web analytics
  

Argentina Bermasalah dengan Ujung Tombak

Senin, 21 Mei 2018 16:12 WIB
Olahraga - Sport, Argentina Bermasalah dengan Ujung Tombak, Argentina, messi, dybala, Ujung Tombak

Timnas Argentina. (Sportkeeda)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Argentina sudah lima kali mencicipi final Piala Dunia. Dua di antaranya berakhir dengan juara. Sayangnya gelar juara tersebut terakhir kali dirasakan pada tahun 1986 atau 32 tahun lalu. Argentina hampir saja menjadi juara di Piala Dunia 2014 Brasil, tapi di babak final kalah oleh Jerman dengan skor tipis 1-0. 

Di Piala Dunia 2018, Argentina berada di Grup D bersama Kroasia, Nigeria, dan Islandia.

Tim dengan sebutan Albicelestes memiliki segudang pemain kelas dunia seperti Lionel Messi, Sergio Aguero, dan Angel Di Maria. Di timnya masing-masing mereka adalah tulang punggung. 

Messi sudah lima kali meraih Balon d’Or atau pemain terbaik dunia bersama Barcelona. Aguero yang sukses mengantarkan Manchester City ke tangga juara sudah mengoleksi 36 gol untuk negaranya. Sedangkan Di Maria adalah mesin penyuplai bagi striker haus gol PSG. 

Masalahnya Argentina terlalu tergantung pada Messi. Pemain dengan tinggi 170 cm itu menjadi pemain paling subur di babak kualifikasi dengan menggelontorkan tujuh gol. Sementara pemain lainnya paling banyak mencetak dua gol. Sudah bisa ditebak, jika Messi "dikunci" maka Argentina tidak bisa berbuat banyak. 

Argentina memang punya striker tajam lainnya seperti Paulo Dybala dan Mauro Icardi.  Dybala tajam untuk Juventus, tapi tidak untuk timnasnya. Musim ini bersama si Nyonya Tua, Dybala mengemas 22 gol dari 25 kali penampilannya di Liga Utama Italia. Tapi selama berseragam timnas, dia belum pernah mencetak gol. Setali tiga uang dengan Dyabala, Icardi mengalami hal yang sama. Bersama Inter Milan ia menghasilkan 28 gol dari 32 penampilannya. Tetapi bersama Argentina ia masih nihil.   

Masalah ini yang menjadi perhatian pelatih Jorge Sampaoli.

Di Piala Dunia 2014, dari tujuh kali laga Argentina hanya bisa mencetak delapan gol dan kebobolan empat kali. Artinya rata-rata hanya 1,1 gol per pertandingan. Padahal saat itu, Argentina diperkuat Ezequiel Lavezzi, Messi, dan Gonzalo Higuain.

Argentina akan mengawali pertandingan melawan Islandia pada 16 Juni. Dua laga berikutnya melawan Kroasia pada 21 Juni dan Nigeria 26 Juni. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers