web analytics
  

Perempuan Butuh Ruang yang "Ramah"

Kamis, 8 Maret 2018 14:48 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Perempuan Butuh Ruang yang "Ramah", hari perempuan internasional, hak-hak perempuan, ruang ramah perempuan, pelecehan seksual perempuan, catcalling perempuan

Ilustrasi. (ayobandung/Satrio Iman)

DIPONEGORO, AYOBANDUNG.COM -- Pelecehan seksual terhadap perempuan masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Bukannya berkurang, justru mengalami tren kenaikan.

Sebagai contoh, catatan tahunan Komnas Perempuan tahun 2017 mencatat kasus pemerkosaan pada posisi tertinggi dalam kekerasan seksual di ranah KDRT/personal. Tercatat 1.389 kasus perkosaan terjadi di tahun lalu, diikuti pencabulan sebanyak 1.266 kasus.

Sementara itu, kekerasan di ranah komunitas atau publik mencapai angka 3.092 kasus. Bentuk perkosaan dan pencabulan menempati posisi tertinggi di ranah ini.

Hal itu pula yang disoroti dalam unjuk rasa memperingati Hari Perempuan Internasional di pelataran Gedung Sate, Bandung, Kamis (8/3/2018).

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandung, Ajeng Sylvia mengatakan, di era milenial seperti saat ini, kekerasan seksual terhadap perempuan bukannya berkurang, namun justru mengalami tren kenaikan tiap tahunnya.

Dia menyebutkan, tren kekerasan seksual terhadap perempuan yang terus mengalami kenaikan tersebut terjadi karena kurangnya infrastruktur yang ramah terhadap perempuan dan kurangnya kesadaran masyarakat sendiri.

Pemerintah saat ini belum mampu mempu menyediakan ruang-ruang ramah terhadap perempuan. Dicontohknnya transportasi umum seperti KRL, belum ada yang khusus perempuan, sehingga banyak kaum hawa yang menjadi korban pelecehan seksual baik verbal maupun fisik.

"Harusnya perempuan mempunyai ruang privasi yang dilindungi. Pemerintah mempunyai kewajiban melindungi masyarakatnya," tutur Ajeng ketika diwawancara.

Catcalling, kata Ajeng, menjadi pelecehan seksual yang sering terjadi. Ironisnya, masih banyak pelaku kejahatan seksual verbal ini tidak merasa telah melakukan perbuatan yang bisa melukai hati perempuan. "Catcalling masih dianggap sebuah perbuatan yang wajar oleh sebagian besar orang. Padahal itu masuk pelecehan verbal," ujarnya.

Di lain sisi, sistem dan budaya Indonesia juga belum memberikan ruang yang luas untuk perempuan. Ajeng mencontohkan, budaya masyarakat Indonesia masih beranggapan bahwa kaum hawa keluar malam disebut sebagai perempuan tidak benar. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi kaum adam. "Harus merubah mindset masyarakat. Pemerintah harus melakukan edukasi terhadap masyarakat," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Nadia Alfi. Aktivis Jaringan Relawan Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (Jarak) ini mengatakan bahwa pemerintah belum bisa menciptakan ruang ramah terhadap perempuan.

"Budaya catcalling masih terjadi,” katanya. Bahkan, dari catcalling bisa menjurus pada tindak pelecehan seksual yang lebih besar, sebagaimana yang pernah dialami Nadia. “Awalnya hanya catcalling, tapi kemudian pelaku berusaha menyentuh bagian tubuh,” katanya. Hal ini, katanya, terjadi karena lingkungan yang masih belum ramah terhadap perempuan.

Selain itu, hal yang paling mencengangkan adalah masih banyaknya praktik-praktik pelecehan seksual terhadap perempuan yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Sebagai contoh di lembaga perguruan tinggi, di mana seorang dosen bermodus bakal memberikan nilai bagus kepada mahasiswanya jika mau melayani hasrat seksualnya.

Sayangnya, dari berbagai kasus pelecehan seksual, tak sedikit dari kasus-kasus tersebut yang bersembunyi dan tak mencuat ke permukaan. “Biasanya korban tidak mau mengungkapkan pelecehan yang dialaminya karena malu atau takut menjadi aib,” kata Nadia. Maka dari itu, lanjutnya, perlu penyadaran terhadap masyarakat, juga sistem dan infrastruktur yang mendukung.

Editor: Asri Wuni Wulandari

terbaru

Ridwan Kamil Minta KBB dan Kota Tasikmalaya Kerja Keras Turunkan Kasus...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 23:19 WIB

Memasuki PPKM Mikro tahap ketujuh 4-17 Mei 2021, Jawa Barat memiliki dua zona merah yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Ko...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Minta KBB dan Kota Tasikmalaya Kerja Keras Turunkan Kasus Covid, Gubernur Jabar Ridwan Kamil,Kasus Covid-19 di Jabar,Zona merah di Jawa Barat,KBB Zona Merah,Kota Tasikmalaya Zona Merah

Pemkot Bandung Bertekad Perbaiki Peringkat Smart City Dunia

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 22:10 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bertekad mempetahankan status smart city yang telah dipegangnya. Bahkan Pemkot Bandung...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Bertekad Perbaiki Peringkat Smart City Dunia, Pemkot Bandung,Smart City,Eden Strategy Institute

Hari Kedua Larangan Mudik, Ridwan Kamil: 22.000 Kendaraan Diputarbalik...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 22:04 WIB

Selama dua hari penyekatan pada masa pelarangan mudik 6-17 Mei 2021, petugas gabungan kabupaten/kota berhasil memutar ba...

Bandung Raya - Bandung, Hari Kedua Larangan Mudik, Ridwan Kamil: 22.000 Kendaraan Diputarbalikkan , Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Hari Kedua Larangan Mudik,Kendaraan Diputarbalikkan,Larangan Mudik di Jabar,Mudik Aglomerasi Dilarang,mudik lokal dilarang

Tingkatkan PAD Sektor Pajak, Oded Minta Lurah dan Camat Edukasi Warga

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 21:53 WIB

Pemerintah Kota Bandung memberikan penghargaan kepada camat dan lurah berprestasi dalam pemungutan pembayaran Pajak Bumi...

Bandung Raya - Bandung, Tingkatkan PAD Sektor Pajak, Oded Minta Lurah dan Camat Edukasi Warga, Pemkot Bandung,PAD Kota Bandung,pajak kota bandung,PBB Kota Bandung

Orang Sunda Diimbau Tidak Terjebak Romantisme Masa Lalu

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 18:44 WIB

Ketua Umum Sundawani Wirabuana, Robby Maulana Zulkarnaen, mengimbau kepada masyarakat Sunda di Indonesia untuk beradapta...

Bandung Raya - Bandung, Orang Sunda Diimbau Tidak Terjebak Romantisme Masa Lalu, Sunda Nusantara,Romantisme Masa Lalu,Sundawani Wirabuana,Orang Sunda,masyarakat Sunda

Ramai Pengunjung, Beberapa Toko di Kings Kena Sanksi Prokes

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 18:35 WIB

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagin), Elly Wasliah memprediksi akan terjadi lonjakan pengunjung mal k...

Bandung Raya - Bandung, Ramai Pengunjung, Beberapa Toko di Kings Kena Sanksi Prokes, Kings Shopping Center,Pengunjung Memadati Kings,Kings Ramai Pengunjung

Paguyuban Sunda: Kekaisaran Sunda Nusantara Halusinasi

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 16:39 WIB

Menurut Robby, kasus fenomena Sunda Nusantara kurang-lebih memiliki persamaan dengan Sunda Empire yang sempat menggegerk...

Bandung Raya - Bandung, Paguyuban Sunda: Kekaisaran Sunda Nusantara Halusinasi, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,plat nomor Kekaisaran Sunda,STNK kekaisaran Sunda,SIM kekaisaran Sunda,kekaisaran sunda nusantara,Sunda Empire

Kendaraan Selain Plat D Curi Waktu saat Petugas Istirahat di GT Pasteu...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 14:51 WIB

Di antara kendaraan dengan pelat nomor selain D yang lolos pemeriksaan, kendaraan dengan pelat nomor B adalah yang palin...

Bandung Raya - Bandung, Kendaraan Selain Plat D Curi Waktu saat Petugas Istirahat di GT Pasteur, pos penyekatan Pasteur,pos penyekatan Bandung,Larangan Mudik Lebaran 2021,larangan mudik Bandung,pemudik masuk Bandung,Bandung

artikel terkait

dewanpers