web analytics
  

Operasi Yustisi, Masih Ditemukan Pendatang di Bandung yang Tidak Bawa KTP

Jumat, 22 Juni 2018 13:09 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Operasi Yustisi, Masih Ditemukan Pendatang di Bandung yang Tidak Bawa KTP, operasi yustisi

Operasi Yustisi di Terminal Cicaheum. (Eneng Reni/ayobandung)

CICAHEUM, AYOBANDUNG.COM--Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung menggelar operasi yustisi setelah arus balik Lebaran 2018. Dalam operasi tersebut petugas menemukan pendatang yang kedapatan tidak membawa KTP.

Kepala Seksi Pendataan Penduduk Disdukcapil Kota Bandung, Nelis Suratmanah, menyampaikan hingga pukul 11.00 WIB pihaknya telah memeriksa lebih dari 50 data penumpang dan menemukan penumpang yang kedapatan tidak membawa identitas.

"Kami menemukan masih ada yang belum memiliki KTP, padahal usianya sudah cukup umur, katanya KTP sedang dibuat," kata Nelis disela-sela operasi, Jumat (22/6/2018).

Selama proses operasi, petugas memberhentikan setiap bus yang baru datang di Terminal Cicaheum, Jumat (22/6/2018) mulai pukul 09.00 WIB. Setiap penumpang yang turun dari bus diarahkan petugas untuk menunjukkan identitasnya di pos pendataan.

Selain memeriksa identitas pendatang, petugas juga menanyakan tujuan kedatangan ke Kota Bandung. Dijelaskan Nelis, jangan sampai mereka datang mencari pekerjaan, tapi tidak memiliki keahlian yang mumpuni.

"Kalau untuk Kota Bandung kan sifatnya kota terbuka, siapapun boleh datang asalkan mereka punya keahlian dan punya identitas jelas. Daripada terlantar enggak jelas lebih baik kembali ke tempat asal," tuturnya.

Nelis menegaskan, bagi yang tidak membawa KTP atau belum punya KTP tapi cukup umur, pihaknya akan melakukan pendataan. 

"Kami minta mereka segera mengurus. Kalau yang tidak jelas tujuan kami sarankan pulang saja," katanya menambahkan.

Untuk memulangkannya, Nelis mengaku berkoordinasi dengan Dinas sosial Kota Bandung.

Penjaringan yustisi ini sementara hanya dilakukan satu hari yakni di terminal Cicaheum dan Stasiun Kiara Condong. 

"Operasi yustisi ini masih bersifat operasi simpatik jadi belum adanya pemberian sanksi atau denda bagi para pendatang yang kedapatan tidak membawa kartu identitas. Sampai saat ini juga belum ada pendatang yang dipulangkan," bebernya.

Berdasarkan data tahun 2017, pendatang sebagian besar bertujuan untuk bekerja sebagai pedagang atau menempuh pendidikan. Namun, untuk data tahun 2018 ini, peningkatan penduduk yang datang ke Kota Bandung diperkirakan tergolong kecil. 

"Kita belum mengolah data tahun ini. Tetapi tahun lalu, peningkatannya juga hanya 0,006%, tapi tadi saat ditanya mereka kebanyakan tujuannya untuk bekerja dan kuliah," jelasnya.

Data lainnya menurut E-Punten, pendatang yang tidak menetap di Kota Bandung sekitar 735 orang dan telah resmi memiliki Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS). Data ini terekap dari September 2017 hingga Kamis (21/6/2018).

Bagi pendatang yang ingin melakukan pelaporan izin tinggal, Nelis menambahkan, bisa melapor secara manual ke disdukcapil, RT/RW atau melalui daring di aplikasi E-Punten. Pelaporan ini membawa persyaratan seperti fotokopi KK tempat tinggal asal, KTP-el, pengantar dari RT/RW tempat kos, atau kontrakan di Kota Bandung, serta pas foto ukuran 2x3.

"Nanti kalau sudah lapor, Disdukcapil akan menerbikan SKTS yang akan berlaku satu tahun," pungkasnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers