web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Evaluasi Operasi Zebra: Pelanggaran Lawan Arus Dominan

Selasa, 7 November 2017 16:47 WIB Ananda Muhammad Firdaus

Polisi sedang melakukan tindak pelanggaran (tilang) pada Operasi Zebra Polrestabes Bandung (instagram)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Polrestabes Bandung menemukan pengendara yang melawan arus mendominasi jenis pelanggaran sepanjang oOerasi Zebra yang digelar serentak pihak kepolisian pada 1-14 November 2017.

Kanit Dikyaksa Polrestabes Bandung AKP Dewi Khodijah mengungkapkan, dalam hitungan seminggu pertama, pelanggaran telah mencapai angka ribuan. Rata-rata ada 500 pelanggar per hari di wilayah kerja Satlantas Polrestabes Bandung saat operasi.

"Jumlah pelanggaran sampai 500 kali tilang perharinya," ungkap Dewi ditemui usai acara Kampanye #KlikBiarSelamat di Balai Kota Bandung, Selasa (7/11/2017).

Dewi mengungkapkan, dari rata-rata 500 pelanggaran tersebut, pengendara yang melawan arus yang sering di tindak.

"Yang paling tinggi pelanggaran lagi tren adalah melawan arus," ucap Dewi.

Alasannya pun sederhana, kata Dewi. Kebanyakan pelanggar beralasan karena si pengendara hanya menempuh jarak dekat.

"Karena jarak dekat, dia gak mau muter jadi melawan arus mengesampingkan keselamatannya," katanya.

Dewi menambahman, dalam operasi zebra tahun 2017 ini, pihaknya memprioritaskan beberapa bentuk pelanggaran untuk ditindak. Pertama penindakan kendaraan yang memakai lahan trotoar dijadikan lahan parkir, kedua melawan arus.

"Tiga, kendaraan memakai sirine dan knalpot bising, keempat pelanggaran yang berpotensi pada laka lantas," tambahnya. 

Editor: A. Dadan Muhanda

artikel lainnya

dewanpers