web analytics
  

Modus Baru, Perdagangan Ilegal Satwa Liar via Kurir IT

Jumat, 9 Maret 2018 11:03 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Modus Baru, Perdagangan Ilegal Satwa Liar via Kurir IT, Hingga saat ini, penjualan satwa liar di Indonesia masih marak. Bahkan, ada pola baru pengiriman satwa dalam proses penjualan melalui jasa teknologi Informasi.

Orangutan di Kebun Binatang Bandung. (Irfan Alfaritsi/ayobandung)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM -- Hingga saat ini, penjualan satwa liar di Indonesia masih marak. Bahkan, ada pola baru pengiriman satwa dalam proses penjualan melalui jasa teknologi Informasi. 

“Jadi sekarang ini sudah berkembang istilah kurir satwa. Kurir satwa ini layanannya mulai dari mengantar satwa yang biasa sampai satwa liar dilindungi, makanya semakin panjang upaya perlindungan satwa yang harus kita kerjakan," ujar Koordinator ProFauna Perwakilan Jawa Barat, Rinda Aunillah Sirait saat berbincang dengan ayobandung.

Rinda mengatakan, jasa kurir ini bisa muncul sebagai bisnis baru di tengah-tengah sindikat penjualan satwa liar. Pasalnya keberadaan kurir tersebut, menjadi keuntungan tersendiri bagi penjual satwa liar. Pedagang dapat dengan mudah menjalankan bisnis ilegalnya itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dan, ujung-ujungnya karena ada suplai dan permintaan bisa menjadi sebuah komidifikasi satwa.

"Perdagangan satwa online ini udah luar biasa gila. Karena, teknologi sudah luar biasa. Dan, memang saat ini masih banyak perdagangan satwa secara online ini dengan format yang beragam dari facebook, instagram, dan sebagainya," kata Rinda.

Sehingga yang menjadi tugas aparat penegak hukum, KLHK, dan kepolisian untuk mengusut komoditas perdagangan satwa liar ini bukan hanya secara perdagangan fisik tapi saat ini pun telah berkembang besar menggunakan media cyber.

"Perdagangan secara online ini menjadi tantangan tersendiri untuk diusut secara serius," sambungnya.

Berdasarkan pantauan ProFauna Jabar, satwa yang dijual kebanyakan jenis satwa endemik lokal yang notabene kelangsungan hidupnya kian terancam punah di habitat asalnya. Bahkan, beberapa kali pihaknya menemukan penjual dan kolektor memiliki satwa yang dilindungi seperti merak jawa, Kakatua jambul kuning, dan sebagainya. 

“Makanya ini masih didalami. Namun pergerakan permintaan menggunakan kurir satwa dengan IT ini cenderung naik,” tegasnya.

Berbicara aturan dan hukum yang bisa digunakan, lanjut Rinda, jasa kurir ini sebenarnya dapat dijerat secara hukum pidana. Hal itu merujuk pada Undang-undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati nomor 5 tahun 1990.

"Dalam undang-undang itu kan disebutkan dilarang menyimpan, memperjual belikan dan yang lainnya. Nah ini kan dia termasuk memindahkan, jadi bisa juga dijerat,” imbuhnya.

Hanya saja, Undang-undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati nomor 5 tahun 1990 seolah tidak bergeming dan tidak ada ketegasan yang berarti hingga saat ini. Bahkan Lampiran PP Nomor 7 tahun 1999 terkait pengawetan hewan dan satwa liar pun tidak pernah ada revisi untuk menjerat para pelaku perdagangan satwa di lini daring.

Selain itu, Rinda juga menyoroti hukuman yang ringan, berupa hukuman bui maksimal satu tahun yang diberikan bagi para pedagang satwa ilegal itu. Padahal perdagangan satwa ini, termasuk empat besar perdagangan internasional dengan sirkulasi nilai uang yang besar setara dengan perdagangan narkoba, perdagangan manusia, dan senjata.

"Contoh kecilnya saja, jadi perdagangan kuku macan atau kuku harimau itu bisa puluhan juta rupiah. Belum lagi kulit harimau. Pokoknya banyak itu teh itu dari satwa yang mati. Belum dari satwa hidup, misal dari kakatua jambul kuning," kata Rinda.

Karena itu, pihaknya meminta adanya evaluasi atau perhitungan kerugian atas tanaman maupun satwa liar yang diambil dari habitatnya. Sehingga itu menjadi dasar berapa lama hukuman bagi pedagang maupun kolektor satwa.

"Makanya pedagang maupun kolektor satwa ini hukumlah yang kenceng karena mereka yang punya duit. Makanya ini merupakan PR banyak yang harus jadi solusi supaya pengusutan masalah perdagangan satwa itu menjadi lebih serius," ujarnya.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

terbaru

Prakiraan Cuaca 21 April 2021, Bandung Diguyur Hujan

Bandung Rabu, 21 April 2021 | 05:00 WIB

Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan akan mengguyur wilayah Bandung Raya, Selasa, 20 April 2021. Badan Meteorolog...

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca 21 April 2021, Bandung Diguyur Hujan, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung

Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 21 April 2021

Bandung Rabu, 21 April 2021 | 04:15 WIB

Mobil SIM keliling pertama ada di BTM Cicadas, Jalan Ibrahim Adjie. Sedangkan mobil SIM keliling kedua berada di Outlet...

Bandung Raya - Bandung, Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 21 April 2021, SIM Bandung,perpanjangan sim bandung,Syarat permohonan SIM Bandung,Cara Buat SIM Bandung,SIM Keliling Bandung,Jadwal SIM Keliling Bandung,SIM Online Polrestabes Bandung,SIM Online Keliling Bandung

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 21 April 2021

Bandung Rabu, 21 April 2021 | 03:00 WIB

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 21 April 2021

Bandung Raya - Bandung, Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 21 April 2021, Waktu imsak Bandung,jadwal imsak Bandung dan sekitarnya,jadwal imsak bandung hari ini,Jadwal imsak bandung,jadwal buka puasa Bandung,Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,jadwal Salat Bandung hari ini,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini

Dugaan Pencabulan, Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang Diselid...

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 23:16 WIB

Ditreskrimum Polda Jabar menerima laporan tindak pencabulan yang dilakukan Panji Gumilang yang dikenal sebagai pimpinan...

Bandung Raya - Bandung, Dugaan Pencabulan, Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang Diselidiki Polda Jabar, Dugaan Pencabulan Panji Gumilang,Pesantren Al-Zaytun Indramayu,Polda Jabar,panju gumilang

Aliansi Mahasiswa STIE Inaba Siap Bawa Kasus Skorsing Sepihak ke Kemen...

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 22:30 WIB

Aliansi Mahasiswa STIE Inaba siap mendesak pihak kampus untuk mencabut skors dengan mengajukan mediasi kepada pihak Keme...

Bandung Raya - Bandung, Aliansi Mahasiswa STIE Inaba Siap Bawa Kasus Skorsing Sepihak ke Kemendikbud, Aliansi Mahasiswa STIE INABA,Kasus Skorsing Sepihak,Skorsing Sepihak STIE INABA,STIE INABA,Kemendikbud

Musim Pancaroba, BMKG Kota Bandung Imbau Hindari Sejumlah Tempat Ini

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 20:56 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung memperkirakan Kota Bandung akan men...

Bandung Raya - Bandung, Musim Pancaroba, BMKG Kota Bandung Imbau Hindari Sejumlah Tempat Ini, musim pancaroba,BMKG Kota Bandung,Pancaroba Bandung,Fenomena Pancaroba,angin kencang Bandung,Puting Beliung Bandung,hujan es Bandung

Jadi Duta Baca Jabar, Ulfah Budayakan Membaca di Kalangan Milenial

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 19:05 WIB

Ulfah Mawaddah, pemudi Kota Bandung menjadi peringkat kelima Duta Baca Jawa Barat 2021.

Bandung Raya - Bandung, Jadi Duta Baca Jabar, Ulfah Budayakan Membaca di Kalangan Milenial, Duta Baca Jabar,Ulfah Mawaddah,Pemkot Bandung,Dispusipda Jawa Barat

Usai Tikam Sopir Taksi Online, Pelaku Bingung dan Panik ke Hotel

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 17:50 WIB

Aksi bengis Adam Akbar Mulyadi (23) terhadap Wendy Jaya Saputra terkuak motifnya oleh tim Polrestabes Bandung.

Bandung Raya - Bandung, Usai Tikam Sopir Taksi Online, Pelaku Bingung dan Panik ke Hotel, Penusukan,Begal Mobil,Begal taksi online,Sopir Taksi Online,Lengkong,Bandung
dewanpers