web analytics
  

4 Kebiasaan Lazim Orang Tua yang Bahayakan si Buah Hati

Senin, 25 September 2017 12:25 WIB Andres Fatubun
Umum - Unik, 4 Kebiasaan Lazim Orang Tua yang Bahayakan si Buah Hati, Kebiasaan, Lazim, Orangtua, Bahayakan, anak, Buah Hati

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Tanpa sadar orangtua sering mem-posting foto anaknya yang imut dan lucu di media sosial karena saking cinta atau kangennya. Di sisi lain, sejumlah penjahat atau psikopat sedang mengincar foto-foto anak tersebut untuk dijadikan korban. Selain kebiasaan ber-medsos, masih banyak lagi kebiasaan orangtua atau keluarga besar yang bisa membahayakan keselamatan si anak. Berikut di antaranya yang lazim dilakukan:

1. Publikasi foto anak
Sekarang lagi hits banget ya posting foto anak-anak di sosial media, terutama instagram. Mungkin niatnya hanya ingin mengabadikan kenangan saat anak lagi lucu-lucunya dan senang membuat orang lain ikut gemas dengan anaknya. Di Amerika Serikat misalnya, menurut polling Time dan Survey Monkey terhadap lebih dari 2000 orangtua beda generasi, 81% milenial, 70% generasi X, dan 47% baby boomers pernah membagikan foto anak-anaknya di media sosial. Sementara berdasarkan studi yang dilakukan American Psychological Association tujuh tahun silam, lebih dari 90% anak-anak di Amerika Serikat pernah dipublikasikan (entah oleh orangtua atau anggota keluarga lainnya) di internet, bahkan sebelum mereka menginjak usia 2 tahun. Selain itu sebesar 63% pengguna facebook di AS mempublikasikan informasi anaknya. Mereka unggah foto dan video anak beserta status tentang anak mereka. Perlu disadari bahwa informasi tentang anak kita yang tersebar di internet bisa jadi membahayakan mereka di masa depan. Kita bisa berkaca pada kasus yang terjadi pada anak Nafa Urbach yang diincar pedofil baru-baru ini.

2. Stiker Happy Family di mobil
Memiliki momongan adalah kebahagiaan setiap keluarga, terutama bagi pasangan yang baru menikah. Kebahagiaan tersebut akhirnya dituangkan dalam bentuk publikasi lain, yaitu memasang stiker happy family yang menggambarkan keluarga kecil bahagia yang mereka punya. Namun sadarkah Anda bahwa hal tersebut membahayakan keluarga? Identitas yang muncul pada stiker tersebut biasanya mencakup nama, cara berpakaian, jumlah anggota keluarga, bahkan keterangan figur anak yang memerlihatkan usianya seperti balita atau bayi, juga pekerjaan orangtua. Belum lagi jika di mobil tersebut juga ada stiker sekolah anak atau stiker komplek perumahan Anda. Hal-hal itu lah yang membuat pelaku kejahatan mudah mengeidentifikasi calon korban.
Seperti kasus yang terjadi di Florida, Amerika Serikat. Kathleen Wiggins tak menyangka stiker yang mengungkap profesi suami sebagai tentara angkatan laut membuatnya jadi incaran penjahat. Stiker itu menggambarkan suaminya, dirinya, anak-anak, dan anjing kecil. Maka secara tidak langsung stiker tersebut memberitahu bahwa ia sering sendiri di rumah, tidak ada perlindungan lebih karena hanya ditemani anak-anak juga anjing kecil.

3. Dicium orang lain saat baru lahir
Rasanya bisa melahirkan dengan selamat dan dikaruniai bayi yang lucu dan sehat merupakan sebuah kebahagiaan yang harus disyukuri penuh. Apalagi setelah perjuangan mengandung selama kurang lebih 9 bulan lamanya. Rasa bahagia juga gemas biasanya membuat orangtua atau bahkan sanak saudara dan kerabat datang menengok bayi tersebut, ikut menggendong, hingga mencium bayi. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan mencium bayi membawa dampak buruk bagi bayi?
Baru-baru ini terjadi kasus seorang bayi di Jakarta yang meninggal di usianya yang baru menginjak 18 hari. Rupanya penyebabnya adalah bayi tersebut menderita virus herpes simpleks. Dokter mengatakan virus HSV-1 tertular dari teman atau saudara yang menyentuh atau mencium bayi tersebut, karena ketika diperiksa, kedua orang tua bayi tersebut dinyatakan bersih. Virus HSV-1 kemungkinan ditularkan melalui ciuman seseorang yang flu atau demam. Bagi orang dewasa, penyakit ini mungkin bersifat kecil dan mudah diobati. Namun untuk bayi yang baru lahir, dengan sistem kekebalan tubuh yang masih lemah dan tidak bisa melawan bakteri sederhana sekalipun, virus ini mematikan.

4. Menerima makanan dan minuman dari siapapun
Anak-anak suka sekali hadiah. Apalagi kalau berbentuk permen, cokelat, ataupun makanan lainnya. Sebagai orangtua, sudah seharusnya kita memberikan pemahaman kepada anak-anak untuk tidak menerima dengan sembarangan makanan atau minuman dari siapapun karena orang tua tidak 24 jam berada di samping anak. Sudah banyak kasus narkoba yang dimasukkan ke dalam permen atau cokelat dan diberikan saat anak-anak sedang istirahat di sekolah. (Job/Nisrina Ninis)

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers