web analytics
  

Atasi Banjir Pagarsih, Pjs Wali Kota Bandung Bakal Perpanjang Pembangunan Tol Air

Rabu, 28 Februari 2018 07:12 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Atasi Banjir Pagarsih, Pjs Wali Kota Bandung Bakal Perpanjang Pembangunan Tol Air, Hujan deras yang melanda wilayah kota Bandung pada Kamis (22/2/2018) pekan lalu membuat wilayah Pagarsih kembali dilanda banjir.

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin

DALEM KAUM, AYOBANDUNG.COM -- Hujan deras yang melanda wilayah kota Bandung pada Kamis (22/2/2018) pekan lalu membuat wilayah Pagarsih kembali dilanda banjir. Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin pun mengatakan,  bencana banjir yang melanda wilayah tersebut disebabkan karena tingginya debit air.

Sehingga pada tahun, ini Pemkot Bandung pun akan melakukan evaluasi terkait keberadaan tol air. Jika dinilai kurang efektif, pihaknya akan melanjutkan pembangunan tol air ini ke tahap kedua.

"Tahun ini 'kan kita evaluasi apakah efektif enggak pembangunan tol air atau masih kurang efektif. Kalau masih kurang efektif kita anggarkan tahun depan. Jadi jangan sampai kita membangun terlalu panjang tetapi tidak efektif. Lebih baik kita lihat dulu efektif enggak tol air, kalau misalkan kurang 2019 kita lanjutkan," ujar Solihin di Pendopo Kota Bandung, Selasa (27/2/2018).

Seperti yang diketahui tol air di Pagarsih direncanakan akan dibangun oleh DPU sepanjang 260 meter. Adapun untuk tahap pertama, pembangunan tol air yang sudah terealisasi sepanjang 140 meter dengan anggaran Rp 11 miliar.

Solihin menyebut, keberadaan tol air yang dibangun dibawah pemerintahan Ridwan Kamil-Oded sudah sangat baik sebagai solusi penanganan banjir. Namun panjang tol air dinilai masih kurang. "Kita akan laksanakan pada tahap kedua," kata dia.

Solihin juga mengingatkan, kepada warga Bandung untuk tidak membuang limbah ke sungai. Untuk itu edukasi ke masyarakat harus terus digiatkan.

"Jangan sampai warga kota ini membuang limbah ke sungai. Itu yang harus terus diedukasi terus menerus. Dan, alhamdulillah kami dibantu oleh aparat TNI dan Polisi dalam pelaksanaannya," ucapnya.

Selain itu, Solihin pun menyoroti, alih fungsi lahan di daerah hulu yang menjadi lahan pertanian. Hal ini turut berkontribusi terkait persoalan banjir yang masih melanda wilayah Bandung. Daerah yang seharusnya menjadi tangkapan hujan, namun lantaran telah berubah, fungsi air menjadi dialirkan dengan cepat ke hilir.

"Kan saya ke situ Cisanti acaranya presiden, itu daerah punten ya saya bukan mengkoreksi wilayah lain tetapi karena saya di provinsi Jawa Barat. Jadi di daerah pegunungan itu sekarang dipakai untuk pertanian."

Solihin mencontohkan, bisa dibayangkan air yang seharusnya dari curah hujan tertahan di pohon besar, kini langsung turun ke bawah. Ujung-ujungnya apalagi selain turun dari hulu ke hilir. 

"Tidak terhindarkan yang paling bawah itu kota Bandung. Pasti debit air yang misalkan hanya sekian bertambah berpuluh-puluh kali lipat karena tahanan air di sana sudah berkurang, belum lagi ke bawah," ujarnya. 

Editor: Andri Ridwan Fauzi
dewanpers