang pemain, bermain melawan siapa pun sama. Hanya budayanya yang membuat berbeda. Mau bagaimana lagi, tekanan pertandingan, atmosfer, tekanan penonton juga, itu yang membuat pertandingan menjadi berada dalam tekanan yang tinggi,” kata Boy.

Tak heran jika pemain kerap dilanda ketegangan, bahkan sebelum pertandingan dimulai. Mess Persib yang biasanya penuh canda tawa mendadak senyap, gara-gara para pemain fokus memikirkan laga melawan Persija. “Di mess senyap, di ruang ganti pun terasa senyap, tidak tahu apa yang dipikirkan, mungkin tegang atau terlalu fokus,” kata Boy.

Yang unik adalah pengalaman dari mantan pemain tim Maung Bandung yang kini menjadi pelatih Persib U-19, yakni Budiman Yunus. Bukan cuma membela Persib, Budiman juga pernah menyebrang untuk bergabung dengan Persija.

Budiman berkostum Persib sejak tahun 1990. Saat berada di tim Maung Bandung, Budiman sempat beberapa kali tidak masuk ke dalam daftar susunan pemain utama. Akhirnya, saat berkesempatan membela tim yang menjadi musuh bebuyutan Persib, dia ingin membuktikan bahwa kekuatannya tidak bisa dianggap enteng.

“Waktu saya di Persija, main sama Persib pasti punya motivasi tersendiri. Ingin membuktikan ketika di Bandung enggak pernah dipakai, di tim lain saya menunjukkan bahwa saya bisa main,” kata Budiman.

Nyatanya, Budiman jadi pemain berbahaya saat membela tim Macan Kemayoran itu. Bersama Persija, dia sempat membawa dua kali kemenangan saat berhadapan dengan Persib.

Tak hanya itu. Budiman juga harus berhadapan dengan adik kandungnya sendiri, Deden Suparhan, yang merupakan pemain Persib. Sama-sama dipercaya di posisi bek, tak heran persaingan sengit kerap terjadi di lapangan antara kakak beradik ini. “Pertandingan memang penuh emosi tapi fairplay tentu saja tetap diutamakan,” ujarnya.

Editor: Asri Wuni Wulandari

terbaru

Liga Dibatalkan, Persib: Bagai Buah Simalakama

Maung Bandung Kamis, 21 Januari 2021 | 20:56 WIB

Manajemen Persib Bandung menilai pembatalan kompetisi Liga 1 2020 imbas pandemi COVID-19 bak buah simalakama. Ada sisi p...

Persib - Maung Bandung, Liga Dibatalkan, Persib: Bagai Buah Simalakama, Persib Bandung,Liga Dibatalkan

Pelatih Persib: Liga Dibatalkan Adalah Putusan Tepat

Maung Bandung Kamis, 21 Januari 2021 | 15:07 WIB

Liga 1 2020 sudah tak bergulir hampir satu tahun.

Persib - Maung Bandung, Pelatih Persib: Liga Dibatalkan Adalah Putusan Tepat, Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts,Liga 1,Liga 1 batal,Persib Bandung

Liga 1 2020 Dibatalkan, Bos Persib: Pasti Merugikan Semua Klub

Maung Bandung Kamis, 21 Januari 2021 | 12:04 WIB

Teddy tidak menampik kalau keputusan yang diambil PSSI untuk membatalkan Liga 1 berdasarkan masukan dari klub penghuni L...

Persib - Maung Bandung, Liga 1 2020 Dibatalkan, Bos Persib: Pasti Merugikan Semua Klub, Liga 1 2020 dibatalkan,Liga 1 2020 batal,Persib Bandung,Direktur PT PBB Teddy Tjahyono

Persib Tolak Kompetisi Maret, Lebih Baik Mulai dengan Turnamen

Maung Bandung Rabu, 20 Januari 2021 | 16:04 WIB

Salah satunya adalah liga akan terkesan terburu-buru.

Persib - Maung Bandung, Persib Tolak Kompetisi Maret, Lebih Baik Mulai dengan Turnamen, Robert Rene Alberts,Persib Bandung,mutasi baru dari Covid-19

Pemain Persib Habis Kontrak Februari 2021, Ini Komentar Robert Alberts

Maung Bandung Selasa, 19 Januari 2021 | 19:13 WIB

Pemain Persib bandung yang kontraknya kadaluarsa pada Februari 2021 tidak perlu risau dan khawatir. Pelatih Persib Bandu...

Persib - Maung Bandung, Pemain Persib Habis Kontrak Februari 2021, Ini Komentar Robert Alberts, Persib Bandung,Pemain Persib Habis Kontrak,Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts

Kisah Sedih Beni Okto, Belum Merumput Bersama Persib di Liga 1

Maung Bandung Selasa, 19 Januari 2021 | 11:39 WIB

Pemain Persib Bandung Beni Oktovianto belum sempat melakoni laga resmi di kompetisi Liga 1 sejak bergabung dengan tim Pa...

Persib - Maung Bandung, Kisah Sedih Beni Okto, Belum Merumput Bersama Persib di Liga 1, Beni Oktovianto,liga 1,persib bandung,Puja Abdillah

Robert Albert Enggan Bahas Jendela Transfer Persib Bandung

Maung Bandung Selasa, 19 Januari 2021 | 11:37 WIB

Pelatih Persib Bandung Roberts Alberts belum mau berbicara mengenai jendela transfer pemain.

Persib - Maung Bandung, Robert Albert Enggan Bahas Jendela Transfer Persib Bandung, Pelatih Persib Bandung,Robert Alberts,persib bandung,COVID-19,kepastian liga indonesia,jendela transfer persib

Victor Igbonefo Minta Kepastian Liga Kapan Dilanjut

Maung Bandung Senin, 18 Januari 2021 | 16:21 WIB

Pemain senior Persib Bandung Victor Igbonefo berharap segera ada kabar baik dari hasil pertemuan antara klub dan PT Liga...

Persib - Maung Bandung, Victor Igbonefo Minta Kepastian Liga Kapan Dilanjut, victor igbonefo,persib bandung,PERSIB HARI INI,lanjutan liga,PT LIB

artikel terkait

dewanpers