web analytics
  

Marquez Bantah Tudingan Sengaja Jatuhkan Rossi

Senin, 9 April 2018 09:27 WIB Andri Ridwan Fauzi
Bandung Raya - Bandung, Marquez Bantah Tudingan Sengaja Jatuhkan Rossi, Valentino Rossi, Mac Marcuez, MotoGP, MotoGP Argentina

MotoGP.com

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Marc Marquez dengan tegas membantah tudingan sengaja menyenggol Valentino Rossi hingga terjatuh di Lap 20 MotoGP Argentina, Senin (9/4/2018) dini hari. 

Juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi mengecam Marquez. Tindakan Marquez sangat membahayakan pembalap lainnya dengan taktik agresifnya tersebut. 

Marquez telah dihukum karena terlalu agresif pada awal balapan di Aleix Espargaro.

"Mungkin kesalahan terbesar yang saya buat dalam balapan adalah dengan Aleix," kata Marquez.

“Karena saya tiba empat detik (per lap) lebih cepat dan saya tidak menyadarinya. Ketika Anda berkendara empat detik lebih cepat daripada orang lain, itu cukup sulit (untuk menilai). Saya tidak menyadarinya," ujarnya.

“Saya mencoba 100% untuk menghindari kontak dan kemudian saya minta maaf. Oke, saya menerima penalti dan saya mengerti,” tambahnya.

Tuduhannya dilanjutkan setelah melewati Espargaro, sampai dia mencapai posisi keenam dengan empat lap tersisa.

"Di sana, saya pikir saya tidak (melakukan) sesuatu yang gila. Anda perlu memahami kondisi lintasan. Pada garis (balap) itu kering, tapi saya (memukul) tambalan basah, mengunci bagian depan, lepaskan rem ... Oke, saya punya kontak, tapi saya coba putar. Dan kemudian ketika saya melihat bahwa dia jatuh, saya hanya mencoba untuk mengatakan maaf," terangnya.

Menanggapi langsung pertanyaan tentang tuduhan Rossi, Marquez bersikap kasar.

"Saya benar-benar kecewa," katanya.

“Dalam karier saya, saya tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah langsung menuju seorang pebalap yang berpikir bahwa dia akan jatuh, Anda tahu? Selalu saya coba hindari. Terkadang Anda mengambil alih (dan) lebih dekat, terkadang lebih jelas. Hari ini apa yang terjadi dengan Valentino adalah kesalahan, konsekuensi dari kondisi lintasan karena saya mengunci depan. Tapi dalam karier saya, apa yang dia katakan, saya pikir itu salah," tambahnya.

 

Editor: Andri Ridwan Fauzi

artikel terkait

dewanpers