web analytics
  

PHRI Jabar Harapkan Okupansi Hotel Meningkat pada Momen Natal dan Tahun Baru

Jumat, 15 Desember 2017 11:47 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, PHRI Jabar Harapkan Okupansi Hotel Meningkat pada Momen Natal dan Tahun Baru, phri jabar, persatuan hotel dan restoran indonesia, okupansi hotel bandung, hotel bandung, momen libur natal tahun baru

Ilustrasi -- Wisatawan tengah mencoba wahana perahu karet di area Teras Cikapundung, Bandung. (AyoBandung/Danny Ramdhani)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Di tengah kondisi yang serba menurun, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia alias PHRI Jawa Barat berharap tingkat okupansi hotel jelang momen Natal dan tahun baru 2018 ini mengalami peningkatan.

“Kalau kita boleh berharap, okupansi pada Desember, terutama dalam dua momen besar Natal dan tahun baru, kita pengin okupansi bisa melewati angka 60%,” ujar Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar ketika dihubungi AyoBandung beberapa waktu lalu.

Harapan ini bukan muncul tiba-tiba. Pasalnya, okupansi perhotelan di Kota Bandung selalu mengalami penurunan di setiap tahunnya. “Dibandingkan dengan tahun 2016 saja, okupansi rata-rata tahun 2017 ini mengalami penurunan lagi,” katanya. Rata-rata, okupansi hotel akan menurun sebanyak 7-10% setiap tahunnya.

Penyebab penurunan okupansi itu, menurut Herman, bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya saja kebosanan para pelancong untuk berkunjung ke Kota Bandung, yang juga berujung pada jumlah penurunan rute penerbangan menuju kota berjuluk Paris van Java ini.

“Sekarang, kan, penerbangan Kuala Lumpur – Bandung tinggal 1 dari (awalnya) 5. Lalu, Singapura – Bandung dari 5 jadi 2. Indikator penyebabnya bisa dari situ,” jelas Herman.

Selain faktor tersebut, Herman juga menyebut jika sampai tahun 2019 saja, pembangunan empat proyek besar di pintu tol Jakarta menuju Bandung masih terus dilakukan. Sehingga diperkirakan sedikit-banyak hal tersebut bakal berpengaruh cukup besar karena akan menyumbang kemacetan di pintu masuk Kota Kembang.

Mengapa faktor proyek di jalan tol jadi penentu? Pasalnya, 80% pelancong yang datang ke Bandung merupakan para wisatawan nusantara.

Solusinya, kata Herman, dengan meningkatkan berbagai destinasi wisata dan perhotelan yang ada di Kota Bandung. Apalagi menjelang momen besar seperti Natal dan tahun baru ini.

"Jangan sampai citra Bandung sebagai kota wisata belanja itu pudar. Jadi wisatawan jangan sampai berpikir tidak mau berbelanja ke Bandung, dan memilih belanja ke negera lain karena faktor tadi," ujar Herman. 

Selain itu, promosi dari sejumlah sektor destinasi yang ada di Kota Bandung pun, kata Herman, harus diperhatikan. Kota Bandung, dinilainya, tak melakukan promosi lantaran nihilnya anggaran. “Gimana mau promoso kalau tida ada pegangan anggaran?” tanyanya. “Sekarang ini, kan, 80% peluang Kota Bandung berasal dari wisnus (wisatawan nusantara), tapi istilahnya enggak pernah kita ajak ke Bandung.”

Editor: Asri Wuni Wulandari

artikel terkait

dewanpers