web analytics
  

50 Anggota FSPMI Jabar Aksi Berjalan Kaki ke Jakarta

Selasa, 7 November 2017 13:51 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, 50 Anggota FSPMI Jabar Aksi Berjalan Kaki ke Jakarta, fsmpi,buruh,fsmpi jabar,aksi buruh,upah

Sebanyak 50 anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia atau FSPMI Jawa Barat melakukan aksi berjalan kaki dari Gedung Sate menuju Istana Presiden di Jakarta.(Mildan)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Sebanyak 50 anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia atau FSPMI Jawa Barat melakukan aksi berjalan kaki dari Gedung Sate menuju Istana Presiden di Jakarta.

Aksi berjalan kaki ke Jakarta tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap sistem pengupahan yang menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Upah.

Ketua FSPMI Jabar Sabila Rosyad mengatakan aksi berjalan kaki diikuti 50 orang FSPMI dan diiringi 50 anggota lainnya yang menggunakan kendaraan.

"Ada 50 orang yang berjalan kaki dan 50 orang pendamping," tutur Rosyad ketika diwawancara, Selasa (7/11/2017).

Ia menjelaskan dari Bandung, massa aksi akan menuju Purwakarta dan disambut oleh buruh di sana. Kemudian dilanjutkan menuju Karawang, Depok, dan berakhir di Jakarta pada 10 November mendatang.

"Selain dari Bandung aksi ini juga dilakukan dari dua daerah lainnya, ada dari Bogor dan Cirebon via Subang. Massa akan berkumpul di Depok dan puncak aksi akan dilakukan di Istana Presiden Jakarta dengan estimasi massa 100.000 orang dari seluruh Indonesia," terangnya.

Ia menyebutkan puncak aksi yang dilakukan 10 November karena pada saat bersamaan merupakan Hari Pahlawan.

"Kami mengambil momen Hari Pahlawan, kami ingin semangat 10 November menjadi pemicu untuk berjuang melawan ketidakadilan," ujarnya.

Rosyad menyebutkan ada tiga isu utama yang akan digelorakan dalam aksi tersebut, yakni meminta Presiden Jokowidodo mencabut PP Nomor 78 Tahun 2015, menolak upah murah, dan menuntut kenaaikan upah sebesar Rp650.000.

Ia menjelaskan kenaikan upah Rp650.000 merupakan hasil dari perhitungan sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

"Kami melakukan survei KHL (Kebutuhan Hidup Layak) bujang, survei pasar dengan menyertakan 80 komponen yang terdiri dari sandang pangan dan papan, jatuhnya kenaikan upah mencapai Rp650.000," ujarnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers