web analytics
  
Banner Kemerdekaan

5 Kutukan dalam Sepak Bola Paling Aneh

Jumat, 24 November 2017 13:08 WIB Arfian Jamul Jawaami

Ibrahimovic.(Reuters)

AYO BACA : 11 Pesepak Bola Generasi Z Terbaik Dunia

AYO BACA : 7 Pemain Sepak Bola Ini Terjun ke Politik

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Sepak bola bukan hanya tentang identitas, tapi juga soal drama kalah atau menang. 
 
Lalu dendam mengudara. Terucap sadis tanpa ampun. Melahirkan umpatan hingga kutukan. Setidaknya Benfica serta Vasco Da Gama pernah dan tengah merasakan hal tersebut.
 
Kutukan yang entah ada atau tiada. Entah dari mana datangnya namun itu dialami dan dirasakan. Terlepas dari mana asalnya, namun AyoBandung mencoba merangkum lima kutukan paling nyata dalam sepak bola yang dihimpun dari beberapa sumber.
 
1. Benfica dan Kutukan Guttmann
 
Pada tahun 1961 dan 1962 secara mengejutkan Benfica mampu menjadi juara Piala Eropa (kini Liga Champions) dua musim berturut yang berarti mematahkan dominasi Real Madrid di Benua Biru selama lima edisi terakhir.
 
Namun setelah raihan Si Kuping Besar pada tahun 1962, hingga kini nyatanya Benfica tidak pernah sekali pun kembali merasakan gelar juara di semua ajang Eropa meski telah mengenyam delapan laga final.
 
Cerita dimulai ketika pada tahun 1960 klub asal Portugal tersebut menunjuk Bela Guttmann sebagai pelatih kepala. Revolusi besar dilakukan oleh pelatih asal Hungaria tersebut dengan mendepak 20 pemain senior Benfica. Kemudian nama baru dihadirkan salah satunya adalah legenda terbesar Portugal yakni Eusebio.
 
Seperti dikutip dari CNN jika Guttmann bukanlah pelatih kemarin sore karena sebelumnya telah sukses menangani sejumlah klub besar dunia seperti AC Milan, Sao Paulo, Porto hingga Penarol.
 
Tidak butuh waktu lama bagi Guttmann untuk memoles The Eagles karena satu tahun berselang Benfica mampu menjadi raja Eropa selama dua musim berturut. 
 
Maka wajar jika kemudian Guttmann meminta kenaikan gaji. Namun sayang, Benfica justru menolak dan Guttmann memilih hengkang.
 
Sebelum hengkang, Guttmann sempat berujar jika Benfica tidak akan dapat menjuarai Piala Eropa selama 100 tahun ke depan. Terlepas benar atau tidak pernyataan Guttmann, namun kini hal tersebut nampaknya tengah dirasakan Benfica.
 
Setidaknya lima laga final Liga Champions dan tiga partai puncak Europa League telah dilalui Benfica dengan kekalahan. Jika kutukan Guttmann benar maka Benfica baru dapat merasakan gelar Eropa pada tahun 2062. 
 
2. Gol Ramsey dan Kematian
 
Aaron Ramsey hanyalah pemain sepak bola profesional asal Wales yang kini tengah membela Arsenal. Predikat tersebut jelas jauh dari analogi menakutkan. Namun kenapa publik dunia memberikan julukan Shinigami atau dewa kematian dari legenda Jepang?
 
Seperti dikutip dari Mirror, setiap Ramsey mencetak gol pada laga besar dan penting maka tidak lama berselang akan tersiar kabar jika salah satu tokoh terkenal dunia dinyatakan meninggal dunia.
 
Cerita dimulai ketika pada tanggal 1 Mei 2011 silam, Ramsey berhasil menjadi penentu kemenangan Arsenal atas Manchester United. Satu hari berselang pemimpin Al Qaeda yakni Osama Bin Laden dinyatakan telah meninggal dunia.
 
Lima bulan berselang Ramsey kembali mencetak gol penting pada pertandingan penuh gengsi Derby North London melawan Tottenham Hotspurs. Tiga hari berselang legenda teknologi dunia yakni Steve Jobs dinyatakan meninggal karena sakit. 
 
Tidak berhenti sampai disitu karena di bulan yang sama dengan kematian Steve Jobs, Ramsey kembali mencetak gol penting ke gawang Marseille di ajang Liga Champions. Satu hari berselang diktator asal Libya Muamar Khadafi meninggal dunia.
 
Lalu pada 11 Februari 2012 kembali Ramsey mencetak gol penentu kemenangan Arsenal saat melawan Sunderland. Beberapa jam kemudian penyanyi terkenal asal Amerika Serikat yakni Whitney Houston dinyatakan meninggal dunia.
 
Belum selesai karena pada November 2013 lalu ketika Ramsey mencetak gol ke gawang Cardiff, kembali seorang tokoh dunia dinyatakan meninggal dunia. Kali ini mitos tersebut dialami oleh bintang film Fast and Furious yang meninggal karena kecelakaan mobil yaitu Paul Walker.
 
3. Vasco Da Gama dan Katak Arubinha
 
Pada tahun 1937 klub asal Brasil bernama Andarai dipermalukan raksasa samba Vasco Da Gama dengan skor teramat menjanjikan yakni 12-0. Tentu sebuah angka yang sangat memalukan dan tidak dapat diterima begitu saja oleh publik Andarai. 
 
Maka wajar jika kemudian kiper Andarai bernama Arubinha begitu terpukul dan mendoakan agar Vasco Da Gama tidak akan pernah meraih gelar juara Liga Brasil hingga 12 tahun mendatang. Angka yang sama dengan jumlah gol yang disarangkan Vasco Da Gama pada jala gawang Arubinha.
 
Lalu tersiar kabar jika Arubinha mengubur seekor katak di dalam lapangan Sao Januario. Seperti dikutip dari Four Four Two jika katak tersebut dipercaya memiliki kekuatan mistis yang dapat menghadirkan kesialan bagi Vasco Da Gama.
 
Sepuluh tahun kemudian kutukan Arubinha terbukti nyata karena Vasco Da Gama tidak pernah sekali pun meraih gelar juara. Pihak klub lantas meminta seluruh permukaan lapangan digali dan diganti dengan tujuan agar dapat menghapuskan kutukan Arubinha. 
 
Entah kebetulan atau memang benar adanya namun setelah rumput lapangan diganti, Vasco Da Gama akhirnya mampu meraih juara setelah sepuluh tahun puasa gelar.
 
4. Ibrahimovic dan Kutukan Eropa
 
Zlatan Ibrahimovic merupakan pemain sepak bola pertama di dunia yang mampu mencatatkan gol untuk enam klub berbeda di ajang Liga Champions yakni bersama Ajax, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, Juventus, dan Paris Saint Germain. 
Bahkan, kini Ibra memiliki kesempatan melakukan hal tersebut untuk tujuh klub karena tengah membela jersey merah Manchester United.
 
Namun sialnya seperti dikutip dari Four Four Two hingga kini pemain asal Swedia tersebut belum pernah meraih gelar Liga Champions karena selalu melewatkannya dengan cara yang unik. Bahkan Ibra dianggap sebagai penyebab dari kegagalan klub untuk meraih Si Kuping Besar. Tentu cerita Ibra berbeda dengan Gianluigi Buffon yang hanya berjuang untuk satu klub yakni Juventus. 
 
Cerita dimulai ketika Barcelona menjadi juara Liga Champions pada tahun 2009. Satu musim berselang Ibra diperkenalkan pada publik Camp Nou sebagai pemain anyar Barcelona yang didatangkan dari Inter Milan. Namun sial karena pada musim tersebut justru mantan klub Ibra, Inter Milan yang berhasil meraih gelar juara. 
 
Lalu cerita berlanjut pada tahun 2011 ketika Barcelona kembali berhasil mengangkat trofi Liga Champions. Ibra kembali tidak dapat merasakan gelar tersebut karena tengah menjalani masa pinjaman ke AC Milan. 
 
5. Kane dan Kutukan Agustus
 
Harry Kane adalah penyandang dua sepatu emas atau pencetak gol terbanyak di English Premier League. Namun anehnya penyerang asal Inggris tersebut selalu gagal mencetak gol di bulan Agustus di sepanjang kariernya.
 
Setidaknya hal tersebut telah dirasakan Kane sejak menjalani debutnya bersama skuat Pochettino pada tahun 2014 lalu. Kutukan Kane terlihat jelas saat pertandingan melawan Chelsea. Ketika itu tendangan keras Kane justru membentur mistar gawang. Padahal posisi bola sudah berada jauh diluar jangkauan Thibaut Courtois.
 
Seperti dikutip dari Goal jika hingga kini setidaknya Kane telah menjalani 13 pertandingan tanpa gol di bulan Agustus. Walau pada 13 pertandingan tersebut Kane sanggup melepaskan total 42 tembakan ke arah gawang. 

AYO BACA : 7 Pelatih Hebat Ini Bukan Pemain Sepak Bola Berbakat

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers