web analytics
  

Lima Penyebab Bangun Tidur Malah Terasa Lelah

Senin, 29 Januari 2018 13:00 WIB Anggun Nindita Kenanga Putri
Umum - Unik, Lima Penyebab Bangun Tidur Malah Terasa Lelah, Lima, Penyebab, Bangun Tidur, Lelah

Ilustrasi gangguan tidur.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Apa sih cara yang paling manjur untuk mengembalikan tubuh dan semangat kita dalam menghadapi hari esok? Jawabannya simpel saja, iya tidur yang cukup !

Menurut American Academy of Sleep Medicine, secara umum manusia dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam waktu tidur di tiap malamnya. Jika waktu tidur kurang pasti akan mempengaruhi baik secara fisik maupun mental.

Tapi ternyata bukan cuma lamanya jam tidur saja yang dapat mempengaruhi apakah tidur kita sudah berkualitas apa belum. Kalau tidur kita sudah berkualitas, dipastikan saat bangun kita akan merasa jauh lebih segar dengan pikiran yang jernih.

Kalau seringkali yang kita alami malah sebaliknya, yakni setelah bagun tidur malah merasa lelah. Jangan-jangan anda telah melakukan satu dari beberapa hal di bawah ini. Yuk kita cek beberapa hal yang membuat kita merasa lelah saat bangun tidur !

Adanya Kecenderungan Sleep Apnea
Sleep Apnea adalah kondisi yang sering ditandai saat kita mendengkur keras. Kemudian akibat dengkuran yang keras ini, nafas bisa berhenti sebentar dan mengganggu kualitas tidur kita.

"Sleep Apnea adalah kondisi yang pada dasarnya memaksa otak kita membuat keputusan yang sulit di malam hari: mau tidur atau bernafas," kata W. Christopher Winter, M.D., penulis "The Sleep Solution".

Ketika kita sedang tidur, saluran pernafasan memang menjadi tidak stabil. Akibatnya menyebabkan pernafasan bisa berhenti sementara. Ketika jalur pernafasan ini tertutup, biasanya aliran darah ke otak pun menjadi terganggu. Menurut Dr.Winter rata-rata orang yang mengalami Sleep Apnea tidak menyadari jika ia mengalami ini. Namun kalau hal ini terjadi dalam waktu berkepanjangan, bisa mempengaruhi kesehatan tubuh akibat siklus tidur yang tidak baik.

"Ketika siklus tidur tidak berjalan dengan baik. Keesokan harinya maka kita akan sering mengantuk dan itu mengganggu kinerja kita," ujarnya.

Adanya Pengaruh Alkohol dan Caffein
Anda masih mengkonsumsi minuman beralkohol? Tentu saja ini berbahaya buat kesehatan tubuh ! Utamanya juga bisa mengganggu kualitas tidur kita. DR.Winter menyatakan jika pengaruh alkohol dapat membuat tidur kita menjadi tidak nyenyak karena pengaruh alkohol dapat berdampak ke otak kita.

"Sederhananya adalah, kita tidak akan mendapatkan waktu tidur yang berkualitas jika masih sering mengkonsumsi alkohol," ucapnya.

Sementara itu, Rajkumar Dasgupta, M.D, juru bicara American Academy of Sleep Medicine mengatakan bahwa alkohol juga dapat memicu penyakit lainnya, seperti sakit kepala dan penyakit pencernaan.

"Mengkonsumsi alkohol dapat menyebabkan kemungkinan terjadi diare lebih tinggi. Anda bisa saja merasa mulas dari malam hingga pagi harinya yang otomatis membuat waktu tidur berkurang," ujar Dr.Dasgupta.

Tidak jauh berbeda dengan alkohol, konsumsi minuman mengandung kafein, seperti kopi sebelum tidur dapat menyebabkan kualitas tidur anda menjadi kurang baik. Karena caffein juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan sehingga di pagi hari bisa jadi kita terbangun dalam keadaan dehidrasi.

"Mengkonsumsi kaffein dapat membuat kita dehidrasi di pagi harinya, karena tubuh kita banyak kehilangan elektrolit," kata Dr. Dasgupta.

Tidak Mematikan Telepon Seluler Sebelum Tidur
Nah ini dia yang menjadi kebiasan orang banyak ! Memainkan telepon seluler sebelum tidur !

Padahal banyak ahli sepakat bahwa memainkan ponsel sebelum tidur bisa kualitas tidur kita. Apalagi menggunakan ponsel kala cahaya lampu di kamar sudah digelapkan.

"Elektronika dan cahaya yang dipancarkan oleh ponsel dapat menggangu kemampuan otak untuk menghasilkan melatonon kimia yang dapat membantu kita untuk tidur cepat," kata Dr.Winter.

Akibat banyak bermain ponsel sebelum tidur dapat membuat mata kita lelah, sakit kepala, bahkan nyeri punggung.

Kebiasaan Menggertakan Gigi saat Tidur
Menggertakan gigi saat tidur, atau bahasa ilmiahnya Bruxism memang banyak dialami orang. Tapi apakah anda tahu, bahwa kebiasaan ini ternyata berakibat buruk untuk tidur kita yang berkualitas?

Selain dapat menganggu karena suara gertakannya, kebiasan Bruxism ini memiliki dampak yang cukup serius, salah satunya adalah kelainan sendi temporomandibular, yakni di mana tulang rahang yang tidak sejajar yang menyebabkan rasa sakit di sekitar otot dan sendi yang menghubungkan tulang rahang ke tengkorak.

"Bruxism juga menjadi indikasi kelainan tidur lainnya, misalnya Sleep Apnea," ujar Dr. Winter.

 

Editor: Andres Fatubun
dewanpers