web analytics
  

Jabar Jadi Provinsi Tertinggi Pengangguran di Indonesia

Senin, 7 Mei 2018 15:21 WIB Arfian Jamul Jawaami
Bandung Raya - Bandung, Jabar Jadi Provinsi Tertinggi Pengangguran di Indonesia, pengangguran jabar,jabar,pengangguran,bps,bps jabar

Logo Badan Pusat Statistik (BPS)

SURAPATI, AYOBANDUNG.COM—Data Badan Pusat Statistik mencatat Jawa Barat menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia sebesar 8,16%. Sementara Bali menjadi provinsi dengan penggangguran terendah sebesar 0,86%.

Dari 100 angkatan kerja di Jabar, delapan hingga sembilan di antaranya merupakan pengangguran. Bila dibandingkan dengan kondisi Februari 2017, catatan tingkat pengangguran terbuka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,33%.

"Terdapat 816 penganggur dari 10.000 angkatan kerja pada Februari 2018. Namun jumlah penduduk berjalan dinamis. Jadi jangan melihatnya hanya dari persentase tapi juga angka mutlak," ujar Kepala BPS Jabar, Dody Herlando, Senin (7/5/2018). 

Angkatan kerja mencerminkan jumlah penduduk yang secara aktual telah siap memberikan kontribusi terhadap produksi barang dan jasa di suatu wilayah. Pada Februari 2018 terdapat sebanyak 22,77 juta angkatan kerja di Jabar.

Dari jumlah tersebut, 20,91 juta di antaranya telah bekerja dan 1,89 juta sisanya merupakan pengangguran. Dibandingkan dengan periode Februari 2017, jumlah penduduk bekerja naik sebanyak 0,19 juta dan pengangguran turun 0,06 juta.

Ragam alasan melatarbelakangi tingginya jumlah pengangguran di Jabar. Salah satunya Jabar menjadi destinasi favorit bagi perantau dari provinsi lain, baik untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan.

"Ini juga masalah budaya. Orang yang sudah pernah tinggal di Kota Bandung maka tidak ingin bergeser ke daerah yang lain. Ada migrasi yang tinggi dari budaya merantau," ujar Dody.

Dody melanjutkan, bonus demografi telah terjadi di Jabar sejak 2011. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya jumlah angkatan kerja, tapi belum tertampung pasar kerja yang tersedia.

"Tren pengangguran menurun di setiap daerah. Tapi di Jabar penurunannya tidak seperti daerah yang lain. Ada progres pemerintah tapi kompleksitas tenaga kerja di Jabar memang susah," ujar Dody.

Sementara secara nasional, jumlah pengangguran turun sebanyak 140.000 penduduk dan catatan yang bekerja bertambah menjadi 2,53 juta. Artinya, sebanyak 127,07 juta penduduk telah bekerja dan 6,87 juta sisanya masih menganggur.

Catatan tersebut dihimpun berdasarkan jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2018 sebanyak 133,94 juta orang atau naik 2,39 juta dibandingkan dengan periode Februari 2017.

"Tingkat pengangguran turun dari 5,50% pada triwulan IV/2017 menjadi 5,13% di triwulan I/2018. Uniknya, pengangguran lebih banyak terdapat di kota daripada di desa," ujar Kepala BPS Indonesia, Suhariyanto melalui teleconference di waktu yang sama.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers