web analytics
  

80% Kebutaan Akibat Katarak, Begini Pencegahannya

Kamis, 29 Maret 2018 14:07 WIB Fathia Uqimul Haq

Ilustrasi. (pixabay.com)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Kebutaan pada umumnya terjadi pada usia 50 tahun ke atas. Di Indonesia, angka kebutaan mencapai 3% dan 80% di antaranya disebabkan katarak. 

Bahkan menurut WHO, Indonesia adalah negara yang paling banyak mengalami kebutaan akibat katarak se-Asia Tenggara.

Dokter fungsional pusat mata RS Mata Cicendo, Nina Ratnaningsih mengatakan, katarak sebagian besar disebabkan proses degenerasi. Sebagian kecil akibat penyakit baik di tubuh secara luas maupun penyakit di mata.

“Juga dapat disebabkan karena benturan,” kata Nina kepada ayobandung, Kamis, (29/3/2018).

Menurutnya, katarak dapat terjadi lebih cepat karena paparan cahaya tidak tampak yang sering dan berlebihan. Seperti UV, infra red, sinar x, dan gelombang mikro.

Di Jawa Barat, 77,1% kebutaan disebabkan oleh katarak. Berdasarkan assesmen tersebut, pemerintah Jawa Barat telah melakukan pencegahan kebutaan dan low vision sejak 2005. Namun, masyarakat penderita katarak masih dikatakan tinggi.

Banyak hambatan pada penyelenggaraan operasi penyembuhan katarak baik dari penyedia layanan kesehatan maupun masyarakat.

“Secara umum ada lima macam hambatan yang terjadi dari masyarakat. Biaya, jarak, sosial dan budaya, kepedulian lingkungan, dan kepercayaan kepada pelayan kesehatan,” ujarnya.

Untuk meminimalisasi katarak, lanjutnya, bisa dilakukan dengan cara menghindari mata terkena paparan sinar-sinar tidak tampak secara langsung. Gunakan topi atau kaca mata saat berinteraksi di bawah matahari. Gunakan pelindung saat bekerja menggunakan mesin las yang menghasilkan ultra violet.

“Konsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan untuk memperlambat proses degenerasi,” saran Nina.

Editor: Andri Ridwan Fauzi
dewanpers