web analytics
  

8 Alasan Medis Mengapa Anda Merasa Kesal Sepanjang Waktu

Jumat, 20 April 2018 11:14 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Umum - Unik, 8 Alasan Medis Mengapa Anda Merasa Kesal Sepanjang Waktu, Alasan Medis sering marah

Ilustrasi. (pixabay.com)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Marah merupakan emosi yang sehat seperti halnya menangis atau tertawa. Jika seseorang marah, penyebabnya bisa karena kecewa, takut, tersinggung atau merasa terluka. Namun, jika Anda menemukan orang terdekat marah secara berlebihan, selidiki dulu apakah ia dalam pengaruh pengobatan atau menderita suatu penyakit.

Meski itu adalah fakta bahwa setiap manusia, tanpa memandang usia dan jenis kelamin, kadang-kadang merasa kesal, jengkel, marah, biasanya karena faktor eksternal yang sah. Namun berada dalam keadaan ini terus-menerus bukanlah tanda yang sehat! Melansir dari Boldsky, Jumat (20/4/2018). Berikut beberapa alasan medis mengapa Anda merasa kesal sepanjang waktu.

1. Nyeri Kronis 

Biasanya, kita tidak mengaitkan rasa sakit fisik dengan emosi. Namun, penelitian telah menemukan bahwa jika Anda menderita sakit kronis di bagian tubuh Anda, itu dapat membuat Anda merasa terus terganggu dan jengkel, karena pertama-tama Anda kesakitan, kedua rasa sakit dapat menyebabkan stres yang melepaskan hormon stres, yang pada akhirnya membuat seseorang jengkel dan marah.

2. Depresi ringan 

Seperti yang kita ketahui, ada berbagai jenis depresi, dan depresi ringan adalah salah satunya. Banyak dari kita mungkin merasa depresi menyebabkan rasa kesedihan dan keputusasaan yang ekstrem. Namun, kebanyakan orang yang menderita depresi ringan juga dapat terus-menerus merasa terganggu tanpa alasan, karena bahan kimia otak mereka tidak seimbang. 

3. Kecemasan 

Sama seperti orang dengan depresi, bahkan orang yang menderita gangguan kecemasan dapat menemukan diri mereka sangat terganggu atau kesal sepanjang waktu dengan hal-hal kecil atau tanpa alasan. Fakta bahwa bahan kimia otak mereka juga tidak seimbang, menyebabkan mereka merasa rasa jengkel seiring dengan kecemasan.

4. Masalah Jantung 

Masalah jantung sangat umum dewasa ini, terutama pada orang di atas 40 tahun. Sekali lagi, tidak banyak dari kita akan mengasosiasikan iritabilitas konstan dengan penyakit jantung. Namun, penelitian telah menyatakan bahwa sebagian besar penyakit jantung mengacaukan aliran darah beroksigen ke otak. Hal itu dapat menyebabkan masalah iritasi dan kemarahan, seperti otak tidak menerima cukup oksigen.

5. Sindrom Gangguan Pramenstruasi

Gangguan Premenstrual dysphoric atau juga dikenal sebagai sindrom gangguan pramenstruasi, adalah suatu kondisi di mana wanita mengalami fluktuasi hormon di otak. Jauh sebelum periode menstruasi tiba, sindrom ini menyebabkan perubahan suasana hati dan iritabilitas selama berhari-hari. Biasanya, PMS pada wanita normal, terjadi hanya beberapa hari sebelum menstruasi.

6. Demensia 

Seiring bertambahnya usia, sel-sel otak mulai menipis dan begitu banyak orang yang pada usia tua mengalami penyakit seperti demensia dan Alzheimer. Penyakit ini memengaruhi ingatan, kemampuan kognitif, dan fungsi otak utama. Konstitabilitas yang konstan juga merupakan salah satu gejala utama penyakit seperti demensia.

7. Attention Deficit Disorder 

Attention Deficit disorder adalah penyakit mental dan juga ketidakmampuan belajar yang dimulai pada usia muda. Penyakit ini ditandai dengan ketidakmampuan untuk menahan perhatian, agresi, kesulitan dalam fokus, linglung, mudah tersinggung, dan sebagainya. Jadi, kondisi ini juga dapat membuat seseorang merasa jengkel secara terus menerus, baik itu pada anak maupun orang dewasa.

8. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah suatu kondisi di mana kelenjar tiroid mulai memproduksi hormon tiroid berlebihan, lebih dari apa yang dibutuhkan tubuh. Hipertiroidisme ini menyebabkan sejumlah gejala negatif, termasuk fluktuasi hormonal. Fluktuasi hormonal ini dapat menyebabkan iritasi dan agresi, tanpa alasan yang jelas. 

hormon tiroid memengaruhi sistem metabolisme Anda. Hal ini akan meningkatkan kegelisahan, gugup, serta sulit berkonsentrasi. Ketika tiroid terlalu aktif dapat menjadi alasan mengapa Anda mudah berteriak kepada anak-anak Anda, suami atau istri, bahkan orang lain.

Editor: Andri Ridwan Fauzi
dewanpers