web analytics
  

Warga Solokanjeruk Keluhkan TPS Liar

Jumat, 11 Mei 2018 20:24 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Warga Solokanjeruk Keluhkan TPS Liar, tps liar kabupaten bandung, sampah kabupaten bandung, solokanjeruk kabupaten bandung

Sampah menggunung di salah satu TPS liar di Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. (Mildan Abdalloh/ayobandung)

SOLOKANJERUK, AYOBANDUNG.COM--Warga Solokanjeruk, Kabupaten Bandung mengeluhkan adanya tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang berada di sepadan Sungai Citarik, perbatasan Desa Langensari dan Desa Solokanjeruk. Keberadaan TPS liar tersebut membuat warga sekitar mengeluhkan bau yang timbul dari tumpukan sampah.

Berdasarkan pantauan ayobandung, TPS liar tersebut berada di lahan seluas 20 meter persegi. Sampah sudah menggunung sampai ketinggian satu meter lebih dan menyebabkan bau tidak sedap tercium ketika melintas. Bahkan, jalan yang dapat dilalui dua kendaraan berlawanan, harus bergantian karena terhalang oleh sampah.

Salah seorang warga, Masnia, mengatakan bahwa tempat tersebut sudah dijadikan tempat sampah sejak empat tahun lalu. "Tidak pernah ada yang mengangkut, jadinya bau," tuturnya, Jumat (11/5/2018). Untuk mengurangi volume sampah yang terus menggunung, warga sekitar biasa membakarnya.

Keberadaan TPS liar tersebut dimungkinkan karena adanya larangan membuang sampah ke sungai. Menurut Masnia, pada mulanya warga sekitar biasa membuang sampah ke sungai. "Sebelum ada tempat pembuangan sampah itu, warga suka buang sampah ke sungai, mereka lewat terus main lempar begitu saja," ungkapnya.

Sampah-sampah itu berasal dari warga sekitar, warga yang tinggal di perumahan yang ada di sekitar Solokanjeruk dan Rancaekek. Bahkan, salah satu pabrik di Kecamatan Solokanjeruk pun membuang sampah ke TPS liar tersebut.

"Bukan hanya warga sekitar, warga perumahan dan salah satu pabrik di Solokanjeruk juga buang sampahnya kesini," kata Ujang, salah seorang warga saat ditemui di dekat sungai.

Ujang berharap agar Pemerintah Kabupaten Bandung bertindak untuk membersihkan tumpukan sampah itu karena kondisinya sudah menghawatirkan. "Harapannya ingin dibersihkan, karena kalau terus dibiarkan sampah itu bisa menutup jalan ini," pungkasnya.

Editor: Asri Wuni Wulandari
dewanpers