web analytics
  

Begini Strategi Pelayanan Publik Badan Geologi ke Masyarakat

Rabu, 18 Oktober 2017 13:55 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Begini Strategi Pelayanan Publik Badan Geologi  ke Masyarakat, badan geologi,strategi pelayanan publik

Seminar bertajuk "Strategi Pelayanan Publik Bidang Geologi kepada Masyarakat" di Auditorium Badang Geologi Bandung, Rabu (18/10/2017).(Eneng)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COMBadan Geologi terus meneliti tanah dan batuan sebagai upaya menyukseskan pembangunan infrastruktur yang merupakan bagian dari program nasional.

 

Kasubag Humas dan Kerja Sama Badan Geologi Priatna mengatakan salah satu contoh keberhasilan strategi pelayanan publik dari Geologi yakni Magma Indonesia.

Magma Indonesia sendiri merupakan Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia atau sistem teknologi informasi yang diinisiasi, dirancang, disupervisi, dibangun, dan dikembangkan secara mandiri 100% oleh PNS Badan Geologi tanpa menggunakan biaya APBN khusus.

Lahirnya Magma Indonesia dilatarbelakangi tingginya potensi ancaman bencana geologi di Indonesia yang bersumber dari 127 gunung api aktif yang dapat meletus kapan pun dan dapat berdampak di darat.

Selain itu, tiga lempeng tektonik dan sesar di darat yang dapat mengakibatkan gempa bumi dan dapat disertai tsunami. Begitupula dengan topografi berupa lereng curam dan tingginya curah hujan yang dapat mengakibatkan terjadinya gerakan tanah.

“Ironinya, kapasitas dan pengetahuan masyarakat Indonesia akan potensi bencana geologi di sekitarnya rata-rata masih relatif rendah,” ujarnya saat membuka acara seminar bertajuk "Strategi Pelayanan Publik Bidang Geologi kepada Masyarakat" di Auditorium Badang Geologi Bandung, Rabu (18/10/2017).

Oleh Karena itu, Magma Indonesia hadir dengan visi untuk memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat maupun instansi berupa informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi. Informasi yang diberikan berupa gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah.

"Tapi sejauh ini Badan Geologi masih terlambat. Belum banyak melakukan pendekatan stategi pelayanan kepada publik lainnya secara lebih terpadu terutama lewat pendekatan publikasi salah satunya lewat media," tegas Priatna.

Di samping itu, seminar tersebut menghadirkan dua narasumber lain yakni Kepala Badan komunikasi dan layanan informasi publik Biro Komunikasi dan Layanan Informasi dan Kerja Sama Setjen Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral Ariana Soemanto serta Komisaris Utama PT MNC Infotainment Indonesia, Arya Mahendra Sinulingga.

Ari menyebut tren pemberitaan sektor ESDM selama periode selama 2017 memiliki agrerat negatif sebanyak 5%.

"Banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan sehingga pemberitaan negatif tidak bisa dihindari hingga tercatat 5%," kata Ari.

Sedangkan Badan Geologi,  memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga pemberitaan negatinya hanya tercatat 1% dalam priode yang sama tersebut.

"Hal ini yang harus dilihat dan ditingkatkan. Di mana  pentingnya data dan materi publikasi karena untuk penguatan pelayanan dari pulbikasi kontek dari badan geologi itu sendiri," tutur Ari.

Adapun beberapa poin penting yang tidak bisa ditinggalkan Badan Geologi untuk memperkuat strategi pelayanan publik dengan memperbaiki konten dan pelayanan.

"Poin penting publikasi pemerintah, yakni terletak di kekuatan dari berita atau kontennya yaitu ubah cara memberitakannya, sederhana, mudah dimengerti, kreatif, dan menyentuh hati," kata Ari.

Selain itu, publikasi media sosial pun akan sangat efektif, potensial, dan murah untuk memperkuat strategi ini.

"Tapi dalam strategi pelayanan publik ini jangan selalu menyebutkan atau menyimpulkan kehebatan diri atau instansi dalam publikasi. Tampilkan kinerja dan data, karena pihak lain terkadang akan menyimpulkan kebalikannya," ujar Ari.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers