web analytics
  

Aroma Kentut Ternyata Dapat Memperpanjang Umur dan Menyembuhkan Kanker

Selasa, 5 Juni 2018 06:32 WIB Arfian Jamul Jawaami
Bandung Raya - Bandung, Aroma Kentut Ternyata Dapat Memperpanjang Umur dan Menyembuhkan Kanker, aroma kentut, umur panjang, sembuhkan kanker

Ilustrasi. (huffingtonpost.com)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Judul di atas dapat dipastikan sedang tidak berangan-angan. Walau aroma kentut terbilang cukup "mengerikan", tapi paksakanlah untuk tetap menghirupnya, karena aroma kentut ternyata baik untuk kesehatan. 

Sebuah studi di University of Exeter di Inggris mengungkapkan, aroma kentut yang menyengat ternyata dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti kanker, jantung, atritis, dan dimensia. Bahkan aroma kentut dapat memperpanjang umur manusia.

Seperti dikutip dari Times, gas hidrogen sulfida dengan kadar dosis rendah yang terkandung dalam kentut dinilai baik bagi kesehatan tubuh. Namun, jika hidrogen sulfida memiliki dosis tinggi maka dapat berdampak kematian pada manusia. 

Adapun hidrogen sulfida berasal dari pemecahan makanan oleh bakteri yang berlangsung secara alami. Sehingga fokus dari penelitian adalah dengan menciptakan gas serupa hidrogen sulfida yang kemudian diberi nama AP39.

AP39 lalu diembuskan kepada mitokondria dalam dosis yang relatif rendah. Organ sel yang menyerap nutrisi kemudian diubah menjadi energi dengan cara menghancurkan diri sebagian.

"Gas kentut buatan kami ternyata dapat menjaga mitokondria yang hancur dalam proses penciptaan energi. Kami percaya bahwa mengembalikan mitokondria merupakan kunci untuk mengobati berbagai penyakit," ujar kepala penelitian, Mark Wood.

Hasil dari penelitian tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Medicinal Chemistry Communications. Bahkan wacana penelitian juga telah dipublikasikan dalam June International Conference on Hydrogen Sulfide in Biology and Medicine di Kyoto, Jepang.

Manusia sendiri rata-rata membuang angin sebanyak 14 kali dalam satu hari. Artinya terdapat 14 kali kesempatan untuk manusia mencoba menghirup aroma kentut yang baik untuk kesehatan. Bagaimana? 

Editor: Andri Ridwan Fauzi
dewanpers