web analytics
  

Warga Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Ini Sikap Ridwan Kamil

Selasa, 12 Desember 2017 07:37 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Warga saat mengantre pembelian gas ukuran 3 Kg. (Irfan Al-Faritsi/ayobandung).

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah daerah di Indonesia mulai mengalami kelangkaan Elpiji 3 kilogram (kg) subsidi warna hijau muda atau sering disebut gas melon, tidak terkecuali di Kota Bandung. 

Berdasarkan penelusuran sebelumnya dari tim redaksi ayobandung, Kota Bandung diperkirakan mulai mengalami kelangkaan hampir dari dua bulan yang lalu.

Akibat pasokan minm gas melon ini, beberapa waktu lalu sempat terjadi antrean para pembeli gas melon di beberapa agen penjual. 

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku telah berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk mencari persoalan terkait kelangkaan elpiji 3 kg ini di Kota Bandung. Selain di Kota Bandung, emil mengaku ikut mengamati perilaku kelangkaan elpiji bersubsidi tersebut itu banyak terjadi di sejumlah daerah di Jabar. 

"Kami sudah kordinasikan dengan Pertamina, supaya memastikan. Karena ini tidak hanya di Bandung tapi saya Baca di Bogor, di mana-mana juga terjadi. Jadi saya ingin memastikan. Dan, melalui Pertamina akan ditindak lanjuti secepatnya," kata emil saat ditemui awak media di Pendopo Kota Bandung, Pada Senin (11/12/2017).

emil mengatakan, PT Pertamina sedang menindaklanjuti persoalan kelangkaan elpiji 3 kg yang terjadi di masyarakat. Pemkot Bandung juga sedang menyelidiki di tingkat agen dan pengecer terkait hilangnya elpiji 3 kg. 

"Sedang kita selidiki dari kewilayahan, apakah si gas melon ini dipergunakan untuk bisnis atau menengah atas. Karena kan, kita sudah sepakat bahwa gas 3 kg hijau ini hanya untuk menengah bawah dan harus disubsidi," tegas emil

emil mengimbau jika masyarakat menengah atas atau pebisnis yang masih menggunakan elpiji 3 kg sebaiknya menggunakan tabung lain yang memang diperuntukan bagi mereka. 

"Kalau dia untuk bisnis dan menegah atas sebaiknya menggunakan ukuran lain yang sesuai dengan aplikasinya. Baik yang pink atau yang biru," tandas emil
 

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers