web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Menurut Pakar, Ikan Sekitar Sungai Citarum Jangan Dikonsumsi

Kamis, 22 Maret 2018 18:44 WIB Arfian Jamul Jawaami

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Pengamat lingkungan dari Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Sobirin, mengatakan sebaiknya hasil perikanan di sekitar kawasan Sungai Citarum dilarang untuk dikonsumsi.

"Harusnya (konsumsi hasil ikan di Citarum) dilarang. Sudah banyak limbah industri yang larut dalam air dan kemudian di makan ikan. Tapi rakyat yang beternak ikan akan marah kalau dilarang. Maka jangan buang limbah sembarangan. Kesehatan masyarakat jauh lebih penting," ujar Sobirin kepada ayobandung, Kamis (22/3/2018).

Artinya hasil perikanan yang terdapat di sekitar tiga waduk besar yakni Saguling, Cirata dan Jatiluhur juga tidak layak konsumsi. Pasalnya ketiga bendungan tersebut mendapatkan suplai air dari Sungai Citarum.

Sungai Citarum memang dikenal karena pencemaran limbah B3 atau bahan berbahaya dan beracun. Dalam satu hari setidaknya sebanyak 20.000 ton sampah dibuang ke aliran Sungai Citarum. Bahkan pernah ditemukan potongan tubuh manusia.

Sungai Citarum juga dinilai tercemar ragam zat kimia berbahaya semisal pestisida dan kandungan logam berat seperti merkuri. Tidak heran jika kemudian organisasi nirlaba Blacksmith Institute yang berbasis di New York dan Swiss menempatkan Citarum sebagai salah satu sungai paling tercemar di dunia.

"Ini sudah jadi rutinitas. Akar masalahnya ada di perilaku manusia. Kalau mau bersihkan Sungai Citarum maka bersihkanlah manusianya terlebih dahulu," tutup Sobirin. 

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers