web analytics
  
Banner Kemerdekaan

6 Dari 7 Spesies Penyu Hampir Punah

Rabu, 23 Mei 2018 13:01 WIB Mildan Abdalloh

Penyu. (pixabay)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM--Mampu bertahan selama ratusan juta tahun, penyu saat ini harus mempertahankan eksistensi spesiesnya dari kepunahan.

Dilansir dari laman wikipedia, saat ini terdapat tujuh spesies penyu yang masih bertahan di dunia, yakni Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Kemp’s ridley (Lepidochelys kempi), Penyu lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu pipih (Natator depressus), dan Penyu tempayan (Caretta caretta).

Indonesia merupakan daerah endemik sebagian besar jenis penyu. Bahkan enam di antaranya pernah tercatat hidup di Indonesia. Hanya  penyu Kemp's ridley yang tidak pernah tercatat ditemukan di perairan Indonesia.

Dari tujuh jenis penyu yang ada, hanya penyu pipih yang dikategorikan belum terancam punah. Oleh karena itu, seluruh negara di dunia termasuk Indonesia terus berupaya untuk melestarikan penyu dengan mambangun konservasi.

Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.

Selain penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Sementara Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta) digolongkan sebagai terancam punah. 

Hampir punahnya penyu bukan kerena mereka tidak bisa bertahan dengan kondisi alam, bahkan selama jutaan tahun mereka mampu bertahan dengan cara beradaptasi dengan alam, berbeda dengan hewan lainnya seperti dinosaurus yang sudah punah karena tidak mampu beradaptasi, padahal penyu dan dinosaurus hidup sezaman.

Hampir punahnya penyu karena tangan-tangan manusia. Hampir semua bagian penyu menjadi buruan kolektor seperti temungnya yang bisa dijadikan pajangan, dagingnya juga lezat untuk dimakan bahkan dikatakan mempunyai khasiat untuk obat-obatan dan ramuan kecantikan.

Tidak puas dengan penyu besar, manusia juga ramai-ramai memburu telur penyu. Hal tersebut menjadikan penyu hampir punah. 

Salah satu upaya penyelamatan seperti yang dilakukan di Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi dengan membuat kawasan konservasi penyu.

Semoga upaya penyelamatan penyu berhasil. Jika tidak manusia hanya akan mengenal penyu melalui gambar-gambar seperti halnya dinosaurus.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

artikel lainnya

dewanpers