web analytics
  

Bobotoh Tanggapi Kegagalan Persib Datangkan Rahmad Darmawan dan Konate

Kamis, 23 November 2017 11:15 WIB Anggun Nindita Kenanga Putri
Persib - Maung Bandung, Bobotoh Tanggapi Kegagalan Persib Datangkan Rahmad Darmawan dan Konate, konate, rahmad darmawan, yudi guntara, transfer persib, pemain persib

Makan Konate (tengah ) saat masih membela Persib bersama Tantan dan Atep. (Danny/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Menyambut musim baru di 2018, sejumlah tim yang berlaga di Liga 1 lalu mulai berbenah merombak skuatnya agar di musim yang akan datang bisa mendapatkan komposisi terbaik. Beberapa tim besar seperti Bali United, Madura United, dan Pusamania Borneo sudah mulai melakukan “perburuan” untuk mendapatkan pemain dan pelatih anyar.

Hal ini berbanding terbalik dengan Persib Bandung. Di sela-sela waktu istirahat ini, Persib terbilang masih “santai” dan belum terdengar kabar apapun soal transfer pemain dan pelatih baru.

Seperti diketahui, Persib di paruh kedua Liga 1 2017 sempat diarsiteki oleh Emral Abus yang menggantikan Djajang Nurdjaman, yang kala itu mengundurkan diri dari jabatannya. Emral sendiri dikontrak hingga akhir musim saja. Jadi dipastikan posisi pelatih Persib kali ini kosong.

Beberapa nama sempat disebut-sebut akan mengisi posisi tersebut. Mulai dari sosok pelatih asing seperti Jacksen F.Tiago atau Milomir Seslija. Tapi yang paling sering dikaitkan dengan Persib adalah sosok Rahmad Darmawan (RD).

Mantan pelatih Timnas Indonesia ini memang difavoritkan oleh bobotoh untuk menjadi kandidat kuat pelatih Persib menggantikan Emral Abus. Salah satu mantan pemain Persib, yakni Yudi Guntara pun mendukung jika coach RD ditunjuk sebagai pelatih Maung Bandung.

“Semoga yang terbaik untuk coach RD dan yang terbaik untuk Persib. Kalaupun coach RD tidak jadi ke Persib, semoga pengalaman pahit 2017 menjadi pelajaran berharga untuk tepat memilih pelatih dan memilih pemain,” ujarnya dalam akun Instagram pribadinya @yudiguntara5

Tapi bobotoh kini harus gigit jari, setelah resmi meninggalkan tim asal Malaysia, T-Team Selangor, RD nyatanya malah berlabuh di klub Sriwijaya FC. Sebagai mantan pemain senior Persib, Yudi Guntara pun mengungkapkan kekecewaannya.

“Idealnya Persib di awal bulan November 2017 kedahna tos nangtoskeun seorang pelatih (Idealnya Persib di awal bulan November 2017 seharusnya sudah menentukan seorang pelatih,” katanya.

Bukan hanya masalah pelatih saja, Persib juga termasuk yang masih lambat pergerakannya dalam mendapatkan pemain baru. Mantan pemain Persib, Makan Konate, yang pernah membela tim Maung Bandung pada musim 2014-2015, menjadi salah satu pemain yang difavoritkan Bobotoh untuk kembali membela Persib.

Konate sempat datang menyaksikan langsung pertandingan Persib di saat musim pertama Liga 1 2017. Kabar kembalinya Konate saat itu mulai kencang berhembus. Selain Persib beberapa klub besar lain, seperti Persija juga ternyata tertarik untuk merekrut pemain asal Mali tersebut.

Di akhir penyelenggaraan Liga 1, klub Pusamania Borneo juga sempat diisukan melakukan pendekatan pada Konate. Hal ini terlihat dari beredarnya foto di media sosial, saat Nabiel Hussein manajer Borneo sedang berpose bersama Konate.

Tapi bukan Borneo, bukan pula Persib yang akhirnya berhasil mendapatkan Konate. Kini Konate dipasikan bergabung dengan Sriwijaya FC, setelah diboyong oleh coach RD.

Hal ini tentu saja membuat bobotoh kembali geram lantaran Persib dianggap bergerak sangat lambat. Padahal mereka sudah berharap agar coach RD dan Konate bisa merapat ke skuat Maung Bandung.

Salah seorang pengurus Viking, Agus Rahman pun mengungkapkan rasa kecewanya, “Jangan baper ya bobotoh. Konate sekarang udah di SFC. Ngopi dulu aja biar enggak ngambek,” ujarnya diselingi dengan guyon pada Kamis (23/11/2017).

Bahkan salah satu akun fanbase terbesar Persib, yakni @igpersib sampai memberikan komentar terkait dengan “direbutnya” Konate oleh SFC, “Duh Persib kamu lelet sih,” tulisnya.

Manajemen banyak pertimbangan. Kurang lebih begitulah yang dirasakan bobotoh terkait dengan pergerakan Persib yang cenderung lamban dalam hal transfer pemain dan pelatih ini. Mereka pun membandingkan dengan persiapan musim lalu, di mana Persib menjadi salah satu tim yang jor-joran untuk melakukan perombakan tim.

“Musim kemarin gercep (gerak cepat) dan jor-joran beli pemain. Harusnya sekarang bisa lebih cerdas dan belajar dari pengalaman yang lalu,” kata Dika Amrullah salah satu bobotoh dari Kopo.

Dika juga mengungkapkan agar manajemen tidak hanya mementingkan persoalan bisnis aja, tetapi juga harus lebih melihat kebutuhan tim agar sesuai dengan kompisisi pemain yang diperlukan untuk persiapan menuju musim 2018.

“Stop beli pemain untuk promosi. Mulai sekarang dilihat dulu kontennya apakah bisa memajukan tim atau tidak. Harus lebih bijak dalam hal merekrut pemain,” ujarnya.

Lanjutnya ia pun berharap, Persib bisa mengejar ketertinggalan musim transfer ini. Karena bobotoh ingin kejadian Golden Era Persib di tahun 2017 tidak terjadi lagi di musim yang akan datang.

“Tahun depan harus perbaiki permainan. Perbaiki posisi juga sampai akhirnya bisa rebut lagi juara,” tuturnya.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers