web analytics
  

Hore, Cuti Bersama Lebaran Tetap 7 Hari

Senin, 7 Mei 2018 09:47 WIB Adi Ginanjar Maulana
Umum - Ramadhan, Hore, Cuti Bersama Lebaran Tetap 7 Hari, cuti lebaran,cuti bersama lebaran,lebaran,cuti bersama,lebaran,cuti idulfitri,cuti lebaran dibatalkan

Menko PMK Puan Maharani mengumumkan keputusan tentang cuti bersama Idul Fitri 1439H/2018 M, di kantor kemenko PMK, Jakarta, Senin (7/5/2018) pagi.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Pemerintah pusat tetap mempertahankan cuti bersama Idulfitri atau lebaran" class="related-tag text-orange">lebaran tahun ini sesuai revisi pada 18 April lalu.

Keputusan itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani didampingi Menaker Hanif Dhakiri, Menhub Budi K. Sumadi, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PANRB Asman Abnur, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Bank Indonesia, OJK, POLRI serta 13 perwakilan Kementerian/Lembaga lainnya, di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (7/5/2018) pagi.

Dengan demikian, secara keseluruhan libur Lebaran" class="related-tag text-orange">Lebaran 2018 ini ada 11 hari libur, yang terdiri dua hari libur reguler (Sabtu dan Minggu, 9 dan 10 Juni), dua hari libur Idulfitri 1439 H yaitu tanggal 15 dan 16 Juni, serta 7 hari cuti bersama yaitu tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018.

“Pemerintah mempertimbangkan cuti bersama akan memberi waktu yang cukup bagi masyarakat dalam bersilaturahmi bersama keluarga yang berada di luar kota, dan pemerintah dapat melakukan rekayasa lalu lintas sehingga memberikan kenyamanan dalam perjalanan mudik,” kata Puan seperti dirilis situs resmi Setkab.

Pelayanan publik tetap buka

Meskipun ada penambahan tiga hari cuti bersama dari yang direncanakan sebelumnya yaitu 11, 12, dan 20 Juni 2018, Puan mengemukakan, pemerintah menjamin pelayanan kepada masyarakat yang mencakup kepentingan masyarakat luas tetap berjalan seperti biasa, seperti rumah sakit, telekomunikasi, listrik, air minum, pemadam kebakaran, keamanan dan ketertiban, perbankan, dan sebagainya.

Dia menyebutkan, setiap kementerian/lembaga akan menugaskan pegawai yang tetap bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“PNS yang tetap bekerja untuk melayani masyarakat pada saat cuti bersama, dapat mengambil cuti di waktu lain tanpa mengurangi hak cuti tahunannya,” jelas Puan.

Adapun mengenai transaksi pasar modal dan Bursa Efek Indonesia, menurutnya, akan dibuka pada 20 Juni 2018. Sedangkan ketentuan pelayanan perbankan diatur oleh Bank Indonesia.

Untuk cuti bersama di sektor swasta, kata dia, merupakan bagian dari cuti tahunan pekerja/buruh yang bersifat fakultatif, sehingga pelaksanaannya dilakukan atas kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan. “Ketentuan lebih lanjut akan ditetapkan oleh Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja),” ujarnya.

Kementerian Perhubungan, lanjut Puan, akan mengatur semua stakeholder pelabuhan agar dapat  bekerja dan melayani kegiatan pelabuhan selama masa cuti bersama Idulfitri.

Untuk itu, tegas Puan, empat Menko, yaitu Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Menko PMK, dan Menko Kemaritiman akan mengeluarkan surat instruksi kepada kementerian/lembaga (K/L) terkait untuk melaksanakan penugasan pelayanan publik dan pengaturan pegawai di K/L terkait.

“Setiap K/L akan menindaklanjuti pengaturan hal tersebut dengan menetapkan Instruksi dan/atau surat edaran,” katanya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers