web analytics
  
Banner Kemerdekaan

#SusurBandung: Braga dan Apa yang Bisa Dilakukan di Sana?

Jumat, 6 Oktober 2017 18:05 WIB Asri Wuni Wulandari

Sejumlah lukisan yang dijajakan di sepanjang Jalan Braga, Bandung. (AyoBandung/Eneng Reni)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Jangan bandingkan dengan Fifth Avenue di New York, Jalan Braga, Bandung tak sepanjang itu. Hanya satu kilometer saja kira-kira panjangnya. Tapi atmosfer ramainya, tak perlu ditanya.

Di siang hari, kamu akan melihat gadis-gadis Bandung nan molek yang mematut diri dalam sebuah pemotretan ala anak sekarang. Atau sepasang kekasih yang terduduk di bangku taman yang terpatri di trotoar jalan. Mereka memadu kasih di bawah sinar lembayung jingga di sore hari. Lantas ketika malam tiba, keramaian makin menjadi-jadi.

Jalan yang dahulu kala berjudul “De meest Eupoeesche winkelstraat van Indie” alias “jalan perbelanjaan bangsa eropa terkemuka di Hindia Belanda” ini selalu bikin wisatawan dari mana pun kepincut karena atmosfernya yang renyah. Kawasan yang menjadi ikon Paris van Java ini bahkan telah dikenal sejak masa penjajahan Belanda.

Padahal dahulu kala, kawasan Braga tak ubahnya sebuah jalan sempit yang mengerikan. Kerap menjadi tempat kejahatan penculikan, hingga kawasan ini diberi nama Jalan Culik atau Jalan Pedati. Namun sejak kedatangan Belanda, kawasan bronx ini menjelma kawasan bisnis dengan berdirinya sejumlah toko, bar, serta tempat-tempat hiburan malam. Disusul dengan eksistensi sejumlah butik di tahun 1920an yang menjadi kiblat fesyen kala itu.

Dan kini, eksotisme Jalan Braga tetap memincut hati wisatawan. Lantas, apa saja kiranya yang bisa dilakukan di Jalan Braga? Kini AyoBandung mengajakmu untuk pelan-pelan menyusuri jengkal demi jengkal kawasan kota tua Bandung itu.

Mari kita mulai dari ujung jalan, tepat di persimpangan Braga – Asia Afrika. Di sana kamu bisa menapaki sejarah usaha negara-negara di Asia-Afrika demi masa depan yang lebih baik pada 62 tahun silam di Museum Konferensi Asia Afrika (Museum KAA). Museum itu terbuka untuk umum. Menjadi salah satu destinasi wisata edukatif masyarakat.

AYO BACA : Mang Mpud, Bukti Dedikasi dan Ketabahan Seorang Pengangkut Sampah

Maju sedikit ke arah Naripan, ada sebuah taman yang bisa jadi pilihan tempat untuk bersantai sejenak. Duduk di pelatarannya sembari nikmati secangkir kopi panas sachet dari pedagang yang lewat, lantas nikmatilah atmosfer tempo dulu Kota Bandung. Bayangkan saja orang-orang yang lalu lalang di depanmu itu tak ubahnya para meneer di masa lalu. Mereka bergembira, menikmati kawasan yang tak pernah ada matinya.

Jika kamu berbelok ke kiri, kamu akan bertemu dengan area Cikapundung Riverspot. Hampir serupa dengan Taman Braga, area ini bisa jadi salah satu pilihanmu untuk bersantai. Bedanya, di sini kamu bisa bersantai sekaligus menikmati aliran Sungai Cikapundung, salah satu sungai terpanjang di Kota Bandung.

Masih di dekat situ, kamu akan melihat sebuah toko kecil, Toko Taurus, namanya. Toko ini merupakan salah satu tempat legendaris bagi kebanyakan orang Bandung. Sebab tempat ini adalah tempat pemberhentian orang-orang Bandung atau wisatawan yang tak bermasalah dengan minuman-minuman beralkohol. Konon, produk minuman-minuman beralkohol yang

Masih di dekat situ, kawasan kuliner kaki lima di Jalan Cikapundung Barat akan menyapamu. Santap malam di kawasan itu bukan pilihan yang salah. Hanya saja, siapkan uang receh yang cukup. Sebab niscaya sejumlah musisi jalanan akan menemani santap malammu dengan suaranya yang merdu.

Nah, kembali lagi ke persimpangan Naripan – Braga, lalu ambil jalan lurus, melanjuti penyusuran Jalan Braga. Tengok sebelah kanan, ada Canary Bakery & Café. Sebuah kafe yang berdiri sejak 1910, surganya bagi para pecinta bagelen dan pisang bolen. Tak lupa, kamu juga bisa membali satu cone es krim Canary berbagai rasa yang nikmatnya bisa menemani agenda jalan-jalanmu menyusuri Braga.

Lalu, majulah sekira 100 – 200 meter. Ada destinasi legendaris bagi kamu yang ujuk-ujuk merapa lapar. Warung C’Mar, namanya. Popularitas Warung C’Mar ini sudah ada sejak dulu kala. Dulu, Warung C’Mar berlokasi di Jalan ABC, tak jauh dari situ. Biasa menjadi destinasi muda-mudi Bandung sehabis melepas lelah dari klub-klub malam yang ada di sekitarnya. Mengapa? Sebab Warung C’Mar beroperasi sampai pagi. Menu makanan rumahan yang ditawarkan menjadi penyedot utama orang-orang yang berdatangan ke Warung C’Mar.

AYO BACA : Melihat Uniknya Wisata China Town Bandung

Masih berdekatan dengan Warung C’Mar, Braga juga punya tempat bagi kamu yang ingin hura-hura melenyapkan diri dalam atmosfer pesta semalam suntuk. Hang Over, namanya. Sebuah tempat dengan dinding batu bata, tampak elegan dari luar. Tempat itu biasanya menjadi destinasi wisatawan mancanegara yang ingin menenggak minuman-minuman beralkohol, selain salah satu kafe lainnya di Braga.

Bangunan Hang Over ini juga bersatu dengan Chez Bon Hotel, Bandung. Bagi kamu yang ingin menginap dengan sensasi the real backpacker, hotel ini sangat direkomendasikan. Kamu akan berbagai kamar dengan tamu-tamu lain.

Di sepanjang Jalan Braga, kamu juga bisa menikmati atau bahkan membeli pajangan-pajangan lukisan seniman Kampung Jelekong – salah satu kampung pelukis di kawasan Bandung Selatan – yang saling berderet memenuhi trotoar.

Maju sedikit dari Hang Over, kamu akan bertemu dengan Sumber Hidangan di sebelah kiri jalan. Toko kue sekaligus kafe yang betul-betul menawarna sensasi masa lampau. Mulai dari interior ruang yang sama sekali tak berubah dari zaman ke zaman, hingga beberapa menu kuenya yang masih menggunakan bahasa Belanda.

Tolong, jangan berhenti sampai di situ. Jalan Braga masih panjang. Tak jauh dari situ, kedai paling tersohor sejak zaman Hindia Belanda melambai-lambaikan tangannya dan mengajakmu untuk masuk. Braga Permai, namanya. Tentu nama ini sudah tak aneh lagi. Siapa pula yang tak tahu dengan Braga Permai?

Jika bosan dengan atmosfer-atmosfer wisata tempo dulu, di sebelah kiri Jalan Braga, ada sebuah mall kecil bernama Braga City Walk. Bangunan mall ini memang tak besar-besar amat. Tapi bagi kamu yang merindu sajian makanan ala mall atau sekadar berkaraoke ria, berkunjung saja ke mall yang satu ini.

Makin ke depan, menyeberangi persimpangan Braga – Suniaraja, kamu juga akan bertemu dengan Gedung Landmark, salah satu gedung tua yang dipertahankan hingga kini. Jika kamu beruntung, kamu akan menemukan berbagai pameran yang digelar di gedung tersebut.

Lantas, saran terakhir dari penulis. Tepat di seberang Gedung Landmark, ada sebuah minimarket yang menyediakan kursi dalam jumlah yang cukup banyak. Duduklah di situ, embuskan napas, dan nikmati lalu lalang oran-orang Braga…

Selamat menyusuri Braga!

AYO BACA : 7 Rekomendasi Tempat Wisata Kece di Bandung untuk Liburan Tahun Baru

Editor: Editor Ayobandung

artikel lainnya

dewanpers