web analytics
  

Ternyata Ada Warga Indonesia di Pasukan Elit Nazi

Selasa, 30 Januari 2018 18:29 WIB Arfian Jamul Jawaami
Umum - Internasional, Ternyata Ada Warga Indonesia di Pasukan Elit Nazi, Ternyata Ada Warga Indonesia di Pasukan Elit Nazi, Adolf Hitler, Jerman

Adolf Hitler. (usatoday.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Nazi Jerman memiliki persyaratan ketat dalam merekrut tentara untuk mengisi pasukan khusus Waffen Schutzstaffel. Wajar lantaran Waffen merupakan satuan elit yang sangat ditakuti dunia ketika itu.

Para tentara Waffen harus berusia antara 17 hingga 22 tahun, memiliki tinggi minimal 172 sentimeter, tidak berkacamata, dinyatakan sehat secara fisik maupun mental, dan wajib berdarah Jerman.

Pola latihan yang diterapkan terbilang sangat keras karena menggunakan peluru asli dan tank perang sungguhan. Alhasil, Waffen hadir sebagai pasukan militer terbaik di dunia. Mereka tak akan segan membunuh sesama Jerman jika dianggap tidak nasionalis dan patriotik. 

Namun Perang Dunia Kedua memanas. Uni Soviet dan Sekutu enggan mengalah membiarkan Adolf Hitler mendominasi Eropa. Pertempuran kerap terjadi yang membuat Nazi kehilangan banyak tentara.

Hal tersebut, seperti dikutip dari Sputnik News, membuat situasi militer Nazi memburuk sehingga Berlin perlu membentuk koalisi perang baru. Terpaksa Nazi membentuk pasukan baru walau dengan tentara asing yang tidak berdarah Jerman.

Pembentukan satuan militer tersebut memanfaatkan rekrutmen tentara yang berasal dari daerah jajahan Jerman. Salah satunya pembentukan resimen mayoritas Muslim pertama di Jerman bernama 13th Waffen Gebirgs Division Der Schutzstaffel Handscar di Eropa Timur.  

Selain itu, Nazi juga membentuk 23th Schutzstaffel Freiwilligen Panzergrenadier Division Nederland di Belanda pada tahun 1943. Freiwilligen Panzergrenadier bukan divisi sembarangan karena merupakan pasukan elit. 

Dipimpin oleh Jenderal Belanda bernama Seyffardt dan berada di bawah pengawasan langsung dari orang kepercayaan sang diktator Hitler, Heinrich Himmler.

Seperti diketahui, ketika itu sebagian wilayah Belanda telah diduduki oleh Nazi. Sementara di Belanda, banyak terdapat mahasiswa asal Indonesia (dulu Hindia Belanda) yang tengah menuntut ilmu karena hubungan penjajahan.

Tak ayal, beberapa warga Indonesia menjadi rekrutan strategis bagi Nazi. Dalam foto yang diterbitkan oleh Majalah Angkasa, seperti dikutip dari National Geographic, terlihat seorang pria Indonesia tengah menggunakan seragam Nazi dan memegang senjata. 

Editor: Andri Ridwan Fauzi
dewanpers