web analytics
  

Menyusuri Bandung Creative Hub

Kamis, 28 Desember 2017 16:56 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Menyusuri Bandung Creative Hub, bandung creative hub, inkubator kreatif bandung, industri kreatif bandung, bandung kota kreatif

Ruang teater di Bandung Creative Hub. (AyoBandung/Irfan Alfaritsi)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Jika kamu ke Bandung, bermainlah ke Jalan Laswi. Di sana kamu akan melihat sebuah gedung hampir serupa kubus berwarna-warni di sudut persimpangan jalan. Selama ini, eksistensi gedung itu mengundang rasa penasaran warga, apa sih itu? Tapi kini gedung menggemaskan itu resmi dibuka untuk publik. Bandung Creative Hub, namanya.

Bandung Creative Hub (BCH) sengaja dibuat Pemerintah Kota Bandung sebagai inkubator industri kreatif di Bandung. Dilengkapi berbagai peralatan dan fasilitas untuk mengakomodasi kebutuhan para pelaku industri kreatif di kota ini.

“Bandung sudah terkenal dengan anak mudanya yang kreatif.” Begitu kata Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, usai meresmikan BCH, Kamis (28/12/2017).

Kreativitas ini, kata pria yang akrab disapa Emil itu, bakal menjadi sebuah kekuatan, identitas. Dan warga Bandung yang kreatif, tentu perlu sebuah wadah di mana semua potensi kreatif itu dapat berkumpul.

“Anak-anak muda ini tinggal membawa gagasan ke tempat ini, berkarya dengan memanfaatkan peralatan yang ada, bertemu sesama orang kreatif, juga memamerkan hingga menjual karyanya," lanjut Emil. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan jika BCH merupakan bentuk dari unit pelaksana teknis dengan fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, kafe, toko desain, galeri, bioskop, dan workshop atau studio yang dilengkapi peralatan untuk berbagai sub-sektor. Ada fotografi, animasi, game, desain, musik, fesyen, dan lain-lain.

BCH terdiri dari lima lantai, ditambah dengan basement dan rooftop yang memuat sejumlah ruang dengan berbagai fungsi. Sebut saja kafe dan toko desain yang berada di lantai dasar. Naik sedikit, kamu akan bertemu dengan pelataran berjenjang yang berfungsi sebagai tempat pertemuan, kafe, dan perpustakaan.

Di lantai berikutnya, ada ruang teater dengan layar lebar dan panggung yang dapat digunakan untuk screening film, seni pertunjukan, atau fashion show. Ada pula galeri seni, studio audio, studio produksi dan pascaproduksi karya-karya digital seperti game, animasi, ruang fotografi, ruang produksi desain dengan printer 3D, laser cutter, dan sebagainya.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/dMxlkcNM60c" frameborder="0" gesture="media" allow="encrypted-media" allowfullscreen></iframe>

Tak ketinggalan, ruang-ruang kelas untuk workshop, pelatihan, atau pertemuan. Masing-masing ruangan dilengkapi dengan peralatan dan fasilitas sesuai peruntukkannya.

Lalu ada juga ruangan yang difungsikan sebagai kantor bersama sekaligus tempat pertemuan lintas sub-sektor industri kreatif seperti Forum Desain Bandung yang terdiri dari Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia, Himpunan Desainer Interior Indonesia, dan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia.

Yang paling spesial adalah adanya ruang yang baru pertama kali ada di Indonesia : Bandung Design Archive (BDA). Ini semacam museum desain mini yang memuat berbagai arsip dan dokumentasi desain, terutama di Kota Bandung. Pengelolanya hingga kini masih terus aktif mengarsipkan berbagai data desain, terutama dalam format digital.

Satu hal yang perlu digarisbawahi. BCH sangat terbuka untuk komunitas, mahasiswa, dan masyarakat umum. Namun memang, ada beberapa ruang dan fasilitas yang akan dikelola oleh asosiasi profesi terkait. Tapi setidaknya kamu bisa mengakses beberapa area seperti kafe, perpustakaan, dan galeri.

Tunggu apa lagi? Ayo tingkatkan kreativitasmu di BCH!

Editor: Asri Wuni Wulandari
dewanpers