web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Enam Kota Ini Terancam Punah, Salah Satunya Jakarta

Selasa, 10 Oktober 2017 13:17 WIB Arfian Jamul Jawaami

Salah satu sudut Jakarta.(Independent)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Bumi sudah lelah. Kutub diprediksi akan mencair sehingga memicu permukaan air laut bertambah naik hingga melebihi daratan.

Maka tidak mengherankan, bila saat ini bumi darurat tergenang air. Terlebih pola hidup manusia seakan tidak berjalan beriringan dengan pelestarian alam membuat keadaan semakin terperosok buruk.

Peristiwa tenggelamnya Atlantis atau Graun di perbatasan Austria dengan Italia bisa terulang kembali.

Untuk itu, AyoBandung merangkum enam kota di dunia yang berpotensi punah karena tenggelam oleh air. Berikut daftarnya:

1. Amsterdam di Belanda

Belanda adalah negeri yang penuh dengan ketegangan bencana. Alasannya sederhana karena Negeri Kincir Angin berada di bawah permukaan air laut. Tidak heran karena dulu beberapa kota di Belanda seperti Amsterdam dan Rotterdam adalah lautan yang menyurut karena proses damisasi.

Akan tetapi fakta yang terjadi selama lebih dari satu abad menegaskan bila Amsterdam selalu mampu melawan prediksi bencana. Penyebabnya karena Belanda memiliki mekanisme antisipasi banjir yang baik. Alhasil rekam jejak banjir di Amsterdam tidak pernah separah Jakarta.

Seperti dikutip dari Science Daily, bila Amsterdam tidak akan dapat menahan laju bencana bila air laut mampu naik sekitar dua kaki. Diprediksi hal tersebut akan terjadi pada tahun 2070 yang disebabkan oleh meningkatnya frekuensi badai.

2. Venesia di Italia

Pada tahun 2012 lalu Venesia mengalami bencana banjir terparah dalam sejarah Negeri Pisa karena merendam 70 persen daratan kota hingga kedalaman mencapai 1.5 meter. Seperti dikutip dari Independent bila banjir tersebut menjadi indikasi Venesia terancam punah karena permukaan tanah turun sebanyak 3 centimeter selama 100 tahun atau 0.9 inci setiap tahunnya. Alasannya karena penggunaan air tanah yang berlebihan ditambah meningkatnya air di Laut Mediterania.

3. Shanghai di Tiongkok

Shanghai berdiri di atas tanah rawa yang lunak dan penuh dengan kandungan air. Namun kini justru Shanghai hadir sebagai salah satu kota terbesar dan terpenting di dunia. Alhasil bangunan pencakar langit berdiri membuat tanah semakin terbebani. Lambat laun tanah tidak dapat menahan beban kota dan berangsur menurun.

Maka tidak mengherankan bila permukaan tanah di Shanghai turun setengah inci di setiap tahunnya. Fakta penurunan seperti dikutip dari The Atlantic Cities terjadi sekitar 2,4 meter dalam rentang waktu 44 tahun. Alhasil bila Sungai Yangze meluap maka Shanghai tidak akan dapat menyelamatkan diri dari kepunahan.

4. Mumbai di India

Kelompok aktivis Greenpeace seperti dikutip dari The Atlantic Cities menyatakan bila Mumbai akan tenggelam oleh air pada tahun 2100. Alasannya karena naiknya permukaan air hingga lima meter akibat mencairnya es kutub. Sedangkan pencairan es terjadi berkat meningkatnya suhu bumi.

5. Bangkok di Thailand

Perlu diingat bila sebagian besar wilayah di Bangkok berada di bawah permukaan air laut setinggi 1,5 meter. Apalagi seperti dikutip dari The Atlantic Cities bila setiap tahunnya tanah di Bangkok mengalami penurunan hingga 2 centimeter.

Fakta memprediksi bila pada tahun 2100 mendatang Bangkok akan tenggelam dan hadir sebagai Atlatis kedua. 

6. Jakarta di Indonesia

Jakarta merupakan kota dengan tingkat penurunan tanah tercepat di dunia yakni mencapai 9.8 inci setiap tahun. Alasannya karena penduduk Jakarta sangat bergantung pada air tanah. Apalagi populasi penduduk Jakarta terus meningkat.

Seperti dikutip dari The Atlantic Cities bila 20 tahun mendatang diperkirakan jumlah penduduk Jakarta akan mencapai 40 juta jiwa.

Pengamat hidrologi asal Belanda bernama Jan Jaap Brinkman menjelaskan bila proses pengambilan air tanah terus dilakukan di Jakarta maka  pada akhir abad 21 akan tenggelam sedalam lima hingga enam meter.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers